Table of Contents

Dunia Perkuliahan

UKT Tidak Sesuai? Simak Prosedur Pengajuan Banding UKT dan Tips Wawancaranya

Table of Contents

Beberapa tahun lalu, penulis berhasil mengajukan penurunan UKT dari Rp9.000.000 per semester menjadi Rp3.500.000 per semester. Di sisi lain, teman penulis berhasil menurunkan nilai UKT-nya dari Rp9.000.000 menjadi Rp5.100.000. Penasaran bagaimana caranya? Yuk simak selengkapnya berikut ini:

Apa Itu Banding UKT?

Banding UKT adalah proses pengajuan penurunan nilai Uang Kuliah Tunggal (UKT) per semester yang diterima oleh mahasiswa baru. Biasanya, mahasiswa baru mengajukan proses banding UKT atau sanggah UKT ini karena menganggap biaya pendidikan per semester yang mereka terima tidak sesuai dengan kondisi ekonomi keluarga. 

Di beberapa kampus, pengajuan banding UKT ini hanya bisa dilakukan oleh mahasiswa yang mendapatkan UKT golongan tinggi. Di UNY misalnya, pengajuan banding UKT hanya boleh dilakukan oleh mahasiswa yang mendapatkan UKT golongan 5 sampai 8 dan tidak sedang menerima beasiswa yang menawarkan keringanan biaya pendidikan, seperti Beasiswa KIP-K, Beasiswa PBSB dan lain sebagainya. 

Tidak hanya banding UKT, beberapa kampus juga menyediakan mekanisme keringanan IPI atau SPP, entah itu dengan menyediakan sistem angsuran atau penundaan. 

Prosedur Pengajuan Banding UKT 

Cara banding UKT di setiap perguruan tinggi berbeda-beda. Beberapa kampus, seperti Universitas Islam Negeri Sumatera Utara menerapkan seleksi wawancara untuk menentukan mahasiswa yang pantas mendapatkan keringanan ini. 

Berikut ini cara mengajukan banding UKT di Universitas Negeri Yogyakarta:

  1. Buka website https://registrasi.uny.ac.id/sanggah-ukt pada tanggal yang telah ditentukan;
  2. Masuk menggunakan akun SSO kamu;
  3. Unggah berbagai dokumen yang dibutuhkan. Dokumen untuk mengajukan banding dan keringanan UKT umumnya berbentuk slip gaji orang tua, bukti pembayaran PBB, berbagai bentuk identitas, dan bukti pembayaran listrik. 
  4. Setelah submit, data kamu akan diverifikasi oleh pihak universitas;
  5. Pihak universitas akan melaksanakan rapat pleno untuk menentukan siapa saja mahasiswa yang cocok untuk mendapatkan banding dan berapa nilai UKT yang telah disesuaikan oleh mahasiswa tersebut. 
  6. Terbit Surat Keterangan (SK) Rektor UNY yang menyatakan mengenai hasil rapat pleno banding UKT. 
  7. Mahasiswa harus membayar UKT sesuai hasil yang diumumkan di SK. 

Karena syarat, ketentuan dan mekanisme banding UKT di setiap universitas akan berbeda, kamu bisa menghubungi pihak kampus untuk mengetahui secara detail proses pengajuan banding ini. 

Tips Wawancara Banding UKT agar Dikabulkan

Lalu bagaimana jika pihak kampus memberlakukan seleksi wawancara untuk proses banding UKT? Berikut ini tips wawancara banding UKT agar dikabulkan:

1. Jujur

Tips wawancara banding UKT yang pertama adalah dengan menyatakan alasan pengajuan banding dengan jujur. Pihak kampus akan menghargai mahasiswa yang bersikap jujur, karena semua mahasiswa tentu ingin mendapatkan UKT rendah tapi tidak semua mahasiswa mampu bersikap jujur. 

