Table of Contents

Tips Belajar

Rangkuman Materi Bahasa Indonesia TKA SMA: Fakta dan Opini

Table of Contents

Materi fakta dan opini masuk dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) Bahasa Indonesia bagian Literasi Membaca/ Pemahaman Bacaan. Letaknya memang bukan sebagai sebab khusus melainkan sebagai jenis soal yang menguji kemampuan kamu membedakan informasi.

Nah, supaya kamu bisa mengerjakan soal materi tersebut dengan lancar kamu harus memahaminya. Tenang, berikut rangkuman materi Bahasa Indonesia TKA SMA khusus fakta dan opini!

Definisi Fakta dan Opini

Kalimat fakta adalah kalimat yang berisi informasi nyata dan kebenarannya dapat dibuktikan melalui data, angka, penelitian, atau peristiwa yang benar-benar terjadi. Kalimat fakta bersifat objektif, tidak bercampur dengan pendapat pribadi.

Sementara kalimat opini adalah kalimat yang berisi pendapat, penilaian, atau perasaan seseorang terhadap sesuatu hal. Kebenarannya bersifat subjektif dan tidak dapat dibuktikan secara mutlak karena bisa berbeda bagi setiap orang.

Struktur dan Ciri-ciri Kalimat Fakta

Dalam materi TKA SMA Bahasa Indonesia, kamu biasanya diminta memahami perbedaan fakta dan opini, soal TKA biasanya menguji kemampuan kamu membedakan keduanya lewat struktur dan ciri-ciri. Simak struktur dan ciri-ciri kalimat fakta berikut ini!

Struktur Kalimat Fakta

Struktur kalimat fakta umumnya tersusun secara jelas dan langsung menyampaikan informasi yang dapat dibuktikan. Simak struktur kalimat fakta berikut!

  • Subjek (S), pelaku atau hal yang dibicarakan.
  • Predikat (P), menjelaskan tindakan, keadaan, atau informasi tentang subjek.
  • Objek/Keterangan (O/K), berisi data konkret seperti angka, tempat, waktu, ukuran, atau hasil pengamatan yang membuat kalimat bisa dibuktikan.

Ciri-ciri Kalimat Fakta 

Tak hanya dari struktur saja, kamu juga harus memahami ciri-cirinya untuk menghadapi soal TKA dan UTBK Bahasa Indonesia. Berikut ciri-ciri kalimat fakta!

  • Kebenarannya dapat dibuktikan melalui data, penelitian, atau peristiwa nyata.
  • Biasanya bersifat objektif sehingga tidak dapat dipengaruhi pendapat atau perasaan penulis.
  • Mengandung data atau informasi konkret seperti angka, tanggal, tempat, atau hasil pengamatan tertentu.
  • Tetap sama bagi siapapun, tidak berubah meski sudut pandangnya berbeda.
  • Tidak menggunakan kata-kata subjektif seperti menurut, seharusnya, tampaknya, dan sejenisnya.

Struktur dan Ciri-ciri Kalimat Opini

Tidak hanya kalimat fakta, kamu juga harus memahami struktur dan ciri-ciri kalimat opini untuk benar-benar mampu mengerjakan soal literasi Bahasa Indonesia di TKA. Baca dengan cermat struktur dan ciri-ciri kalimat opini dibawah ini!

Struktur Kalimat Opini 

Pada dasarnya struktur kalimat opini hampir sama dengan kalimat fakta, tentu terdapat subjek, predikat dan objek. Untuk lebih jelas, simak struktur kalimat opini berikut!

  • Subjek (S), orang atau pihak yang memberikan pendapat.
  • Predikat (P), menyatakan penilaian, pandangan, atau perasaan.
  • Objek/Keterangan (O/K), hal yang dinilai atau dipandang, biasanya disertai menurut, sebaiknya, tampaknya, mungkin, diyakini, 

Ciri-ciri Kalimat Opini

Kalimat opini bisa juga diamati lewat ciri-cirinya. Berikut ini ciri-ciri kalimat opini!

  • Bersifat subjektif, dipengaruhi pendapat, perasaan, atau penilaian seseorang.
  • Kebenarannya tidak dapat dibuktikan secara mutlak, karena setiap orang bisa punya pendapat berbeda.
  • Menggunakan kata-kata penanda subjektif seperti menurut, sebaiknya, sepertinya, mungkin, tampaknya, diyakini, paling, terbaik, dan sejenisnya.
  • Tidak memuat data konkret, karena lebih menekankan pandangan atau penilaian.
  • Dapat berubah, tergantung sudut pandang, pengalaman, atau preferensi orang yang menyatakan.

Contoh Soal Kalimat Fakta dan Opini TKA SMA Bahasa Indonesia

Kini kamu sudah memiliki pemahaman materi kalimat fakta dan opini. Supaya pemahaman tersebut tidak mudah hilang, kamu bisa coba jawab contoh soal berikut ini!

Soal 1

Perhatikan pernyataan berikut:

  1. “Menurut para ahli lingkungan, penggunaan energi surya akan menjadi solusi terbaik untuk mengurangi emisi karbon di masa depan.”
  2. “Pembangkit listrik tenaga surya di Indonesia mengalami peningkatan kapasitas sebesar 14% pada tahun 2023.”

Manakah pasangan yang tepat terkait klasifikasi kalimat fakta dan opini?

A. (1) Fakta, (2) Fakta
B. (1) Fakta, (2) Opini
C. (1) Opini, (2) Fakta
D. (1) Opini, (2) Opini
E. (1) Prediksi subjektif, (2) Prediksi berbasis data

Kunci Jawaban: C
Pembahasan:
Kalimat (1) mengandung penilaian (solusi terbaik) → opini.
Kalimat (2) memuat data terukur (14% pada 2023) → fakta.

Soal 2

Perhatikan kalimat berikut:

A. “Jumlah pengunjung museum kota meningkat dari 120.000 menjadi 150.000 orang pada tahun 2024.”
B. “Pameran seni tahun ini dianggap sebagai yang paling kreatif oleh para pengunjung.”
C. “Museum kota menambah tiga ruang pamer baru pada awal 2025.”
D. “Data kunjungan museum tahun 2024 dirilis resmi oleh pihak pengelola.”
E. “Ruang pamer yang baru dinilai mampu menarik lebih banyak wisatawan.”

Kalimat yang bukan fakta adalah…

Kunci Jawaban: B dan E
Pembahasan:
B dan E memuat penilaian subjektif (dianggap paling kreatif, dinilai mampu menarik lebih banyak wisatawan).

Yuk, Belajar Bareng Skuling!

Berlatih banyak soal tentang kalimat fakta dan opini bisa kamu lakukan di Skuling.id, salah satu website belajar UTBK yang menyediakan tryout UTBK online, tryout gratis, dan berbagai latihan soal UTBK yang lengkap, bisa juga digunakan untuk latihan soal TKA. 

Kalau kamu mau lebih ambis, kamu bisa upgrade ke Skuling Pro untuk akses lebih banyak paket tryout seperti Mini TO, TO Akbar, hingga TO Premium TKA. Skuling Pro juga menyediakan rangkaian fitur lain yang dirancang untuk mendukung persiapan UTBK kamu secara menyeluruh. 

Jangan lupa juga kunjungi Skuling Blog yang berisi rangkuman materi, tips belajar, dan contoh pembahasan soal UTBK yang relevan, sehingga kamu bisa belajar teori dan praktik sekaligus. Kontennya ringan, mudah dipahami, dan cocok buat memperdalam pemahaman kamu tentang berbagai materi termasuk perbedaan kalimat fakta dan opini. Yuk, belajar bareng skuling!