SNBP adalah salah satu jalur seleksi masuk perguruan tinggi negeri yang banyak diincar oleh calon mahasiswa. Selain gratis dan nggak perlu tes lagi, mahasiswa yang lolos masuk PTN melalui jalur ini juga tidak perlu membayar Iuran Pengembangan Institusi (IPI).
Tapi berbeda dengan SNBT, kelulusan SNBP tidak ditentukan berdasarkan tes melainkan prestasi yang mana komponen prestasi ini hampir sepenuhnya menjadi kewenangan masing-masing PTN. Maka dari itu, nggak heran kalau faktor kelulusan siswa melalui jalur ini seringkali dianggap sesuai keberuntungan.
Tapi, benarkah demikian? Yuk, simak 10 mitos dan fakta SNBP berikut ini:
Mitos dan Fakta SNBP
1. Lolos SNBP itu untung-untungan (FAKTA)
SNBP berbeda dengan SNBT yang mengandalkan skor tes karena mengandalkan keberuntungan. Faktor keberuntungan atau luck memang masih memainkan peranan besar dalam lulus atau tidaknya calon mahasiswa melalui jalur ini.
Hanya saja dibandingkan dengan pendahulunya yaitu SNMPTN, pemerintah sudah cukup terbuka mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kelulusan calon mahasiswa melalui jalur ini. Beberapa faktor tersebut antara lain:
- Nilai rapor semester 1-5 dengan bobot penilaian minimal 50%;
- Nilai rapor untuk 2 mata pelajaran pendukung atau portofolio dengan bobot maksimal 50%.
Selain dua komponen penilaian di atas, perguruan tinggi juga memiliki tiga wewenang yang secara langsung dan tidak langsung mempengaruhi potensi diterimanya seorang siswa melalui jalur ini. Tiga wewenang tersebut adalah:
- Penentuan bobot masing-masing komponen secara pasti. Jika kamu cek komponen penilaian di atas, tidak ada angka pasti berapa persentase nilai rapor atau portofolio akan mempengaruhi penilaian SNBP. Hal ini karena nilai pasti masing-masing komponen penilaian ditentukan sepenuhnya oleh PTN terkait.
- Daya tampung SNBP. Panitia nasional menetapkan kuota SNBP di masing-masing PTN minimal 20%. Tapi, jumlah pastinya entah itu 25%,35% atau angka lainnya tetap sesuai dengan kebijakan masing-masing PTN. Selain itu, bisa jadi daya tampung SNBP yang diberikan oleh PTN untuk sekolah tertentu juga akan berbeda dengan “jatah” yang ia berikan ke sekolah lainnya. Hal ini terkait indeks sekolah dan tentunya reputasi sekolah tersebut.
- Ketentuan mengenai mata pelajaran pendukung dan portofolio. PTN juga memiliki kewenangan mengenai mata pelajaran dan portofolio apa yang bisa dijadikan sebagai pendukung program studi tertentu. Jadi, pastikan kamu cek website resmi PTN incaran kamu ya.
2. Nilai rapor naik-turun sulit lolos SNBP (MITOS)
Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwasanya, nilai rapor hanya satu dari dua faktor yang dipertimbangkan oleh PTN. Hanya saja, tentu akan lebih baik lagi jika kamu bisa mempertahankan nilai rapor yang baik selama SMA.
Jika kamu nggak percaya diri dengan nilai rapor kamu, maka kamu bisa mengimbanginya dengan portofolio yang kuat atau memilih program studi yang lebih sesuai dengan jenis portofolio tersebut.
3. Hanya siswa berprestasi secara akademis yang bisa lolos SNBP (MITOS)
Kamu nggak perlu berkecil hati jika kamu kurang berprestasi secara akademik. Pasalnya, seperti yang dibahas di atas, ada faktor-faktor lain yang akan dipertimbangkan oleh PTN untuk memilih kamu.
