Table of Contents

Tips Belajar

Mengenali Tanda-tanda Burnout dalam Persiapan UTBK dan Cara Mengatasinya

Table of Contents

Apakah kamu pernah merasa tiba-tiba capek banget sampai bangun dari tempat tidur aja enggan? Atau pernah merasa tidur tidak nyenyak, makan tidak enak, bingung mau ngapa-ngapain padahal hari sebelumnya baik-baik saja? Bisa jadi hal ini karena kamu mengalami burnout

Burnout adalah kondisi kelelahan ekstrim baik secara fisik, mental maupun emosional. Kondisi ini tidak hanya rawan terjadi pada pekerja kantoran, tetapi juga calon mahasiswa seperti kamu, dan ini disebut sebagai academic burnout. Tapi, kamu nggak perlu khawatir. Academic burnout bisa dicegah dan diatasi. Yuk, simak tipsnya di bawah ini. 

Gejala Burnout dalam Persiapan UTBK

Secara garis besar, penyebab burnout adalah stress yang berlebihan, entah itu di tempat kerja maupun di sekolah. Stres ini bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari tekanan di sekolah yang terlalu besar, susah cerita kepada orang-orang sekitar, sampai disebabkan oleh kepribadian yang perfeksionis. 

Burnout dapat mengakibatkan masalah kesehatan fisik maupun mental. Dilansir dari Darling Down Health, Beberapa gejala fisik dan mental yang bisa dihadapi oleh siswa yang mengalami kondisi academic burnout antara lain:

Gejala fisik:

  • Kecapekan ekstrim. 
  • Susah makan dan tidur. 
  • Pusing.
  • Sakit perut.
  • Lebih mudah terserang penyakit. 

Gejala mental dan emosional:

  • Kehilangan motivasi. 
  • Susah mengapresiasi diri. 
  • Susah puas. 

Gejala kepribadian:

  • Susah konsentrasi dan lebih mudah cemas.
  • Lebih sering menarik diri dari dunia luar.
  • Lebih sering menunda pekerjaan (procrastination).

Jadi, kalau kamu  mengalami ciri-ciri burnout di atas, seperti mulai susah tidur, sering cemas dan takut hasil UTBK SNBT, atau kehilangan motivasi dan selera makan, sebaiknya kamu mengikuti tips cara mengatasi burnout di bawah ini. 

Dampak Burnout pada Persiapan UTBK, Kenapa Berbahaya?

Dalam jangka pendek, burnout belajar dapat mencegah kamu untuk melakukan hal-hal yang produktif. Misalnya, mempelajari materi baru atau sekedar membersihkan kamar. Seperti yang disebutkan di atas, burnout juga dapat membuat siswa mudah kehilangan konsentrasi. Padahal, konsentrasi dan fokus yang baik adalah hal yang penting untuk meningkatkan probabilitas kesuksesan masuk PTN Impian lewat UTBK SBT. 

Menurut WebMd, burnout juga dapat menyebabkan sakit perut, seperti magh atau bahkan GERD dan dalam jangka panjang bisa menyebabkan penyakit terkait stres, seperti tekanan darah tinggi atau bahkan diabetes. Oleh karena itu, burnout harus dicegah dan diatasi sejak dini. 

Cara Mengatasi Academic Burnout

Academic burnout dapat terjadi akibat terlalu padatnya aktivitas di sekolah maupun kegiatan akedemik lainnya, termasuk jika kamu terlalu keras dalam mempersiapkan UTBK. Jika dibiarkan akan berbahaya bagi fisik maupun psikis, oleh karena itu coba terapkan beberapa cara mengatasi academic burnout sebagai berikut.

1. Buat target belajar yang achievable

Cara mengatasi burnout yang pertama adalah dengan mengatur ekspektasi dan target belajar yang achievable atau bisa dicapai. Misalnya, secara historis skor matematika kamu mentok sampai angka 78. Maka, jangan pasang target skor matematika langsung 100 hanya dalam 3 bulan belajar. Cukup 80 atau 85 saja, supaya kamu tidak stres karena tekanan belajar yang berlebihan.

Menjadi orang yang ambisius itu baik, tapi harus diikuti dengan kemampuan untuk menyeimbangkan diri antara ambisi dan kesehatan. 

