Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia itu nggak cuma PTN Akademik seperti UGM, UI, ITB, loh. Ada juga PTN Keagamaan, seperti UIN dan Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK), seperti PKN-STAN. Nah, Perguruan Tinggi Kedinasan atau yang juga disebut dengan sekolah kedinasan ini terbagi lagi menjadi dua, yaitu sekolah kedinasan dengan ikatan dinas dan sekolah kedinasan tanpa ikatan dinas.
Ketahui selengkapnya berikut ini:
Perbedaan Sekolah Kedinasan dan Ikatan Dinas
Sekolah kedinasan baik yang memiliki ikatan dinas atau tidak sama-sama didirikan dan dikelola oleh kementerian atau lembaga pemerintahan tertentu. Misalnya, PKN-STAN dikelola oleh Kementerian Keuangan dan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) dikelola oleh Kementerian Kesehatan. Namun keduanya memiliki beberapa perbedaan, yaitu:
1. Biaya pendidikan
Perguruan Tinggi Kedinasan yang menawarkan ikatan dinas, seperti PKN-STAN umumnya menawarkan gratis biaya pendidikan. Sementara untuk biaya hidup bervariasi tergantung dengan kebijakan sekolah. Misalnya, IPDN menawarkan gratis asrama dan biaya makan juga, tapi Poltekstat STIS tidak memiliki fasilitas asrama, sehingga mahasiswa harus ngekos dan cari makan sendiri. Jadi jangan percaya kalau semua sekolah kedinasan itu gratis asrama! Mitos PT Kedinasan itu!
Adapun sekolah kedinasan non ikatan dinas umumnya tidak menawarkan gratis biaya pendidikan. Hal ini terkecuali untuk Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker). Perguruan tinggi dibawah Kementerian Ketenagakerjaan ini tidak menawarkan program ikatan dinas, tapi menawarkan 100% gratis biaya pendidikan.
2. Prospek kerja
Perbedaan sekolah kedinasan dan ikatan dinas yang paling utama adalah prospek kerja lulusan kampus ini. Lulusan sekolah kedinasan dengan ikatan dinas bisa langsung jadi ASN kelas 3A atau untuk polisi bisa langsung berpangkat IPDA. Maka dari itu, tidak heran kalau PTK selalu banyak diminati masyarakat.
ASN yang berasal dari kampus ini harus bersedia ditempatkan di daerah manapun di seluruh Indonesia. Adapun “masa bakti” menjadi ASN ini bervariasi tergantung sekolah antara 2n+1 (dua kali masa studi tambah 1 tahun) sampai 16 tahun (STIN).
Di sisi lain, lulusan sekolah kedinasan non ikatan dinas bisa bekerja di lembaga dan perusahaan swasta, BUMN atau kedepannya mendaftar sebagai ASN melalui seleksi CASN. Jadi, lulusan kampus ini kurang lebih sama seperti lulusan perguruan tinggi pada umumnya.
3. Mekanisme seleksi
PTK yang menawarkan ikatan dinas umumnya memiliki mekanisme seleksi yang terdiri dari seleksi administrasi, Tes SKD, seleksi lanjutan 1,2, dan 3. Seleksi lanjutan ini biasanya berisi tes akademik, tes psikologi, tes kesamaptaan dan tes wawancara (bervariasi tergantung kampus). Hal ini terkecuali untuk macam-macam ikatan dinas militer, seperti AAU, AKPOL atau AKMIL yang tidak memiliki tes SKD.
Adapun seleksi masuk kampus non ikatan dinas kurang lebih sama seperti seleksi masuk PTN pada umumnya, yaitu melalui tes akademik saja, entah itu melalui seleksi mandiri, SIMAMA (untuk Poltekkes), atau melalui jalur prestasi. Kamu tidak perlu risau soal materi SKD dan atau tes Kesamaptaan.
Hal ini terkecuali jika kamu mendaftar Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) di Yogyakarta. Meskipun STPN tidak menawarkan ikatan dinas, namun seleksi masuk kampus ini juga melibatkan tes kesamaptaan dan kesehatan. Cuma, tanpa tes SKD saja.