Pihak kampus tentu akan mempertimbangkan alasan-alasan penurunan UKT yang penting. Contoh alasan banding UKT, seperti:

  1. Salah input data ketika daftar ulang;
  2. Perubahan kondisi ekonomi keluarga, misalnya salah satu tulang punggung keluarga ada yang meninggal atau terkena PHK;
  3. Bisnis orang tua mengalami kebangkrutan; 
  4. Bisnis orang tua terdampak force majeure,  seperti bencana alam, pandemi covid19, kenaikan pajak dari Trump dan lain sebagainya. 

2. Persiapkan dokumen pendukung

Biasanya, tahap wawancara dilaksanakan setelah verifikasi dokumen pendukung. Namun, tidak ada salahnya jika kamu mempersiapkan dokumen pendukung untuk mendukung argumen kamu saat tahapan ini berlangsung. Beberapa dokumen pendukung yang bisa kamu siapkan antara lain:

  1. Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM);
  2. Kartu Keluarga (KK);
  3. Bukti pembayaran Pajak PBB, Listrik dan Air;
  4. Foto rumah tampak dari depan, ruang tengah dan belakang. 
  5. Surat keterangan meninggal dari RT/RW (Jika orang tua kamu meninggal);
  6. Surat bukti terdampak bencana alam (Jika terkena bencana alam), dan lain sebagainya. 

Jangan ragu tunjukkan bukti-bukti ini kepada pihak pewawancara jika memang dibutuhkan. 

Contoh Surat Permohonan Banding UKT

Berikut ini contoh surat permohonan banding UKT universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tahun ajaran 2023-2024:

contoh surat permohonan banding UKT

Ingat, setiap universitas memiliki format tersendiri. Hubungi pihak kemahasiswaan kampus kamu untuk tahu lebih lanjut!

Jika Pengajuan Banding UKT Gagal

Tidak dapat dipungkiri kalau tidak semua mahasiswa akan mendapatkan UKT yang mereka inginkan. Ada yang mengajukan banding UKT tapi masih gagal, ada juga yang berhasil mengajukan banding, tapi nilai penurunannya tidak seberapa. Apa yang dilakukan jika UKT tidak sesuai bahkan setelah banding? Berikut ini beberapa hal yang bisa kamu lakukan setelah proses ini selesai:

1. Mengajukan penundaan pembayaran UKT

Skema penundaan pembayaran UKT ini ditujukan untuk mahasiswa yang sedang mengalami musibah, seperti orang tuanya meninggal, mengalami PHK, atau sedang mengalami musibah bencana alam dan hal-hal lain yang membuat jumlah tanggungan orang tua kamu jadi lebih berat. Jika disetujui oleh pihak kampus, maka kamu bisa membayar UKT lebih lambat dibandingkan teman kamu. Di UGM misalnya, mahasiswa yang pengajuan penundaan pembayaran UKT-nya disetujui bisa membayar UKT sebelum Ujian Tengah Semester (UTS). 

2. Mengajukan pembayaran UKT dengan cara mengangsur

Beberapa kampus kini menyediakan skema angsuran untuk membayar UKT. Salah satunya adalah Institut Teknologi Bandung (ITB). Mahasiswa baru Kampus Ganesha ini bisa mengajukan angsuran UKT dengan dua skema, yaitu:

  • Dua kali pembayaran: 50% sebelum minggu pertama kuliah dimulai dan 50% sebelum minggu ke-8 dimulai. 
  • Tiga kali pembayaran: 40% sebelum minggu pertama kuliah dimulai, 30% sebelum minggu ke-8 dimulai dan 30% sebelum UAS dimulai.

Misalnya, kamu mendapatkan UKT sebesar Rp12.000.000 per semester. Maka:

  • Jika menggunakan skema pertama, kamu wajib bayar UKT sebesar Rp6.000.000 sebelum minggu pertama perkuliahan dan Rp6.000.000 sebelum minggu ke-8 perkuliahan;
  • Jika menggunakan skema kedua, kamu wajib membayar Rp4.800.000 sebelum minggu pertama kuliah dimulai, Rp3.600.000 sebelum minggu ke-8 dan Rp3.600.000 sebelum UAS. 

