Langit sudah gelap ketika kami tiba di ITB Jatinangor. Namun, kampus belum terasa ingin tidur.
Di sekitar danau, ada mahasiswa yang makan bersama, berbincang, dan masih mengerjakan tugas dengan laptop menyala. Lampu-lampu memantul di air. Udara malam membuat orang ingin duduk sedikit lebih lama.
Ini sesi pertama Skuling Reunion Journey yang kami adakan malam hari. Kami mengira akan datang, mengobrol sebentar, lalu pulang. Ternyata, justru di tepi danau itu percakapan mengalir lebih panjang dari rencana.
Sudah sampai di ITB, lalu apa?
SkulChamps yang hadir datang dari berbagai bidang. Ada yang belajar teknik, arsitektur, dan MIPA. Masing-masing punya minat dan cara melihat persoalan yang berbeda. Kami sempat adu cepat mengerjakan soal matematika; soal yang menurut kami perlu dipikirkan lama bisa mereka selesaikan dalam hitungan detik, sambil tertawa.
Momen itu menyenangkan. Namun, yang paling membekas bukan seberapa cepat mereka menjawab.
Mereka juga membawa pertanyaan yang belum punya jawaban singkat. Setelah lulus, ingin ke mana? Pekerjaan seperti apa yang ingin dikejar? Bagaimana menyiapkan diri untuk masa depan yang bentuknya masih berubah?
Dulu, mungkin pertanyaan terbesar mereka adalah bagaimana caranya masuk ITB. Sekarang mereka sudah berada di sini, dan pertanyaannya ikut tumbuh. Mendengar mereka bercerita, kami diingatkan bahwa diterima di kampus impian adalah pencapaian besar, sekaligus awal dari banyak pilihan baru.
Di balik jawaban yang cepat, ada proses yang panjang
Saat melihat seseorang bisa menyelesaikan soal sulit dalam beberapa detik, mudah sekali berpikir, “Memang dia pintar dari sananya.” Padahal, yang terlihat malam itu hanya hasil akhirnya. Kita tidak melihat semua latihan, kesalahan, dan waktu yang mereka habiskan untuk sampai ke titik tersebut.
Kalau kamu sedang mempersiapkan diri masuk ITB, mungkin kamu pernah merasa tertinggal saat melihat orang lain tampak lebih cepat memahami materi. Pertemuan ini membuat kami ingin mengatakan satu hal: jangan ukur seluruh kemampuanmu dari satu soal yang hari ini belum bisa kamu kerjakan.
Perhatikan bagian mana yang belum kamu pahami. Cari tahu kenapa jawabanmu meleset. Coba lagi setelah memahami pembahasannya. Lama-kelamaan, hal yang dulu terasa asing bisa menjadi sesuatu yang kamu kenali. Kecepatan sering datang setelah pemahaman dibangun berulang kali.
Mungkin tahun depan, kamu duduk di tepi danau ini
Sebelum bertemu mereka sebagai mahasiswa ITB, kami mengenal SkulChamps sebagai siswa yang sedang belajar untuk ujian dan mengejar kampus tujuan. Malam itu, kami mendengar mereka berbicara tentang tugas kuliah, bidang yang mereka tekuni, dan masa depan yang sedang mereka pikirkan.
Perubahan itu terasa besar. Tetapi bagi masing-masing dari mereka, perjalanan menuju ke sini tentu dijalani sehari demi sehari.
Jadi, kalau ITB adalah kampus yang ingin kamu tuju, mulailah dari hal yang ada di hadapanmu sekarang. Pelajari satu materi yang masih sulit. Kerjakan latihan, lalu tinjau kembali kesalahanmu. Temukan teman dan lingkungan yang membuatmu mau terus belajar, termasuk pada hari-hari ketika semangatmu sedang turun.
Siapa tahu, tahun depan kami kembali ke Jatinangor dan bertemu kamu di pinggir danau yang sama. Kali ini, kamu yang bercerita tentang perjuanganmu sampai akhirnya menjadi mahasiswa ITB.
SkulChamps, janji ya ketemu di ITB? 💙