Lalu gimana caranya lolos SNBP jika kemampuan akademik pas-pasan? Tentunya tentukan PTN dan jurusan yang sesuai dengan keunggulan kamu. Misalnya, kamu punya portofolio di dunia tari, maka untuk memperbesar peluang lolos, pilih saja PTN kesenian di jurusan tari. Kalau masih ada waktu, perkuat aspek portofolio ini dengan meningkatkan kemampuan akademik di Skuling atau lebih banyak ikut lomba.
4. Ada PTN yang tidak mau dinomorduakan (MITOS)
PTN bukannya tidak mau dinomorduakan, tapi sistem seleksi nasional akan memberikan data siswa yang memilih PTN tersebut di pilihan pertama terlebih dahulu untuk diseleksi. Misalnya, ada 30.000 pendaftar SNBP untuk mengisi 5.000 daya tampung SNBP di Universitas A. 10.000 diantaranya menjadikan Universitas A sebagai pilihan utama, maka data 15.000 siswa inilah yang akan diberikan oleh Kemendikdasmen kepada PTN A untuk diseleksi terlebih dahulu.
Jika PTN A memutuskan untuk memenuhi seluruh daya tampung tersebut (5.000 calon mahasiswa) dari 15.000 peserta ini, maka ia tidak akan nengok ke 20.000 peserta lainnya yang memilih PTN A di pilihan kedua dan ketiga. Maka dari itu, peluang lulus SNBP di universitas pilihan pertama cenderung lebih besar.
5. Lulus SNBP wajib diambil (FAKTA)
Sejak tahun 2023, calon mahasiswa yang sudah diterima melalui jalur SNBP tidak bisa mengikuti SNBT maupun seleksi mandiri PTN hingga 2 tahun selanjutnya. Kamu memang masih bisa mengikuti SPAN PTKIN (tanggal pendaftarannya bersamaan), tapi dengan risiko sekolah kamu akan ditandai oleh pihak kampus karena kamu tidak jadi mengambil kampus tersebut meskipun sudah lolos SNBP.
Ditandai oleh pihak kampus bukan berarti adik kelas kamu sama sekali tidak akan bisa masuk ke kampus tersebut. Melainkan, kemungkinan mereka akan diterima di kampus tersebut lewat SNBP jadi lebih kecil karena skor indeks sekolah yang turun. Oleh karena itu, kamu wajib memilih jurusan SNBP dengan hati-hati supaya drama seperti ini tidak terjadi.
6. Sertifikat menjamin keberhasilan lolos SNBP (MITOS)
Sertifikat portofolio memang menjadi salah satu dokumen pendukung utama untuk seleksi SNBP. Akan tetapi, sertifikat bukan menjadi kunci lolos atau tidaknya kamu pada seleksi ini. Pasalnya, seperti yang disebutkan di atas, ada banyak faktor yang akan dipertimbangkan oleh pihak universitas.
Selain itu, sertifikat juga akan diseleksi berdasarkan dengan relevansinya dengan program studi yang kamu pilih. Tentunya, sertifikat lomba tingkat regional, nasional dan internasional dari lembaga kredibel akan diprioritaskan.
7. SNBP bisa lintas jurusan (FAKTA)
Siswa lulusan IPA bisa memilih jurusan kuliah di kluster Soshum, begitu pula sebaliknya. Hanya saja peluang lolosnya bisa jadi lebih kecil karena siswa yang lintas jurusan tidak memiliki portofolio dan mata pelajaran pendukung yang dibutuhkan.
Misalnya, siswa IPA yang ingin masuk jurusan Ilmu Ekonomi tentu tidak memiliki nilai mata pelajaran pendukung selain Matematika, sehingga peluangnya secara natural akan lebih kecil dibandingkan dengan siswa IPS yang masuk jurusan ini. Hal ini terkecuali jika siswa IPA tersebut memiliki sertifikat kejuaraan ilmu Ekonomi, business competition atau sejenisnya.
