“Iso turu sangar”, begitulah kira-kira plesetan nama salah satu perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia. Kata-kata dalam Bahasa Jawa tersebut berarti “bisa tidur pun sudah hebat”. Istilah ini muncul karena mahasiswa di kampus tersebut terkenal sering begadang.
Meskipun Bang Haji Rhoma Irama pernah bilang kalau “:begadang boleh saja asal ada artinya”, tapi pada dasarnya, begadang tidak boleh dilakukan sering-sering. Apalagi setiap hari. Hal ini karena begadang, atau kurang tidur dapat mempengaruhi kesehatan kamu dan fungsi tubuh kamu secara keseluruhan.
7 Dampak Kurang Tidur
Berikut ini 10 dampak dari kurang tidur untuk kesehatan.
1. Susah konsentrasi
Saat kamu tidur, tubuh akan memperbaiki jaringan dan sel saraf di otak. Oleh karena itu, jika kamu tidak tidur 7-9 jam per hari, sel-sel tersebut tidak bisa diperbaiki dan akan tetap rusak begitu saja.
Akibatnya, kualitas kinerja otak akan menurun, seperti kamu akan lebih mudah lupa, susah berkonsentrasi, mengalami mood swing sampai microsleep yang mana microsleep ini akan sangat berbahaya jika kamu sedang mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya.
2. Obesitas
Sering begadang dapat membuat orang menjadi lebih gemuk karena beberapa hal. Satu, kurang tidur mengakibatkan lelah di pagi hari, sehingga susah berolahraga. Dua, kurang tidur (sleep deprivation) dapat mengakibatkan peningkatan hormon ghrelin, sebuah hormon peningkat nafsu makan (Healthline). Kurang tidur juga dapat mengganggu sistem metabolisme tubuh (Alodokter).
3. Menurunkan kualitas sistem imun
Saat kamu tidur, tubuh juga akan memproduksi zat-zat yang berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh, seperti zat antibodi. Oleh sebab itu, jika kamu tidak memiliki jam tidur yang cukup, tubuh tidak akan memproduksi zat-zat ini sebanyak yang seharusnya, sehingga kamu akan lebih mudah sakit atau susah sembuh dari penyakit.
4. Mudah stres dan depresi
Pernahkah kamu merasa mudah marah atau mood kamu gloomy terus sepanjang hari ketika malam sebelumnya kamu tidak memiliki tidur yang cukup? Yup! Dampak kurang tidur yang keempat adalah lebih mudah stres, depresi dan burnout.
5. Kerusakan kulit
Tidak hanya mata panda, kurang tidur menyebabkan kulit bisa terlihat kering, kusam dan mudah menua di seluruh tubuh. Hal ini karena kurang tidur dapat meningkatkan produksi hormon kortisol, yang mana kortisol berlebihan dapat mengurangi kolagen dan protein dalam kulit, sehingga kulit tampak kering dan tidak kencang lagi.
6. Peningkatan risiko terkena penyakit-penyakit parah
Dampak kurang tidur dalam jangka panjang termasuk meningkatnya risiko kamu terkena penyakit parah, seperti gagal jantung, diabetes, stroke dan bahkan kanker. Hal ini karena penyakit-penyakit ini tercipta dari gabungan dampak-dampak lainnya di atas, seperti obesitas, stres, darah tinggi dan turunnya kualitas sistem imun.
7. Meningkatkan risiko kematian
Sederhananya, kurang tidur menyebabkan peningkatan risiko kematian, Tidak hanya dari penyakit-penyakit parah di nomor 6, tetapi juga karena microsleep. Tentunya kamu pernah mendengar berita orang mengalami kecelakaan mobil karena sopir mobil tersebut mengantuk bukan? Nah, hindari masalah ini dengan memiliki jam tidur yang cukup,
Cara Mengatasi Kebiasaan Kurang Tidur
1. Atur waktu dengan lebih baik
Salah satu kebiasaan mahasiswa yang menyebabkan mereka sering kekurangan jam tidur adalah belajar dengan sistem kebut semalam (SKS). Tugas tidak dikerjakan sejak dini malah ditumpuk terus dan baru dikerjakan menjelang deadline. Akibatnya, menjelang tanggal deadline atau tanggal ujian, pikiran jadi stres dan susah tidur. Oleh karena itu, agar memiliki jam tidur yang cukup, aturlah jam belajar kamu dengan lebih baik lagi.
Termasuk ke dalam manajemen waktu yang lebih baik adalah dengan memprioritaskan tidur dibandingkan hal-hal lain, termasuk belajar, bekerja paruh waktu dan nongkrong bersama teman. Sesekali nongkrong di atas jam 9 malam tentu diperbolehkan, selama tidak setiap hari dan terus menerus.
2. Hindari main gadget dan minum kopi saat menjelang tidur
Tips mengatasi kebiasaan kurang tidur yang selanjutnya adalah dengan tidak main gadget atau minum kopi menjelang tidur, khususnya dengan kadar kopi yang kuat. Jika kopi bisa membuat mata kamu melek kembali, main gadget menjelang tidur secara tidak langsung akan mengurangi kualitas tidur kamu jadi tidak nyenyak.
Sebaliknya, ganti kebiasaan ini dengan membaca buku dan mematikan lampu (selain lampu tidur) saat kamu sudah bersiap untuk istirahat. Ganti juga kopi dengan air putih atau susu hangat, karena keduanya dapat membuat tubuh kamu rileks dengan lebih cepat.
3. Rajin olahraga
Orang yang badannya capek, tentu akan lebih cepat tidur. Oleh karena itu, jika kamu susah tidur, buat badan kamu lebih capek lagi dengan berolahraga. Kamu bisa melakukan sit up saat menjelang tidur atau membiasakan diri untuk berolahraga setidaknya selama 30 menit sehari. Niscaya, badan yang capek setelah olahraga tidak hanya akan membuat tidur lebih nyenyak, tapi juga bangun lebih segar.
4. Minum obat-obatan
Tidak dapat dipungkiri kalau meskipun tugas sudah dicicil, belajar ujian dari jauh-jauh hari, stres menjelang hari-H pengumpulan itu kadang membuat tidur tidak nyenyak atau bahkan terbawa sampai mimpi. Untuk mengatasi hal ini, kamu bisa mulai minum obat tidur yang sudah dinyatakan aman oleh BPOM.
Jika kamu masih susah tidur meskipun sudah minum obat tidur atau terus menerus susah tidur meskipun tidak stres, maka kamu harus segera ke dokter. Dokter akan mencari akar masalah yang menyebabkan kamu susah tidur dan meresepkan obat-obatan yang lebih baik atau merekomendasikan sleep therapy.
Yuk, Belajar Bareng Skuling!
Hindari stres menjelang UTBK dan seleksi mandiri dengan belajar sejak dini bersama Skuling Pro! Akses ke ribuan latihan soal UTBK online, puluhan paket tryout UTBK online dan tryout gratis seleksi mandiri di aplikasi ini! Cukup dengan Rp60.000 per bulan, kamu sudah bisa akses soal tanpa batas untuk UTBK, seleksi mandiri, dan bahkan kedinasan. Jadi, satu aplikasi saja bisa digunakan untuk semua tes masuk perguruan tinggi! Tunggu apa lagi?! Download aplikasi ini sekarang juga!

