Table of Contents

Dunia Perkuliahan

Memahami Duck Syndrome di Kalangan Mahasiswa, Jangan Disepelekan!

Table of Contents

Pernah nggak kamu menemukan teman yang tenang di depan orang lain, padahal sebenarnya sedang panik atau cemas? Hati-hati, bisa jadi temanmu itu terkena duck syndrome. Penyakit mental satu ini sering menyerang kalangan mahasiswa terutama mahasiswa di kampus top.

Apa sih duck syndrome itu? Apa penyebabnya? Bagaimana gejalanya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Apa itu Duck Syndrome?

Duck syndrome adalah istilah yang diambil dari gambaran seekor bebek yang terlihat tenang saat mengapung di permukaan air, padahal di bawah permukaan kakinya mengayuh dengan sangat cepat. Begitu juga mahasiswa yang mengalami duck syndrome dari luar tampak tenang, mampu beradaptasi, bahkan terlihat sukses, namun sebenarnya sedang berjuang keras, stres, dan kewalahan dalam menghadapi tuntutan kuliah maupun kehidupan sosial.

Istilah dalam dunia perkuliahan ini hadir karena banyak mahasiswa merasa harus menunjukkan citra bahwa mereka baik-baik saja, meskipun di baliknya mereka mengalami tekanan berat. Rasa takut gagal, perfeksionisme, hingga perbandingan sosial dengan teman sebaya membuat mereka semakin terjebak dalam kondisi ini. Jika tidak disadari dan dikelola, duck syndrome bisa memicu masalah kesehatan mental yang lebih serius, seperti kecemasan, burnout, atau depresi.

Penyebab Duck Syndrome

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan mahasiswa terutama di kampus ternama  terkena sindrom bebek. Simak penyebabnya berikut ini!

  • Tekanan akademik → Tuntutan tugas, ujian, dan persaingan ketat di dunia kampus membuat mahasiswa merasa harus selalu tampil maksimal.
  • Perfeksionisme → Dorongan untuk selalu terlihat sempurna, tanpa boleh melakukan kesalahan.
  • Ekspektasi orang lain → Harapan tinggi dari keluarga, dosen, atau lingkungan sekitar menambah beban mental.
  • Perbandingan sosial → Melihat pencapaian teman membuat seseorang merasa tertinggal dan harus menyembunyikan kesulitannya.
  • Takut dianggap gagal → Rasa cemas akan penilaian orang lain membuat mahasiswa berpura-pura baik-baik saja.
  • Kurangnya coping mechanism → Tidak punya cara sehat untuk mengelola stres membuat tekanan batin semakin besar.

Gejala Duck Syndrome di Kalangan Mahasiswa

Gejala Duck Syndrome mungkin tidak bisa langsung kamu lihat jika berteman dengan seseorang di kampusmu. Namun jika ada temanmu atau dirimu sendiri yang mengalami gejala di bawah ini bisa jadi sindrom ini sudah mulai menyerang!

1. Tampak tenang di luar, stres di dalam

Gejala yang pertama dari duck syndrome di kalangan mahasiswa yaitu tampak tenang di luar namun stress di dalam. Dari luar, mereka tampak santai, aktif di kelas, bahkan bisa tetap mengikuti berbagai kegiatan organisasi. Namun, kalau sekali saja kamu duduk dan bicara dengannya, kamu pasti akan tahu bahwa sebenarnya ia sedang diliputi kecemasan dan kegelisahan. Ada tekanan yang mereka sembunyikan rapat-rapat, karena takut dianggap lemah atau tidak mampu bersaing dengan yang lain.

Perasaan ini biasanya muncul bersama dorongan perfeksionisme. Mereka ingin selalu tampil sempurna, menyelesaikan tugas dengan hasil terbaik, dan tidak pernah terlihat gagal. Padahal, di balik itu, banyak yang berjuang melawan rasa lelah, sulit tidur, dan hilangnya konsentrasi akibat tekanan yang terus menumpuk. 

2. Selalu berusaha terlihat sempurna 

Gejala lainnya yang sering muncul adalah kecenderungan untuk selalu berusaha terlihat sempurna. Mahasiswa dengan Duck Syndrome biasanya tidak ingin orang lain melihat sisi rapuhnya. Mereka menampilkan diri seolah-olah selalu kuat, selalu siap, dan selalu bisa mengatasi semua tantangan. Hal ini membuat mereka cenderung menyembunyikan kesalahan atau kelemahan, karena takut dinilai gagal atau tidak mampu.

3. Selalu menyembunyikan kesulitan 

Sindrom bebek membuat banyak mahasiswa memilih untuk menyembunyikan sisi rapuhnya. Mereka lebih suka terlihat baik-baik saja, meski sebenarnya sedang berjuang keras dengan tekanan akademik maupun masalah pribadi. Kalau kamu menemukan teman yang tampak kesulitan tetapi terus berusaha menutupinya, bisa jadi ia sedang mengalami sindrom bebek.

