Table of Contents

Dunia Perkuliahan

10 Tips Mencari Judul Skripsi yang Tepat dan Menarik

Table of Contents

Memilih judul skripsi yang tepat dan menarik adalah langkah awal yang krusial dalam penulisan karya tulis ilmiah ini kedepannya. Hal ini karena judul atau topik skripsi secara langsung maupun tidak langsung dapat menentukan daftar pustaka, dan bahkan metode yang akan digunakan. 

Berikut ini beberapa tips cara menentukan judul skripsi yang tepat dan menarik:

1. Mulai Dari Minat Bakat

Tips membuat judul skripsi yang pertama adalah dengan mencari hal-hal yang kamu minati terlebih dahulu. Buat daftar khusus yang berisi topik-topik yang sekiranya kamu minati, kemudian cari potential research problem dalam topik-topik tersebut yang sekiranya sesuai dengan jurusan kamu. Contoh:

Sari adalah mahasiswa Jurusan Komunikasi. Dia punya minat di beberapa bidang berikut:

  • K-pop dan K-drama;
  • Traveling; 
  • Media Sosial. 

Dari 3 minat tersebut, Sari lantas mengidentifikasi potensi masalah komunikasi yang bisa diteliti berikut ini:

  • K-pop dan K-drama. Masih belum ada riset media yang mengkaji mengapa Kpop dan Kdrama cenderung adiktif;
  • Traveling. Menurut Sari, strategi komunikasi pemasaran dari pemerintah masih belum tepat sasaran. 
  • Media Sosial. Dari pengamatan Sari, banyak-banyak istilah-istilah baru yang muncul di internet seiring dengan semakin banyaknya Gen Z yang menggunakan sosial media dan belum banyak penelitian terkait kultur media sosial ini sebelumnya. 

2. Rajin Membaca Fenomena Sekitar

Tidak hanya dari minat dan bakat, topik atau judul skripsi potensial juga bisa diperoleh dari membaca fenomena alam dan sosial yang ada di sekitar kamu. Contohnya adalah fenomena fanwar Kpop di media sosial atau fenomena jastip saat traveling. 

Kumpulkan daftar topik yang kamu minati ini sebanyak-banyaknya karena di langkah-langkah selanjutnya, topik ini akan diseleksi.

3. Seleksi Topik Berdasarkan SMART Goals

Setelah banyak potensi topik kamu kumpulkan, pilih 1-5 topik dengan research problem yang sekiranya:

  • Specific. Cukup spesifik dan unik, sehingga jarang ada penelitian serupa di Indonesia; 
  • Measurable. Proses dan capaian riset kamu bisa diukur. 
  • Achievable. Pilih topik skripsi yang sekiranya bisa dicapai dengan kondisi sumber daya yang kamu miliki saat ini. 
  • Relevant. Topik penelitian kamu relevan dengan isu zaman sekarang. 
  • Time-bound. Pilih topik skripsi yang sekiranya bisa diselesaikan dalam waktu 6 bulan atau satu tahun (tergantung mahasiswa di kampus kamu umumnya menyelesaikan skripsi berapa lama). 

4. Cari Penelitian Sebelumnya

Tahap ini disebut dengan preliminary literature review. Tujuannya adalah untuk mengkonfirmasi kalau judul skripsi kamu ini unik atau jarang diteliti di Indonesia. Selain itu, langkah ini juga bertujuan supaya kamu memiliki dasar teori atas asumsi-asumsi penelitian yang sebelumnya sudah kamu miliki. 

Berikut ini beberapa sumber untuk mencari dokumen paper atau skripsi dari penelitian sebelumnya:

  • Perpustakaan kampus dan fakultas;
  • Google Scholar; 
  • Website repository penelitian, seperti Scopus, Web of Science atau SINTA. 

Kamu nggak perlu baca keseluruhan paper atau skripsi. Untuk menghemat waktu, kamu bisa cukup baca abstrak saja. Jika abstraknya menarik, bisa langsung baca Bab 5: Diskusi dan Kesimpulan. 

5. Cari Topik Skripsi Dari Penelitian Sebelumnya

Manfaat lain dari preliminary literature review, khususnya jika kamu membaca jurnal terbaru, adalah kamu bisa menemukan topik penelitian yang sedang ngetrend di kalangan peneliti. Caranya adalah, baca Bab 5 skripsi, disertasi atau jurnal tersebut dan cari bagian berjudul recommendation for future research atau recommendation for manager

Dalam bagian ini, peneliti biasanya mengemukakan potensi topik untuk penelitian lanjutan. Nah, kamu bisa menggunakan topik untuk penelitian lanjutan ini sebagai topik skripsi kamu. 