3. Mencari beasiswa

Tidak semua beasiswa S1 dalam negeri ditujukan untuk calon mahasiswa yang baru masuk kuliah. Ada banyak beasiswa yang ditargetkan untuk mahasiswa yang sudah aktif berkuliah dan memiliki prestasi tertentu. Salah satu contohnya adalah Beasiswa Djarum Plus yang menerima mahasiswa aktif minimal semester 3. 

4. Mengajukan keringanan UKT

Keringanan UKT umumnya dapat diajukan oleh mahasiswa yang sudah aktif kuliah namun mengalami penurunan kondisi keuangan tertentu, seperti orang tua atau wali-nya terkena musibah, sudah tidak menerima beasiswa lagi atau sedang menunggu proses yudisium (menjelang lulus). 

Keringanan yang ditawarkan bisa mencapai 50% dari UKT yang kamu peroleh, tergantung dengan alasan penurunan tersebut. Nah, penulis mendapatkan fasilitas keringanan ini setelah lepas dari beasiswa. 

5. Menabung untuk membayar UKT

Salah satu hal yang bisa kamu lakukan untuk membuat “UKT Terasa Ringan” adalah dengan menabung untuk membayar UKT. Meskipun tidak banyak, kamu bisa menyisihkan sebagian uang jajan bulanan atau uang hasil part-time kamu untuk membantu orang tua kamu membayar UKT. 

Misalnya, setelah penyesuaian, UKT kamu turun dari Rp12.000.000 per semester menjadi Rp8.000.000 per semester. Maka, selama 6 bulan berturut-turut, kamu bisa menabung setidaknya Rp200.000. Dengan demikian, orang tua kamu “hanya” membayar UKT sebesar Rp6.800.000 dan Rp1.200.000 sisanya berasal dari jerih payah kamu sendiri. 

Selain tabungan biasa, kamu juga bisa memanfaatkan berbagai produk perbankan untuk “menabung UKT” ini, contohnya:

  • Tabungan rencana. Dengan produk perbankan ini, kamu bisa menabung secara otomatis per bulan sesuai dengan jumlah tabungan yang disepakati. Uang hasil tabungan ini biasanya baru bisa “dicairkan” setelah setidaknya 1 tahun, sehingga ia hanya bisa digunakan untuk meringankan UKT semester genap saja. 
  • Kantong atau dompet terkunci. Beberapa bank digital menawarkan produk tabungan ini. Konsepnya hampir mirip dengan tabungan rencana, hanya saja ia lebih fleksibel. Kamu bisa menambah saldo dompet terkunci kapanpun dan dimanapun (berbeda dengan tabungan rencana yang sebulan sekali) dan bisa mencairkan tabungan ini 14 hari setelah ia dibuat. 
  • Deposito. Kamu punya saldo Rp1.000.000 di bank? Simpan saldo ini sebagai deposito, supaya waktu pembayaran UKT, ia bisa digunakan untuk membantu membayar UKT. Beda dengan tabungan biasa, umumnya deposito perbankan punya bunga lebih tinggi. 

Selain 3 produk perbankan di atas, kamu juga bisa “menabung UKT” dengan membeli reksadana atau obligasi pemerintah di pasar modal. Meskipun fluktuatif, hasil dari investasi ini bisa lumayan untuk meringankan pembayaran UKT di masa depan. 

Temukan Informasi Seputar Perkuliahan Lainnya di Skuling!

Sudah jadi rahasia umum kalau biaya pendidikan di Indonesia itu naik terus, khususnya untuk pendidikan tinggi (universitas). Tapi, hal ini bukan berarti kamu harus berhenti di tengah jalan begitu saja! Biaya kuliah bisa jadi lebih ringan kalau kamu lolos seleksi SNBP, SNBT atau seleksi beasiswa!

Kerjakan latihan soal UTBK dan tryout UTBK online di Skuling sekarang juga supaya kamu bisa lebih mantab dalam mempersiapkan UTBK nantinya! Follow juga website belajar UTBK Skuling untuk bisa mengetahui program beasiswa terkini. Kuy, daftar Skuling!