2. Persiapkan diri dari jauh-jauh hari

Untuk mengurangi potensi academic burnout, kamu sebaiknya juga mempersiapkan UTBK SNBT dari jauh-jauh hari. Hindari sistem belajar kebut semalam (SKS), supaya kamu tidak stres. Mempersiapkan UTBK SNBT dari jauh-jauh hari bisa membuat kamu mengerjakan lebih banyak soal, lebih sering melakukan evaluasi dan tentunya lebih mudah dalam mengatur waktu. 

3. Atur waktu belajar dengan baik

Kamu ingin masuk kampus impian tapi nggak ingin stres? Maka, atur jam belajar kamu dengan baik. Work hard, play harder. Misalnya, 8 jam untuk sekolah dan belajar, 8 jam untuk istirahat, 8 jam untuk melakukan kegiatan lain. Sabtu full belajar dan Minggu full bermain. Setelah itu, lakukan evaluasi sebulan sekali untuk memastikan progress belajar kamu dan mengubah strategi belajar sesuai kebutuhan. 

4. Sempatkan berolahraga

Olahraga adalah salah satu cara mengatasi stres yang paling bermanfaat. Sebab, olahraga tidak hanya akan membuat tubuh semakin sehat, tetapi juga melepas hormon yang bertugas menanggulangi stres. Tidak hanya itu, kecapekan setelah olahraga juga dapat membuat tidur lebih nyenyak. 

Sempatkan waktu setidaknya 30 menit dalam seminggu untuk olahraga. Nggak harus mahal, kamu bisa berolahraga cukup dengan lari-lari di sekitar komplek rumah atau menirukan gerakan senam yang ada di YouTube. 

5. Bangun support system yang baik

Nggak dapat dipungkiri kalau kadang orang tua kurang mendukung keputusan anak untuk mengambil jurusan tertentu. Tapi, kamu nggak perlu khawatir. Support system yang baik untuk UTBK tidak hanya berasal dari orang tua, tapi juga teman atau guru. 

Kamu bisa mengajak teman kamu belajar berkelompok, atau main Skuling Battle bersama. Karena dengan support system yang baik, kamu bisa mencurahkan keresahan hati kamu terkait belajar UTBK SNBT dan terhindar dari stres berlebihan. 

6. Praktikan self-compassion

Untuk mencegah burnout belajar, kamu harus bisa menerapkan self-compassion, yaitu kemampuan untuk tetap menghargai diri sendiri meskipun kinerja yang dilakukan tidak mendapatkan hasil yang sesuai keinginan. Hal ini penting, sebab seringkali seseorang cenderung bersikap lebih buruk kepada dirinya sendiri dibandingkan kepada orang lain. 

Contoh self-compassion dalam belajar UTBK adalah ketika kamu tidak marah kepada dirimu sendiri meskipun hasil tryout SNBT kurang memuaskan, tapi di satu sisi tetap bisa mengidentifikasi penyebab hasil try out tersebut kurang baik. 

7. Terus berdoa

Usaha adalah hal yang penting, tapi doa juga tidak kalah penting. Dengan berdoa kepada Tuhan Y.M.E, kamu mengakui kalau ada faktor x dalam UTBK SNBT yang tidak bisa dikontrol dengan usaha. Faktor x tersebut, seperti kondisi kesehatan kamu saat tes berlangsung atau kondisi komputer yang digunakan untuk tes. 

Mengakui akan adanya faktor x yang tidak bisa dikontrol dengan usaha akan membuat beban di pundakmu terasa lebih ringan. Sebab, kamu tahu bahwasanya meskipun kamu telah berusaha maksimal, tetap ada faktor keberuntungan yang bisa membuatmu diterima di kampus tertentu. 

Belajar UTBK SNBT Lebih Seru Bareng Skuling!

Tahu nggak sih, kalau kamu sekarang bisa belajar UTBK dengan asyik tanpa stres di website belajar UTBK Skuling? Nggak cuma bisa ngerjain belasan ribu soal UTBK di Skuling freestyle, kini kamu juga bisa ajak teman bertanding di Skuling Battle! Abis itu, kerjakan soal-soal tryout UTBK online di Skuling Tryout untuk mengevaluasi kemampuan kamu. 

Daftar Skuling sekarang dan gabung dengan lebih dari 150.000 siswa lainnya di seluruh Indonesia, gratis!