Jurusan Desain Produk
Jurusan ini tentang merancang benda yang dipakai sehari-hari, dari furnitur dan peralatan rumah sampai gadget dan kemasan.
Cocok buatmu?
Ambil Desain Produk kalau kamu…
suka membongkar dan mendesain ulang barang
senang membuat prototipe
peka pada bentuk dan fungsi
kreatif memecahkan masalah sehari-hari
Kurang cocok kalau kamu tidak tertarik pada desain
Belajar apa
Yang kamu pelajari di Desain Produk
Banyak tugas studio. Kamu belajar menggambar, ergonomi, material, prototipe, dan software 3D, lalu merancang produk dari ide sampai purwarupa.
Tahun 1
- Nirmana
- Menggambar Produk
- Sejarah Desain
- Teknik Presentasi
Tahun 2
- Studio Desain Produk
- Ergonomi
- Material dan Proses
- Modeling 3D
Tahun 3
- Studio Desain Produk Lanjut
- Riset Pengguna
- Desain Berkelanjutan
- Manajemen Desain
Tahun 4
- Magang
- Seminar
- Portofolio
- Tugas Akhir
Contoh mata kuliah umum, bukan kurikulum resmi kampus tertentu.
Skill yang kamu dapat
Mitos
Desain produk cuma soal tampilan.
Fakta
Desain produk juga memikirkan fungsi, ergonomi, dan cara produksinya.
Prospek karir
Lulusannya kerja di mana?
Kisaran gaji per bulan dari iklan lowongan di JobStreet (25–75% tengah, semua level pengalaman, data November 2026). Lulusan baru biasanya mulai di bagian bawah kisaran.
-
Product Designer
Manufaktur, startupRp 5,6–7 jt / bulan
-
Industrial Designer
Studio desainRp 5,6–7 jt / bulan
Acuan: peran serupa di JobStreet, Product Designer -
UI/UX Designer
Perusahaan teknologiRp 4,9–6,1 jt / bulan
Langkah berikutnya
Mau masuk Desain Produk? Cek dulu skormu.
Tryout gratis Skuling pakai penilaian IRT, mirip UTBK aslinya.
Kampus & skor
Kampus yang punya Desain Produk
Kuota, peminat, dan keketatan dari SNPMB (jalur SNBT). Skor minimum dari data tryout Skuling 2026; zona aman = skor minimum + margin. Skor adalah estimasi, bukan passing grade resmi.
| Kampus | Skor min. 2026 | Kuota 2026 | Peminat 2025 | Keketatan | Peluangmu |
|---|---|---|---|---|---|
| 677aman ≥ 707 | — | — | — | Isi skor | |
| 616aman ≥ 646 | 32 | 189 | 16,9%1 dari 6 | Isi skor | |
| 612aman ≥ 642 | 48 | 290 | 16,6%1 dari 6 | Isi skor | |
| 564aman ≥ 594 | 36 | 88 | 39,8%1 dari 3 | Isi skor | |
| 563aman ≥ 593 | — | — | — | Isi skor | |
| 524aman ≥ 554 | 12 | 52 | 23,1%1 dari 4 | Isi skor | |
| 465aman ≥ 495 | 31 | 26 | 76,9%1 dari 1 | Isi skor | |
| 425aman ≥ 455 | 39 | 13 | 307,7%1 dari 1 | Isi skor |
Cek peluang
Seberapa dekat kamu ke kursi impian?
Masukkan skor tryout terakhirmu, pilih kampus, dan lihat jaraknya ke zona aman.
Desain Produk · Institut Teknologi Bandung
Peluangmu saat ini
Isi skor tryout terakhirmu untuk melihat label peluang dan berapa poin lagi menuju zona aman.
Estimasi dari data tryout Skuling, bukan passing grade resmi.
Jurusan serupa
Pilihan lain yang mirip
Kejar Mimpi Masuk PTN dengan Skuling.
Mulai dari subtes yang paling menentukan buat Desain Produk. Cuma 5 soal, gratis, langsung ada pembahasannya.
Latihan 5 soal gratis
Pertanyaan soal Desain Produk
Apa bedanya dengan Desain Interior?
Desain Produk merancang benda, Interior merancang ruang.
Kerja di mana?
Manufaktur furnitur, elektronik, studio desain, dan startup.
Berapa skor UTBK untuk masuk Desain Produk?
Tergantung kampusnya. Berdasarkan data tryout Skuling 2026, skor minimum Desain Produk berkisar 425 sampai 677, dengan median 564. Yang tertinggi di ITB (677), yang terendah di ISI Padangpanjang (425). Angka ini estimasi, bukan passing grade resmi.
Berapa gaji lulusan Desain Produk?
Gaji awal lulusan Desain Produk diperkirakan sekitar Rp 4,9–5,6 jt per bulan, dihitung dari kisaran bawah gaji di iklan lowongan JobStreet untuk profesi seperti Product Designer, Industrial Designer, UI/UX Designer. Angka sebenarnya bergantung pada kota, perusahaan, dan pengalaman.
Kampus mana saja yang punya jurusan Desain Produk?
Ada 8 kampus di data Skuling, antara lain ITB, ISI Yogyakarta, ITS, UPI, UNM, ISI Surakarta, dan lainnya. Lihat tabel di halaman ini untuk daftar lengkap.
Desain Produk di kampus mana yang paling ketat?
Berdasarkan data SNPMB 2025 jalur SNBT, yang paling ketat adalah ITS (16,6%, 290 peminat), ISI Yogyakarta (16,9%, 189 peminat), ISI Surakarta (23,1%, 52 peminat). Keketatan = daya tampung ÷ jumlah peminat.