Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Air D4
Program sarjana terapan yang menyiapkan ahli bangunan air seperti bendungan, irigasi, drainase, dan pengendali banjir.
Cocok buatmu?
Ambil Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Air kalau kamu…
penasaran cara bendungan dibangun
peduli pada banjir dan kekeringan
suka hitungan teknik
siap kerja lapangan
Kurang cocok kalau kamu tidak mau bekerja di lapangan
Belajar apa
Yang kamu pelajari di Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Air
Kamu belajar hidrologi, hidrolika, struktur bangunan air, dan irigasi, dengan praktik laboratorium dan magang di proyek sumber daya air.
Tahun 1
- Matematika Teknik
- Gambar Teknik
- Mekanika Teknik
- Ilmu Ukur Tanah
Tahun 2
- Hidrologi
- Hidrolika
- Mekanika Tanah
- Struktur Beton
Tahun 3
- Bangunan Air
- Irigasi dan Drainase
- Bendungan
- Estimasi Biaya
Tahun 4
- Manajemen Proyek
- Magang Industri
- Seminar
- Tugas Akhir
Contoh mata kuliah umum, bukan kurikulum resmi kampus tertentu.
Skill yang kamu dapat
Mitos
Bangunan air hanya proyek pemerintah.
Fakta
Swasta juga membangun irigasi, PLTA, dan sistem drainase kawasan.
Prospek karir
Lulusannya kerja di mana?
Kisaran gaji per bulan dari iklan lowongan di JobStreet (25–75% tengah, semua level pengalaman, data November 2026). Lulusan baru biasanya mulai di bagian bawah kisaran.
-
Civil Engineer SDA
Konsultan, BBWSRp 6–7,5 jt / bulan
-
Site Engineer
KontraktorRp 5,6–7 jt / bulan
-
Quantity Surveyor
KontraktorRp 5,5–7,5 jt / bulan
Langkah berikutnya
Mau masuk Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Air? Cek dulu skormu.
Tryout gratis Skuling pakai penilaian IRT, mirip UTBK aslinya.
Kampus & skor
Kampus yang punya Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Air D4
Kuota, peminat, dan keketatan dari SNPMB (jalur SNBT). Skor minimum dari data tryout Skuling 2026; zona aman = skor minimum + margin. Skor adalah estimasi, bukan passing grade resmi.
| Kampus | Skor min. 2026 | Kuota 2026 | Peminat 2025 | Keketatan | Peluangmu |
|---|---|---|---|---|---|
| 585aman ≥ 615 | 42 | 473 | 7,8%1 dari 13 | Isi skor | |
| 508aman ≥ 538 | 48 | 39 | 82,1%1 dari 1 | Isi skor | |
| 502aman ≥ 532 | 51 | — | — | Isi skor | |
| 500aman ≥ 530 | 13 | 27 | 48,2%1 dari 2 | Isi skor | |
| 487aman ≥ 517 | 20 | 11 | 190,9%1 dari 1 | Isi skor |
Cek peluang
Seberapa dekat kamu ke kursi impian?
Masukkan skor tryout terakhirmu, pilih kampus, dan lihat jaraknya ke zona aman.
Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Air · Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Peluangmu saat ini
Isi skor tryout terakhirmu untuk melihat label peluang dan berapa poin lagi menuju zona aman.
Estimasi dari data tryout Skuling, bukan passing grade resmi.
Jurusan serupa
Pilihan lain yang mirip
Kejar Mimpi Masuk PTN dengan Skuling.
Mulai dari subtes yang paling menentukan buat Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Air. Cuma 5 soal, gratis, langsung ada pembahasannya.
Latihan 5 soal gratis
Pertanyaan soal Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Air
Gelar lulusannya apa?
Sarjana Terapan Teknik.
Kerja di mana?
Kementerian PUPR, BBWS, konsultan, dan kontraktor.
Berapa skor UTBK untuk masuk Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Air?
Tergantung kampusnya. Berdasarkan data tryout Skuling 2026, skor minimum Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Air berkisar 487 sampai 585, dengan median 502. Yang tertinggi di ITS (585), yang terendah di PNB (487). Angka ini estimasi, bukan passing grade resmi.
Berapa gaji lulusan Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Air?
Gaji awal lulusan Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Air diperkirakan sekitar Rp 5,5–6 jt per bulan, dihitung dari kisaran bawah gaji di iklan lowongan JobStreet untuk profesi seperti Civil Engineer SDA, Site Engineer, Quantity Surveyor. Angka sebenarnya bergantung pada kota, perusahaan, dan pengalaman.
Kampus mana saja yang punya jurusan Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Air?
Ada 5 kampus di data Skuling, antara lain ITS, PNUP, Poltekba, POLNES, PNB. Lihat tabel di halaman ini untuk daftar lengkap.
Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Air di kampus mana yang paling ketat?
Berdasarkan data SNPMB 2025 jalur SNBT, yang paling ketat adalah ITS (7,8%, 473 peminat), POLNES (48,2%, 27 peminat), PNUP (82,1%, 39 peminat). Keketatan = daya tampung ÷ jumlah peminat.