Bandingkan jurusan
Rekayasa Nanoteknologi vs Kimia vs Fisika
Taruh 2–3 pilihan berdampingan, lalu putuskan dengan jujur mana yang paling cocok.
| Aspek | Rekayasa Nanoteknologi | Kimia | Fisika |
|---|---|---|---|
| Jenjang & rumpun | S1 · Saintek | S1 · Saintek | S1 · Saintek |
| Tentang | Jurusan ini mempelajari material dan perangkat berukuran nano. | Jurusan ini tentang zat, struktur, dan reaksinya, dasar dari obat, material, pangan, sampai energi. | Jurusan ini tentang hukum-hukum alam, dari partikel terkecil sampai alam semesta, dasar dari teknologi modern. |
| Cocok kalau kamu… | suka fisika dan kimia, penasaran pada material | suka eksperimen dan mencampur bahan di laboratorium, penasaran pada reaksi yang menghasilkan warna atau gas | penasaran cara alam semesta bekerja, suka fisika dan matematika |
| Karir populer | Researcher, Laboratory Analyst | Chemist, Laboratory Analyst, Laboratory Technician | Researcher, Data Analyst, Laboratory Technician |
| Subtes kunci | Pengetahuan KuantitatifPengetahuan dan Pemahaman Umum | Pengetahuan KuantitatifPenalaran MatematikaPengetahuan dan Pemahaman Umum | Penalaran MatematikaPengetahuan KuantitatifPenalaran Umum |
| Jumlah kampus | 1 kampus | 57 kampus | 56 kampus |
| Skor minimum | 674–674median 674 | 390–702median 559 | 406–686median 557 |
| Tingkat persaingan | berdasarkan median skor | berdasarkan median skor | berdasarkan median skor |
| Keketatan (median) | 11,3%266 peminat SNBT | 44,1%8.707 peminat SNBT | 78,1%4.277 peminat SNBT |
| Gaji awal | Rp 4,5–6 jt | Rp 4,5–5,6 jt | Rp 5–6 jt |
Kesimpulan Skully: Rekayasa Nanoteknologi paling ketat di antara pilihanmu, sedangkan Kimia paling banyak pilihan kampusnya.
Latihan subtes kuncinya