Dampak Duck Syndrome pada Mahasiswa

Berawal dari gejala yang muncul, kecemasan itu berkembang dan bisa memberikan dampak yang cukup serius. Berikut dampak Duck Syndrome yang harus kamu tahu!

1. Kelelahan fisik dan mental 

Dampak sindrom bebek yang pertama adalah kelelahan fisik dan mental. Mahasiswa dengan Duck Syndrome seringkali mengorbankan waktu istirahat demi memenuhi tuntutan akademik maupun sosial. Mereka begadang mengerjakan tugas, memaksakan diri ikut kegiatan, dan terus berusaha tampil maksimal meski tubuh sudah lelah.

Kelelahan ini biasanya ditandai dengan sulit tidur, sakit kepala, daya tahan tubuh menurun, atau cepat merasa capek meski aktivitasnya tidak terlalu berat. Secara mental, mereka juga mudah merasa jenuh, sulit berkonsentrasi, mudah cemas, hingga kehilangan motivasi. 

2. Burnout akademik 

Selain menyebabkan kelelahan fisik dan mental, gejala Duck Syndrome bisa menyebabkan burnout akademik. Mahasiswa mulai kehilangan semangat belajar, merasa bosan dengan perkuliahan, sulit berkonsentrasi, bahkan enggan terlibat dalam aktivitas kampus. Kondisi ini menandakan bahwa tekanan yang mereka pendam sudah melewati batas kemampuan tubuh dan pikiran untuk bertahan. Jika tidak segera ditangani, burnout akademik bisa berkembang menjadi masalah kesehatan mental yang lebih serius.

Cara Mengatasi Duck Syndrome

Duck Syndrome memang bisa membuat mahasiswa terjebak dalam tekanan yang tak terlihat. Namun, kabar baiknya kondisi ini bisa diatasi dengan langkah-langkah sederhana.Simak berikut cara-caranya!

  1. Berani terbuka dan mencari bantuan. Selalu ceritakan masalah ke teman dekat, konselor, atau keluarga agar beban tidak dipikul sendirian.
  2. Tidak percaya semua mitos kampus. Jangan terjebak mitos bahwa mahasiswa harus selalu sibuk, aktif di organisasi, atau punya nilai sempurna untuk dianggap sukses. Sayangi dirimu sendiri lebih dari orang lain. 
  3. Mengatur waktu istirahat. Selalu usahakan tidur cukup, olahraga ringan, dan meluangkan waktu untuk hobi bisa menurunkan stres.
  4. Belajar menerima diri sendiri. Belajar memahami bahwa tidak ada yang selalu sempurna, dan kegagalan bukan berarti akhir dari segalanya.
  5. Kelola waktu dan prioritas. Tips sukses kuliah perdana dan terhindar dari Duck Syndrome adalah menggunakan jadwal belajar yang realistis agar tidak kewalahan dengan tugas sejak awal masuk. Belajarlah untuk mengelola waktu dan menentukan prioritas. 

Temukan Lebih Banyak Informasi Perkualiahan di Skuling 

Kalau kamu butuh informasi seputar dunia perkuliahan mulai dari materi belajar, tips kuliah, info beasiswa, sampai istilah unik seperti Duck Syndrome, semua bisa kamu temukan di Skuling Blog. Jadi, bukan cuma soal belajar UTBK, Skuling juga hadir untuk menemani perjalanan akademikmu dengan berbagai insight yang relevan buat calon mahasiswa maupun yang sudah duduk di bangku kuliah.

Selain artikel, Skuling sendiri dikenal sebagai platform latihan soal gratis yang lengkap dan praktis. Ribuan soal UTBK bisa kamu akses kapan saja tanpa biaya, dilengkapi pembahasan detail yang up-to-date

Kalau ingin lebih maksimal, kamu bisa upgrade ke Skuling Pro yang punya berbagai fitur unggulan untuk bikin persiapan UTBK lebih terarah. Ada Tryout UTBK dengan AI-powered Item Response Theory, di mana tingkat kesulitan soal akan menyesuaikan kemampuanmu, sehingga hasilnya lebih akurat dan terasa seperti ujian sebenarnya. Lalu ada Skuling Freestyle dengan 8.000+ soal yang bisa kamu pilih sesuai topik, cocok banget buat latihan fokus di materi yang masih lemah. 

Kamu juga bisa ikut Kelas Live Eksklusif bersama tutor berpengalaman, jadi nggak hanya latihan soal, tapi juga dapat bimbingan langsung. Ditambah lagi, ada SmartCoin yang bisa kamu kumpulkan setiap kali belajar, lalu ditukar dengan berbagai hadiah menarik sebagai bentuk motivasi.

Dengan semua fitur ini, Skuling Pro jadi pilihan tepat buat kamu yang pengen belajar UTBK lebih serius sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia perkuliahan. Tunggu apalagi? Yuk daftar Skuling sekarang dan kejar kampus impianmu!