Mendaftar ke sekolah kedinasan memang bisa menjadi salah satu alternatif kuliah perguruan tinggi untuk kamu yang bercita-cita menjadi ASN. Namun demikian, syarat dan seleksi masuk kampus-kampus ini dikenal lebih ketat, khususnya untuk PTN Kedinasan ikatan dinas.
Selain harus memiliki kemampuan akademik tingkat tertentu, calon taruna dan taruni PTN Kedinasan juga harus memiliki fisik yang prima. Beberapa diantaranya bahkan mempersyaratkan tinggi badan tertentu dan kemampuan penglihatan yang baik.
Akan tetapi, bukan berarti seluruh PTN Kedinasan tidak bisa diikuti oleh muda mudi Indonesia dengan fisik yang relatif pendek dan memiliki mata minus. Berikut ini daftar sekolah kedinasan tanpa syarat tinggi badan atau memiliki syarat tinggi badan tapi relatif ringan:
1. Politeknik STIS
Pada tahun 2026 ini, Politeknik STIS membuka 564 formasi mahasiswa baru dari seluruh Indonesia untuk menimba pendidikan D3 dan D4 di kampus ini. Dari 564 mahasiswa baru tersebut, 484 diantaranya diterima melalui jalur reguler, sementara sisanya diterima dari jalur pembibitan dan afirmasi.
Meskipun tidak menerapkan syarat tinggi badan, namun salah satu perguruan tinggi kedinasan terbaik di Indonesia ini menerapkan syarat maksimum untuk mata minus. Menurut Pengumuman Kepala Badan Pusat Statistik NOMOR: B-1/02000/KP.111/2026, calon mahasiswa baru bisa mendaftar ke kampus ini selama:
Tidak buta warna total maupun parsial;
Tidak minus atau plus lebih dari 6 dioptri.
2. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)
Selain STIS, PTN Kedinasan ikatan dinas yang juga membuka formasi di tahun 2026 ini adalah Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN). Dalam Pengumuman Nomor: PENG 1/ PANSEL STIN/Vlll/2026, panitia seleksi PTN ini menyebutkan bahwa calon taruna dan taruni STIN diutamakan memiliki tinggi minimal 165 cm (laki-laki) dan 160 cm (perempuan). Tapi, calon taruna yang memiliki tinggi di bawah itu masih diperbolehkan mendaftar selama memiliki prestasi yang bisa ditunjukkan selama seleksi.
Adapun untuk penglihatan, calon taruna dan taruni boleh menggunakan kacamata asalkan tidak buta warna dan/atau tidak minus/plus lebih dari 1 dioptri. Hanya saja, dibandingkan dengan sekolah kedinasan lainnya, daya tampung STIN relatif lebih rendah yaitu hanya 100 orang saja per angkatan.
3. Sekolah Tinggi Meteorologi dan Geofisika (STMKG)
Untuk kamu yang suka hal-hal terkait iklim dan cuaca, tahun 2026 ini, STMKG membuka formasi untuk calon taruna-taruni sejumlah 130 orang mahasiswa yang terdiri dari 60 formasi nasional dan sisanya formasi afirmasi kedaerahan. Sekolah kedinasan ini menetapkan syarat tinggi badan dan penglihatan, yaitu:
Tinggi badan minimal 155 cm untuk pria dan 150 cm untuk wanita;
Tidak buta warna;
Bisa menggunakan kacamata dengan minus atau plus maksimal 4 dioptri dengan catatan bersedia untuk melakukan “operasi lasik” secara mandiri apabila dinyatakan diterima sebagai mahasiswa kampus ini.
4. Politeknik Pengayoman Indonesia
Baru didirikan 2 tahun lalu sebagai gabungan dari Politeknik Imigrasi (Poltekim) dan Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip), Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) pada tahun 2026 ini menerima 250 mahasiswa baru untuk jurusan:
D-IV Perancangan Peraturan Perundang-undangan;
D-IV Hukum Kekayaan Intelektual;
D-IV Administrasi Hukum Umum;
D-IV Pembangunan Hukum.
Calon mahasiswa yang ingin masuk ke kampus ini minimal memiliki tinggi 162 cm untuk laki-laki dan 155 cm untuk perempuan. Meskipun begitu, calon mahasiswa yang memiliki mata minus atau plus (maksimal 1 dioptri) masih diperbolehkan mendaftar. Hal ini berbeda dengan perguruan tinggi kedinasan lainnya yang tidak menerima mahasiswa berkacamata sama sekali.
5. Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN)
Menurut riwayat seleksi penerimaan mahasiswa baru tahun 2025, PKN STAN merupakan salah satu sekolah kedinasan tanpa syarat tinggi badan dan syarat penglihatan sama sekali. Ini artinya, calon mahasiswa dengan mata minus atau buta warna tetap bisa mendaftar meskipun hasilnya tetap akan berpengaruh pada tahap seleksi kesehatan nanti.
Secara garis besar, tahapan seleksi PKN STAN terbagi menjadi 5 tahap, yaitu:
Seleksi administrasi;
Tes SKD;
Seleksi Lanjutan 1 (Tes Potensi Akademik, Tes Bahasa Inggris, dan Tes Psikologi);
Seleksi Lanjutan 2 (Tes Kesehatan dan Kebugaran);
Seleksi Lanjutan 3 (Tes Wawancara).
Karena relatif panjang, persiapan untuk masuk salah satu PTN terbaik ini juga tidak boleh asal-asalan. Susun strategi belajar kamu sejak dini meskipun belum ada informasi penerimaan mahasiswa STAN terbaru.
Yuk, Belajar Bareng Skuling!
PTN Kedinasan dengan ikatan dinas menawarkan kuliah gratis dan jaminan menjadi ASN setelah lulus. Maka dari itu, tidak heran jika saingan kamu masuk ke PTN-PTN ini bisa banyak sekali. Persiapkan diri kamu untuk lolos PTN Kedinasan dengan mengerjakan latihan soal dan tryout gratis kedinasan di Skuling!
Tidak hanya untuk tes SKD loh, Skuling juga punya ribuan latihan soal dan belasan paket tryout gratis SKB yang siap kamu kerjakan! Bangun diri kamu sekarang juga dan jadilah ASN terbaik Indonesia di masa depan!
