Skuling Reunion Journey · Undip

Di Undip, Kami Bertemu Orang-Orang yang Membuat Tembalang Terasa Seperti Rumah

Di perhentian menjelang akhir Skuling Reunion Journey, kami berkumpul dengan SkulChamps di Taman Rumah Kita, Universitas Diponegoro. Kami datang dengan badan mulai lelah. Kami pulang dengan energi baru.

· ± 2 menit baca

Tim Skuling bersama SkulChamps di Universitas Diponegoro

Semarang sedang panas ketika kami tiba di Tembalang. Perjalanan dari satu kampus ke kampus lain mulai terasa di badan. Namun, begitu bertemu SkulChamps sore itu, rasa lelah perlahan tergantikan oleh obrolan yang hidup.

Kampus sedang ramai. Ada bazar, stan makanan, produk mahasiswa, dan musik yang terdengar dari kejauhan. Di tengah suasana itu, kami duduk bersama di Taman Rumah Kita—taman Undip yang telah direvitalisasi, dengan ruang hijau dan kolam sebagai tempat warga kampus berkumpul dan melepas penat.

Awalnya kami tersenyum mendengar nama tamannya. Setelah beberapa lama mengobrol, kami merasa nama itu memang cocok.

Lompat bareng di tengah keramaian Pekan Ekonomi Teknik 2026.
Lompat bareng di tengah keramaian Pekan Ekonomi Teknik 2026.

Mereka bercerita tanpa perlu terlihat selalu kuat

Ada yang bercerita tentang rencana yang pernah gagal. Ada yang harus mencoba lagi. Ada pula masa ketika mereka hampir menyerah sebelum akhirnya sampai di bangku kuliah.

Cerita seperti itu jarang terlihat dalam foto penerimaan mahasiswa. Yang tampak biasanya hari bahagianya: pengumuman kelulusan, jaket almamater, dan senyum di depan kampus. Sore itu, SkulChamps mengajak kami melihat hari-hari sebelumnya juga.

Buat kamu yang sedang mempersiapkan diri masuk Undip, mungkin bagian itulah yang terasa paling dekat. Kamu bisa sangat ingin berhasil, tetapi tetap punya hari ketika hasil latihan mengecewakan atau rencana belajar berantakan. Orang-orang yang kami temui di Tembalang pernah melewati masa ketika hasil akhirnya belum pasti. Kini mereka bisa membicarakannya dengan lebih tenang, sambil duduk di kampus yang dulu mereka perjuangkan.

Berani datang, lalu menemukan tempat

Seorang SkulChamps dari Politeknik Negeri Semarang juga datang bergabung. Ia satu-satunya perempuan di lingkaran obrolan kami sore itu. Ia tetap duduk bersama dan ikut berbagi cerita.

Kami teringat padanya karena keberanian kadang sesederhana itu: datang lebih dulu, meski belum tahu suasananya akan seperti apa.

Kehadiran mahasiswa Polines di pertemuan Undip juga punya kedekatan sejarah. Polines dahulu merupakan Politeknik Universitas Diponegoro, sebelum berdiri mandiri dengan nama Politeknik Negeri Semarang pada 1997. Sore itu, mereka bertemu sebagai mahasiswa dari dua kampus dengan cerita masing-masing.

Bersama SkulChamps dari Undip dan Polines.
Bersama SkulChamps dari Undip dan Polines.

Perjalanan ke kampus impian lebih ringan saat ada teman

Kami datang ke Undip untuk mendengar bagaimana SkulChamps bisa sampai di sana. Kami pulang sambil memikirkan orang-orang yang membantu mereka bertahan di sepanjang jalan.

Persiapan masuk kuliah memang menuntut kamu belajar, mengerjakan soal, dan memperbaiki kesalahan. Tetapi ada hari ketika yang kamu perlukan adalah teman untuk belajar bersama, seseorang yang mau menjawab pertanyaanmu, atau kakak tingkat yang berani bercerita jujur tentang prosesnya.

Itulah kehangatan yang kami rasakan di Tembalang. Baru bertemu, tetapi tidak perlu lama untuk mulai saling terbuka.

Kalau Undip adalah tujuanmu, cari tahu jurusan dan jalur masuk yang ingin kamu kejar. Mulai belajar dari bagian yang paling perlu kamu perkuat. Dan selama menjalani prosesnya, dekatlah dengan orang-orang yang membuatmu berani bertanya dan mencoba lagi.

Siapa tahu, ketika kami kembali ke Taman Rumah Kita, giliran kamu yang duduk bersama kami. Kami ingin mendengar ceritamu—termasuk bagian sulit yang berhasil kamu lewati.

SkulChamps, janji ya ketemu di Undip? 💙

Kampus impianmu menunggu. Mulai dari 5 soal.

Latihan soal, Battle, dan tryout UTBK SNBT yang seru. Gratis, dari browser atau aplikasi.

Mulai Latihan Gratis