Table of Contents

Dunia Perkuliahan

Setelah Lulus S1, Mending Ambil S2 atau Langsung Kerja? Pertimbangkan Beberapa Hal Ini!

Table of Contents

Saat ini, banyak perguruan tinggi di Indonesia yang menawarkan program fast track dimana mahasiswa S1 berprestasi baik bisa langsung melanjutkan studi ke jenjang magister (S2). Tapi, apakah keputusan untuk langsung S2 setelah S1 adalah keputusan yang bijak? Yuk, bedah selengkapnya di sini!

Perbedaan S2 dan S1

Jenjang pendidikan magister cukup berbeda dibandingkan dengan jenjang S1. Pertama, jurusan yang ditawarkan umumnya lebih spesifik. Misalnya, jika di S1 kamu masuk Jurusan Manajemen, di S2 kamu bisa masuk Jurusan Marketing, MBA atau jurusan lainnya yang memiliki scope yang berbeda, sehingga cocok untuk kamu yang ingin mendalami ilmu tertentu atau ingin lintas jurusan. 

Kedua, teman-teman kamu di bangku magister kemungkinan bukan lagi teman usia sebaya, melakinkan bisa juga bapak-bapak atau ibu-ibu yang sudah bekerja dan mengambil tugas belajar (tubel). Ketiga, pendidikan magister umumnya lebih student-based learning dibandingkan pendidikan S1 yang mana ini artinya mahasiswa dituntut untuk berpikir lebih kritis dan lebih aktif baik di dalam maupun di luar kelas. 

Keuntungan Langsung S2 Setelah Lulus S1

1. Pendalaman ilmu dan keahlian

Seperti yang telah dijelaskan di atas, lanjut S2 adalah pilihan yang cocok untuk kamu yang ingin mempelajari bidang tertentu yang lebih spesifik dibandingkan S1. Contohnya dari S1 Ilmu Ekonomi ke S2 Manajemen Kebijakan Publik atau S2 Ekonomi Pembangunan. Di jurusan tertentu, pendidikan S2 juga dibutuhkan sebagai syarat profesi, seperti mahasiswa psikologi yang perlu S2 Psikolog untuk aktif menjadi psikolog klinis. 

2. Membuka peluang kerja tertentu

Secara garis besar, pasar tenaga kerja di Indonesia masih belum siap untuk menyerap calon tenaga kerja lulusan S2. Khususnya untuk bidang-bidang yang lebih menekankan kepada pengalaman dibandingkan keilmuan. 

Akan tetapi, ada juga bidang-bidang pekerjaan yang secara langsung maupun tidak langsung membutuhkan lulusan S2, seperti:

  • Dosen. Syarat untuk menjadi dosen di Indonesia umumnya adalah lulus S2 dan bahkan harus kuliah S3 untuk naik pangkat;
  • Peneliti. Tidak jarang, posisi sebagai peneliti di BRIN maupun lembaga swasta nasional maupun internasional, membutuhkan lulusan S2.
  • Management trainee. Banyak peluang menjadi management trainee yang juga dibuka untuk lulusan S2. Hanya saja, biasanya akan memiliki batasan usia, sehingga kalau kamu ingin menjadi MT dan kuliah S2 dulu, maka akan lebih baik kalau setelah S1 langsung S2. 
  • Tenaga kerja di lembaga internasional. Kamu ingin bekerja di lembaga internasional, seperti WTO, PBB atau Bank Dunia? Maka kamu wajib S2. Umumnya, lowongan di lembaga-lembaga seperti ini terbuka untuk lulusan magister. Akan lebih baik lagi jika kamu lulus S2 sebelum usia 30 tahun, karena banyak peluang di lembaga-lembaga ini yang terbuka untuk lulusan S2 dengan batasan usia tertentu. 

Sedangkan jika kamu ingin bekerja di industri kreatif, seperti ingin menjadi sinematografer, belum tentu kamu perlu studi S2. 

3. Akses ke jaringan akademis dan profesional

Keuntungan lain dari lulus S1 ambil S2 secara langsung adalah kamu bisa berinteraksi secara langsung dengan jaringan akademis dan profesional. Hal ini karena kemungkinan besar mayoritas teman kelas kamu sudah bekerja entah itu di perusahaan swasta, sebagai akademisi di kampus tertentu atau bekerja sebagai ASN yang sedang menjalani tugas belajar. Memang, karena gap usia yang cukup besar, bisa jadi kamu akan kesulitan berinteraksi. Tapi, jika berhasil, bukan tidak mungkin kamu bisa mendapatkan peluang bagus dari interaksi tersebut.

Tantangan Lulus S1 Ambil S2 Langsung

1. Biaya besar

Biaya pendidikan S2 itu tidak sedikit. Hal ini karena selain mencakup uang kuliah, mahasiswa S2 juga perlu biaya riset dan biaya publikasi jurnal yang tidak sedikit. Memang, saat ini sudah banyak beasiswa S2 di dalam maupun di luar negeri. Namun umumnya, salah satu syarat dari beasiswa tersebut adalah adanya essay. Pengalaman kerja merupakan bahan berharga untuk menyusun essay beasiswa ini. 

2. Kurang memiliki pengalaman di lapangan

Tantangan lulus S1 ambil S2 langsung yang ke-2 adalah kamu tidak memiliki pengalaman di lapangan yang cukup memadai untuk dijadikan bekal saat lulus nanti. Selain itu, kamu juga bisa jadi akan ketinggalan berita terkini di industri kamu.  Hal ini terkecuali jika memang kamu setelah lulus S2 ingin bekerja sebagai akademisi atau peneliti. 

3. Peluang kerja terbatas

Seperti yang telah dijabarkan di atas, tidak semua sektor pekerjaan di Indonesia terbuka untuk lulusan magister. Selain karena banyak perusahaan di Indonesia yang lebih menghargai pengalaman kerja dibandingkan dengan jenjang pendidikan, hal ini juga karena adanya ketakutan bahwa karyawan jenjang master akan menuntut gaji yang lebih tinggi. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan perusahaan akan lebih memprioritaskan lulusan S1 dengan pengalaman kerja yang panjang dibandingkan dengan lulusan S2 dengan pengalaman kerja minim. 

Mending Ambil S2 atau Langsung Kerja?

Kesimpulannya, keputusan setelah lulus S1 mau langsung S2 atau kerja tergantung dengan target jangka panjang kamu di masa depan. Kalau ingin bekerja sebagai peneliti, akademisi, atau bekerja di lembaga internasional besar seperti Bank Dunia,  maka pendidikan magister hukumnya wajib. Lain halnya jika kamu ingin bekerja sebagai ASN di lembaga lain selain BRIN atau Kemdikbud atau bekerja di perusahaan swasta. Sektor-sektor ini belum tentu membutuhkan lulusan S2. 

Yuk, Belajar Bareng Skuling! 

Mendapatkan akses pendidikan yang memadai adalah hak dari semua lapisan masyarakat Indonesia. Tapi, tidak dapat dipungkiri kalau jumlah kursi di PTN dan PTS berkualitas cukup terbatas. Skuling membantu kamu untuk meningkatkan kompetensi masuk ke PTN dan mendapatkan kursi-kursi tersebut. Kerjakan latihan soal UTBK dan tryout UTBk online serta seleksi mandiri di dalamnya, untuk mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik!