Ada perasaan aneh saat kembali ke kampus setelah bertahun-tahun: kita tahu jalan yang harus dilewati, tetapi beberapa hal di sepanjang jalan membuat kita berhenti dan melihat lagi.
Itulah yang Yudha rasakan ketika kami tiba di Universitas Padjadjaran. Gedung-gedung terlihat lebih modern. Gerbangnya berubah. Di sekitar kampus, ada toko-toko baru, sementara beberapa tempat yang dulu ia kenal sudah tidak ada.
Kunjungan ini mengingatkan Yudha pada masa kuliahnya, sekaligus mempertemukannya dengan Unpad yang sekarang.
Yang membuat kampus terasa akrab
Perasaan itu berubah begitu kami bertemu SkulChamps yang kini kuliah di Unpad. Obrolan dimulai, pertanyaan berdatangan, dan tak lama kemudian suasananya terasa akrab lagi.
Mereka ingin tahu bagaimana Skuling dibangun: bagaimana memulai bisnis dan bertahan ketika rencana tidak berjalan mulus. Mereka juga mengajak kami berbicara tentang isu yang mereka perhatikan, serta pilihan yang menunggu setelah lulus kuliah.
Yudha datang sebagai alumni yang ingin mendengar cerita adik-adiknya. Namun, ia juga pulang membawa pertanyaan-pertanyaan mereka. Gedung dan jalan di sekitar kampus boleh berubah; rasa ingin tahu yang ia temui di Jatinangor terasa dekat dengan pengalamannya dulu.
Banyak jalan menuju tempat yang sama
Di antara SkulChamps yang hadir, ada yang diterima lewat SNBP, ada yang menempuh UTBK, dan ada yang mencoba jalur mandiri. Sebagian harus menyesuaikan rencana ketika percobaan sebelumnya belum berhasil.
Hari ini mereka bisa berkumpul dan berbagi cerita sebagai mahasiswa Unpad. Saat masih mempersiapkan diri, mereka tentu belum tahu persis bagaimana perjalanan masing-masing akan berakhir.
Hal itu terasa penting untuk diingat kalau kamu sekarang sedang mengejar kampus impian. Kamu mungkin sedang memilih jurusan, mencari cara belajar yang cocok, atau bertanya-tanya apakah usahamu akan cukup. Pertanyaan-pertanyaan itu juga pernah menjadi bagian dari hari-hari orang yang kini kamu lihat mengenakan almamater.
Cerita mereka menunjukkan bahwa perjalanan masuk kuliah punya banyak kemungkinan. Cari tahu jalur yang tersedia, pahami persyaratannya, lalu persiapkan diri sebaik yang kamu bisa. Jika satu rencana tidak berhasil, kamu masih bisa melihat langkah lain yang terbuka.
Suatu hari, kamu mungkin pulang ke sini juga
Bagi Yudha, Unpad adalah tempat yang pernah membentuk banyak bagian dari hidupnya. Kembali ke Jatinangor dan bertemu SkulChamps membuatnya melihat perjalanan itu dari sisi lain: dulu ia mahasiswa yang sedang mencari arah; kini ia mendengar generasi berikutnya mengajukan pertanyaan mereka sendiri.
Mungkin saat ini Unpad masih menjadi nama yang kamu tulis sebagai tujuan. Suatu hari, kamu bisa mengenal jalannya, punya tempat favorit di sekitar kampus, dan bercerita kepada adik kelas tentang prosesmu sampai ke sana.
Untuk sekarang, mulailah dari yang bisa kamu kerjakan hari ini. Kenali jurusan yang ingin kamu tuju. Pelajari materi yang masih sulit. Cari teman belajar dan orang yang bisa kamu tanyai ketika mentok. Beri dirimu kesempatan untuk terus maju, satu langkah demi satu langkah.
Siapa tahu, saat kami kembali ke Jatinangor, giliran kamu yang menyambut kami dan berkata, “Akhirnya aku sampai juga.”
SkulChamps, janji ya ketemu di Unpad? 💙