Ingin lintas jurusan? Jangan lupa untuk cek ketentuannya di website masing-masing kampus dan jurusan. Perkuat juga kemampuanmu di mata pelajaran pendukung dengan berlangganan Skuling Pro. Berbagai mata pelajaran pendukung lintas jurusan, mulai darii Biologi sampai Sejarah, semuanya ada di Skuling.
8. Akreditasi sekolah berperan besar dalam kelulusan SNBP (FAKTA)
Hal ini karena:
- Sekolah dengan akreditasi A akan memiliki jumlah siswa eligible lebih banyak dibandingkan dengan sekolah dengan akreditasi B, begitupun seterusnya;
- Akreditasi merupakan salah satu faktor penentu indeks sekolah. Seperti yang dibahas diatas, semakin bagus indeks sekolah, maka semakin banyak daya tampung yang diberikan oleh PTN tertentu ke sekolah tersebut;
Akan tetapi, hal ini bukan berarti siswa dari sekolah dengan akreditasi C atau dibawahnya tidak bisa masuk PTN. Kamu tentunya bisa membawa perubahan ke sekolah kamu dengan terus menjadi siswa berprestasi dan menjadi alumni yang baik untuk membuka jalan penerimaan SNBP untuk adik-adik kelas kamu di tahun berikutnya.
9. TKA menentukan kelulusan SNBP (MITOS)
TKA adalah syarat ikut SNBP memang benar adanya. Tapi, nilai TKA tidak menjadi tolok ukur kelulusan calon mahasiswa melalui jalur ini. TKA hanya berperan sebagai validator nilai raport dengan asumsi kalau nilai rapor kamu di suatu mata pelajaran bagus, maka nilai TKA kamu di mata pelajaran tersebut tentunya akan bagus juga. Maka dari itu, sebaiknya mata pelajaran pilihan TKA disesuaikan dengan jurusan tujuan di SNBP.
Namun mengingat bahwasanya nilai rata-rata TKA pada November 2025 lalu kurang baik, seberapa besar pengaruh nilai tes ini untuk masuk PTN masih simpang siur. UGM dan UNPAD misalnya, secara publik menyatakan bahwa hasil TKA bukan merupakan faktor utama penentu kelulusan calon mahasiswa melalui SNBP (Tempo, Detik), sementara itu, UNDIP masih menunggu keputusan resmi dari Kementerian (FIB UNDIP). Jadi, kamu nggak perlu khawatir kalau nilai TKA kamu kurang bagus.
10. Ranking 1 otomatis lolos SNBP (MITOS)
Salah satu mitos SNBP yang paling banyak dipercayai orang adalah bahwasanya siswa ranking 1 pasti lolos tanpa strategi tertentu. Siswa yang mendapatkan peringkat 1 di sekolah memang bisa menjadi siswa eligible (kalau ikut TKA). Tapi, bukan berarti dia akan secara otomatis lolos SNBP. Bisa jadi dia nggak lolos SNBP karena beberapa faktor, seperti salah pilih jurusan atau PTN yang menjadi tujuannya menjadikan ia peringkat 101, padahal yang diterima hanya 100.
Ingin Masuk Kampus Impian? Belajar Bareng Skuling Aja!
Tingkatkan peluang kamu untuk lolos masuk kampus impian dengan Skuling! Skuling dilengkapi dengan banyak fitur pendukung, seperti Skuling Tryout dan Skuling Freestyle untuk membantumu meningkatkan kemampuan lolos masuk PTN lewat jalur SNBT maupun seleksi mandiri.
Website belajar UTBK ini dirancang seringan mungkin sehingga bisa membuatmu mengerjakan latihan soal UTBK dan tryout UTBK online dimanapun dan kapanpun hanya pakai ponsel saja. Daftar akun Skuling sekarang juga dan nikmati banyak manfaatnya!

