Table of Contents

Dunia Perkuliahan

7 Tips Mendapatkan Beasiswa Tanpa Prestasi dan Nilai yang Tinggi, yuk Dicoba!

Table of Contents

Siapa bilang perlu prestasi yang tinggi untuk mendapat beasiswa kuliah S1? Memang, beasiswa kuliah banyak yang berdasarkan prestasi (merit-based scholarship), tapi ada juga loh yang tidak. Berikut ini beberapa tips untuk mendapatkan beasiswa tanpa prestasi untuk kamu!

Tips Mendapatkan Beasiswa Tanpa Prestasi dan Nilai Tinggi

1. Unggulkan kemampuan lain

Prestasi itu sebenarnya nggak terbatas pada prestasi akademik dan olahraga saja. Prestasi juga termasuk jika kamu unggul di sektor kesenian, leadership dan lain sebagainya. Banyak juga program beasiswa S1 yang dibangun berdasarkan “keahlian unik” ini. Contohnya adalah Beasiswa Tahfidz untuk kamu yang memiliki hafalan Al Qur’an di atas 10 juz atau Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) yang memiliki segmen khusus calon mahasiswa yang memiliki prestasi di bidang seni keagamaan. 

2. Beasiswa berdasarkan kondisi ekonomi

Kamu merasa nggak pintar-pintar banget dan nggak memiliki kemampuan khusus di atas? Maka, cobalah melamar program pendanaan kuliah berdasarkan ekonomi, seperti Beasiswa KIP-K atau Beasiswa Luar Biasa. Biasanya, syarat untuk mendapatkan program pendanaan ini adalah kamu bisa memberikan dokumen yang membuktikan kalau kamu berasal dari keluarga kurang mampu, seperti Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), atau bukti pembayaran listrik dan PBB selama kurang lebih 3 bulan. 

Memang, beasiswa tanpa syarat nilai tidak membutuhkan prestasi. Tapi, biasanya penerima pendanaan dari program ini dituntut untuk mempertahankan nilai tertentu di masa depan. 

3. Beasiswa berdasarkan identitas

Ada juga loh, program beasiswa kuliah yang didesain untuk mahasiswa atau calon mahasiswa dari kalangan tertentu. Beasiswa Anak Guru misalnya, yang dikhususkan untuk anak-anak guru atau program beasiswa khusus anak-anak dari daerah terpencil, tertinggal dan terluar (3T) atau Beasiswa Bakti SGU yang dikhususkan untuk calon mahasiswa asal Tangerang. Jenis program pendanaan yang terakhir ini biasanya berasal dari kemitraan antara Pemerintah Kabupaten dengan kampus terkait. Jadi, jangan lupa cek terus informasi beasiswa kuliah di website resmi Dinas Pendidikan Kabupaten atau Provinsi tempat kamu tinggal ya. 

Kalau kamu punya disabilitas, beberapa program beasiswa juga menyediakan “jatah” khusus untuk calon mahasiswa disabel. Biasanya, dokumen yang dibutuhkan untuk melamar program ini adalah surat keterangan disabilitas dari rumah sakit atau psikolog dan psikiater jika memang kamu memiliki disabilitas mental. 

3. Cek terus laman beasiswa kampus

Selain laman dinas pendidikan kabupaten, jika sudah diterima di kampus tertentu, kamu wajib cek informasi beasiswa di laman Kemahasiswaan kampus secara terus menerus. Sebab, saat ini banyak program pendanaan yang ditawarkan oleh kampus (khususnya kampus-kampus besar) yang berasal dari kerjasama antara kampus tersebut dengan perusahaan besar atau dari alumni. Contohnya adalah Beasiswa Ikatan Alumni ITB 78 yang ditujukan untuk mahasiswa kampus Ganesha ini meskipun mahasiswa tersebut “hanya” memiliki IPK 2.5. 

4. Belajar menulis essay yang baik

Beasiswa, apapun jenisnya, umumnya mempersyaratkan penulisan essay, personal statement atau motivation letter sepanjang 500 sampai 2.000 kata. Maka dari itu, jika kamu ingin kuliah gratis baik itu di jenjang S1 maupun S2, wajib hukumnya untuk belajar cara menulis essay yang baik dan benar. Hal ini karena menulis essay berbeda dengan menulis karya tulis ilmiah lainnya. Jadi, kamu harus belajar lagi.  

5. Cari mentor beasiswa

Hal yang nggak kalah penting dari proses mencari beasiswa kuliah adalah mencari mentor atau partner untuk membantu kamu melewati semua tahapan seleksi. Mentor ini penting karena mereka bisa membantu kamu mencari keunikan diri sendiri dan mengoreksi essay yang kamu buat. Hal ini karena orang umumnya melewatkan kesalahan penulisan yang mereka buat sendiri, sehingga perlu masukan dari orang lain. Selain itu, mereka juga bisa membantu kamu mempersiapkan tes interview nanti. 

Carilah mentor yang sudah berpengalaman diterima di program beasiswa yang kamu incar. Sebab, mereka tahu kurang lebih seluk beluk proses seleksi dan bisa memberikan insight yang berharga untuk kamu. 

6. Gabung ke Grup Scholarship Hunter

Selain mentor, bisa jadi kamu juga butuh teman atau partner untuk membuatmu lebih semangat lagi saat cari beasiswa. Salah satu cara mencari teman sefrekuensi ini adalah dengan gabung grup scholarship hunter di Instagram, Facebook atau di media sosial lainnya. Di grup ini biasanya akan ada informasi program-program beasiswa baru di dalam maupun di luar negeri, program mentoring dan berbagai manfaat lainnya. Cocok untuk kamu yang perlu teman supaya lebih semangat dalam mengerjakan sesuatu. 

7. Persiapkan diri sejak dini

Mempersiapkan berbagai dokumen untuk beasiswa, termasuk menulis essay dan personal statement itu tidak bisa mendadak. Kamu perlu waktu untuk mencari ide dan merangkai ide tersebut menjadi narasi yang menarik. Apalagi jika kamu mencari program bantuan pendanaan ini sambil sekolah, kuliah atau bekerja, tentunya kamu harus mengalokasikan waktu khusus untuk mempersiapkan diri. 

Persiapkan diri kamu untuk mendaftar program beasiswa tersebut setidaknya 6 bulan sebelum program tersebut dibuka. Mulailah dengan cari-cari program yang sesuai dengan profil individu kamu lalu cari-carilah mentor entah itu di lingkungan pribadi kamu, atau melalui laman LinkedIn. 

Yuk, Belajar Bareng Skuling!

Salah satu cara untuk mendapatkan beasiswa S1 dalam negeri adalah dengan belajar menggunakan Skuling. Lho, kok bisa?! Ya bisa dong! Karena salah satu tahapan seleksi beasiswa adalah seleksi bakat skolastik alias tes potensi akademik (TPA). Kamu bisa belajar mengasah kemampuan mengerjakan soal-soal skolastik dengan mengerjakan latihan soal UTBK dan tryout UTBK online bab TPA di Skuling. 

Ajak juga teman-teman online kamu untuk bermain Skuling Battle supaya kamu tahu seberapa kompetitif kah kamu dalam mengerjakan latihan soal ini. Kuy! Download Skuling!