Table of Contents

Tips Belajar

Sering Lupa dan Susah Fokus? Yuk, Coba Tips Meningkatkan Konsentrasi ala Skuling!

Table of Contents

Pernahkah kamu mendengar istilah brain fog? Brain fog adalah istilah non-medis yang merujuk kepada kondisi mudah lupa dan sulit berkonsentrasi yang dialami oleh seseorang. Penyebab brain fog ada banyak, mulai dari kurang tidur, stres, hingga asupan makanan yang kurang menunjang untuk kesehatan otak. 

Menghindari brain fog penting untuk siswa-siswi kelas 12 SMA yang sedang mempersiapkan diri masuk ke perguruan tinggi. Pasalnya, pada fase ini ada banyak jenis ujian akademik yang akan dihadapi, mulai dari TKA, UTBK-SNBT hingga seleksi mandiri dan kedinasan. 

Berikut ini cara meningkatkan konsentrasi belajar dan menurunkan risiko brain fog versi Skuling:

1. Dapatkan tidur berkualitas yang cukup

Salah satu manfaat penting dari tidur yang cukup dan berkualitas adalah untuk meningkatkan fungsi otak. Dengan tidur setidaknya 7 jam sehari, badan dan otak kamu akan menjadi lebih segar lagi dan siap menerima pelajaran baru. 

Ada banyak cara untuk meningkatkan kualitas tidur, mulai dari membaca buku sebelum tidur, olahraga setidaknya 30 menit sehari, menghindari minuman penghalang tidur seperti kopi dan alkohol, sampai mengatur suhu kamar yang tepat. 

2. Makan makanan yang bergizi

Makanan yang bergizi disini termasuk makanan nutrisi otak, seperti sayuran hijau, ikan dengan kandungan Omega-3, telur, sampai air putih untuk melancarkan peredaran darah. Intinya adalah makanan rumahan dan bukan ultra-processed food. Jangan hanya tepat sebelum hari-H tes, konsumsi makanan ini sejak dari jauh-jauh hari supaya kamu bisa belajar dengan lebih maksimal. 

3. Olahraga teratur

Olahraga teratur tidak hanya dapat membuat tubuh kamu cepat rileks dan mudah tidur, tapi juga dapat membantu mengurangi stres dan mengurangi lemak dalam tubuh. Orang yang melakukan suatu hal dalam kondisi stres biasanya cenderung mudah lupa. Maka dari itu, tidak disarankan untuk belajar UTBK dengan sistem kebut semalam (SKS), karena kemungkinan kamu akan belajar dalam kondisi stres. 

Olahraga di sini nggak harus yang berat-berat kok. Kamu bisa saja lari mengelilingi kompleks rumah, atau jalan cepat di area persawahan atau bisa juga naik bukit dekat rumah di sore hari. Kalau kamu malu, cukup kunjungi gym terdekat untuk olahraga saat jam-jam sepi. 

4. Pemanasan sebelum belajar

Cara meningkatkan konsentrasi belajar yang berikutnya adalah dengan melakukan pemanasan sebelum jam belajar berlangsung. Tujuannya adalah untuk memberitahu otak kalau kamu akan belajar. Pemanasan sebelum belajar ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari pemanasan tubuh biasa, mengerjakan sudoku atau Teka Teki Silang (TTS), sampai bermain Skuling Battle 15 menit juga bisa. Apapun game-nya, tujuannya tetap sebagai pemanasan sebelum belajar. 

 5. Singkirkan potensi distraksi belajar

Menyingkirkan potensi distraksi belajar itu penting untuk meningkatkan konsentrasi. Hal ini termasuk handphone, kondisi rumah yang kurang kondusif untuk belajar, sampai musik-musik yang sekiranya bisa mengganggu kamu. Sebenarnya, main HP di sela-sela belajar itu boleh-boleh saja, selama kamu membatasinya maksimal hanya 15 menit setelah 1 jam belajar. 

6. Ketahui jam belajar paling efektif

Rumah kamu nggak bisa dikondisikan? Maka, nggak ada salahnya kamu coba identifikasi jam belajar paling efektif. Banyak siswa-siswi kelas 12 yang baru bisa konsen belajar sekitar jam 3 malam sampai subuh, atau ada juga yang baru nyantol saat belajar setelah subuh sampai jam 6 pagi. Ritme belajar seperti ini memang menantang, khususnya untuk kamu yang tidak terbiasa ibadah malam atau kesulitan bangun pagi. 

7. Mencoba microteaching

Kamu mudah lupa mata pelajaran yang baru dipelajari? Coba ingat kembali (active recall) materi pelajaran tersebut dengan melakukan microteaching. Tidak hanya teman atau keluarga, kini artificial intelligence seperti Copilot atau Chat GPT juga bisa menjadi partner kamu untuk melakukan microteaching. Hanya saja, bisa jadi tanggapan yang dua mesin tersebut berikan akan ngawur dan tidak nyambung. 

8. Hindari burnout dengan manajemen pembelajaran yang baik

Seperti yang telah dijelaskan diatas, stres merupakan salah satu penyebab utama brain fog. Maka dari itu, selama belajar mempersiapkan UTBK SNBT dan seleksi masuk perguruan tinggi negeri lainnya, kamu tidak boleh stres dan burnout

Selain olahraga, cara menghindari burnout yang wajib dicoba adalah dengan manajemen pembelajaran yang baik. Misalnya, satu hari untuk satu pelajaran selama 2-3 jam saja lalu mengerjakan tryout UTBK online di akhir minggu. Jadi, kamu nggak perlu menghafal banyak materi pelajaran sekaligus dalam waktu singkat. 

9. Mengunyah permen karet

Ingin lebih fokus saat belajar? Cobalah belajar sambil mengunyah permen karet (chewing gum). Dilansir dari Psychology Today, riset menunjukkan bahwa mengunyah permen karet dapat membantu meningkatkan konsentrasi (alertness) saat belajar. 

Hanya saja, kemungkinan besar dampak yang ditimbulkan dari mengunyah permen karet ini hanya sementara waktu saja, alias kalau tidak mengunyah lagi atau tidak belajar lagi, fokus kamu tetap akan hilang. Perlu diingat juga kalau mengunyah permen karet secara berlebihan juga dapat membuat sakit gigi.  

Cara-cara di atas memang bisa membantu mengurangi brain fog dan meningkatkan konsentrasi belajar. Namun, jika kamu terus-terusan lupa, benar-benar susah fokus belajar bahkan setelah melakukan cara di atas, disarankan untuk segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis, seperti terapi yang sesuai. 

Yuk, Belajar Bareng Skuling!

Mau belajar UTBK dengan maksimal? Gunakan Skuling aja! Fitur-fiturnya asyik dan cocok untuk gen Z yang akan masuk perguruan tinggi! Download dan buat akun Skuling kamu disini dan kerjakan latihan soal UTBK online di dalamnya untuk pengalaman belajar yang lebih yahud!