Untuk informasi lebih lengkapnya, kamu bisa cek website dan akun media sosial masing-masing kampus ya.
Contoh Sekolah Kedinasan
Berikut ini beberapa contoh sekolah kedinasan yang tidak menawarkan ikatan dinas:
- Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes). Poltekkes merupakan perguruan tinggi yang dikelola oleh Kementerian Kesehatan ini tersebar di 38 kota di seluruh Indonesia, mulai dari Jakarta sampai Gorontalo juga ada. Biaya dan fasilitas pendidikan yang ditawarkan bervariasi.
- Politeknik Pariwisata (Poltekpar). Kampus kedinasan dibawah Kementerian Pariwisata ini tersebar di 6 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia , mulai dari Poltekpar Bandung hingga Poltekpar Makassar. Kampus ini cocok buat kamu yang ingin membangun karir di bidang pariwisata, entah itu perhotelan, pengelolaan destinasi wisata atau perusahaan pariwisata;
- Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan). Sebuah sekolah kedinasan di bawah Kementerian Pertanian yang terletak di 6 kota, yaitu di Yogyakarta, Medan, Bogor, Malang,Gowa dan Manokwari;
- Politeknik Akamigas. Politeknik Akamigas adalah sekolah kedinasan dibawah Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) yang terletak di Cepu (PEM Akamigas) dan Palembang.
- Politeknik Energi dan Pertambangan (PEP) Bandung. Sama seperti Politeknik Akamigas, kampus ini juga bergerak di bawah Kementerian ESDM. Hanya saja, PEP Bandung lebih fokus di sektor pertambangan.
- Sekolah Tinggi Pertanahan Negeri (STPN Yogyakarta).
- Sekolah Tinggi Multimedia (MMTC Yogyakarta).
- Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker).
- Politeknik Kesejahteraan Sosial (Polteksos);
- Politeknik Teknologi Nuklir.
Contoh Sekolah Ikatan Dinas
- Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN);
- Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN);
- Politeknik Statistika STIS;
- Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN);
- Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN);
- Politeknik Imigrasi (Poltekim);
- Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip);
- Sekolah Tinggi Meteorologi dan Geofisika (STMKG);
- Akademi Kepolisian (AKPOL)
- Akademi Militer (AKMIL);
- Akademi Angkatan Udara (AAU);
- Akademi Angkatan Laut (AAL).
Adapun sekolah kedinasan dibawah Kementerian Perhubungan seperti PTDI-STTD, Politeknik Penerbangan (Poltekbang) atau Politeknik Perkeretaapian menawarkan 3 jalur masuk, yaitu Jalur Pembibitan atau Pola Pembibitan (Polbit), Jalur Reguler dan Jalur Mandiri.
Dilansir dari beberapa sumber, kalau kamu ingin bekerja di bawah Kemenhub setelah lulus, kamu bisa mendaftar melalui Jalur Pembibitan. Taruna dan taruni yang diterima melalui jalur ini setelah lulus akan menjadi ASN di Kemenhub pusat maupun daerah, mendapatkan gratis biaya pendidikan tapi masih perlu membayar biaya asrama dan makan.
Di sisi lain, taruna dan taruni yang diterima melalui Jalur Mandiri dan Reguler tidak terikat ikatan dinas dan bisa bekerja di sektor swasta maupun BUMN. Taruna Jalur Reguler akan mendapatkan subsidi biaya pendidikan dan membayar penuh biaya makan dan asrama, sementara taruna Jalur Mandiri wajib membayar biaya pendidikan secara penuh (tanpa subsidi).
Yuk, Belajar Bareng Skuling!
Skuling itu istimewa loh! Karena hanya dengan download aplikasi ini saja, kamu sudah bisa mengerjakan puluhan paket tryout UTBK online dan paket tryout gratis SKD kedinasan! Belum lagi jutaan latihan soal di Skuling freestyle dapat membantu kamu belajar untuk seleksi masuk perguruan tinggi apapun, entah itu PTN Akademik, PTN Keagamaan sampai sekolah kedinasan juga bisa!
Download Skuling sekarang dan buat masa depan kamu lebih cerah!