6. Riset Berantai dari Daftar Pustaka

Skripsi kamu mentok di tahap preliminary literature review karena bingung mencari paper sumber yang sesuai? Nggak perlu lagi! Salah satu cara mencari paper penelitian yang sesuai adalah dengan menelusuri daftar pustaka yang ada. Caranya:

  • Pilih 1-3 paper dan atau skripsi yang sesuai dengan topik kamu;
  • Scroll down ke bagian daftar pustaka (reference list);
  • Cari 1-3 nama peneliti yang sama-sama muncul di ketiga penelitian tersebut. Misalnya, di skripsi A, kamu menemukan nama Kusumawardhani S.W, maka kamu bisa mencari nama tersebut di daftar pustaka paper A dan paper B. Hal ini karena semakin banyak sebuah penelitian dijadikan sumber bagi penelitian lainnya, maka semakin kredibel pula penelitian tersebut. 
  • Jika sudah ketemu 1-3 nama yang sama, salin judul penelitiannya, lalu paste di website perpustakaan kampus atau Google Scholar. 

Jangan lupa, simpan paper yang sudah kamu kumpulkan di folder terpisah dan buat rangkuman data paper tersebut mulai dari nama pengarang, judul, tahun terbit dan hasil di file excel terpisah. 

7. Konsultasikan Ke Dosen

Kalau kamu sudah melakukan langkah 1-6 di atas, kamu sudah punya bekal yang cukup untuk konsultasi topik skripsi dengan dosen. Kamu bisa minta tolong beliau untuk membantu menyeleksi daftar topik skripsi yang sudah kamu pilih di tahap preliminary literature review di atas. 

Bisa jadi Dosen Pembimbing Skripsi kamu nggak hanya akan memberikan insight menarik, tetapi juga memberikan gratis akses jurnal-jurnal internasional berbayar supaya bisa kamu baca. 

8. Ubah Cakupan Penelitian

Salah satu trik mengerjakan skripsi yang bisa kamu coba, khususnya di tahap pencarian topik atau judul adalah mengubah cakupan (scope) penelitian yang sudah ada. Berikut ini beberapa aspek dari penelitian sebelumnya yang bisa kamu sesuaikan dengan kondisi kamu saat ini:

  • Metode. Misalnya, jurnal sumber kamu menggunakan metode kuantitatif yang rumit, maka kamu bisa tanya ke dosen mengenai metode penelitian lain yang serupa namun lebih mudah dipahami dan diaplikasikan. 
  • Objek penelitian. Contoh, jurnal sumber kamu menggunakan siswa SMA sebagai objek penelitian, maka kamu bisa menggunakan data dari mahasiswa. 
  • Lokasi penelitian. Penelitian sebelumnya dilakukan di Inggris, sementara skripsi kamu di Indonesia. 

Jika dirasa unik dan penting, detail mengenai perbedaan metode, objek dan lokasi penelitian tersebut bisa kamu cantumkan di judul, seperti contoh judul skripsi berikut ini:

Dampak Inflasi Terhadap Volume Pembelian Saham-Saham IDX Finance di Bursa Efek Indonesia

9. Diskusi Dengan Teman dan Kakak Tingkat

Selain dengan dosen, kamu juga bisa menyerahkan daftar potensi topik skripsi kamu ke teman atau kakak tingkat untuk membantu evaluasi. Kali aja mereka memiliki simpanan paper atau skripsi lama yang bisa kamu jadikan sumber tambahan atau bahkan mendorong kamu untuk melanjutkan penelitian mereka sebelumnya. Insight dari orang-orang sekitar seperti saat ini seringkali bisa memberikan perspektif tambahan yang bermanfaat. 

10. Menggunakan AI Untuk Cari Judul Skripsi

Artificial intelligence (AI) memang tidak boleh digunakan untuk menulis skripsi secara parsial maupun utuh, tapi, ia bisa digunakan sebagai alat brainstorming cari ide. Beberapa perusahaan teknologi kini bahkan mengembangkan AI yang bisa digunakan untuk mencari topik penelitian yang sedang ramai digunakan. Jadi, jangan sungkan bertanya ke Chat GPT mengenai topik penelitian apa yang sedang nge-trend di bidang kamu. 

Tapi ingat, jawaban dari AI belum tentu benar dan penggunaan AI untuk penulisan karya tulis ilmiah wajib diakui (acknowledged). Gunakan AI dan teknologi secara umum dengan bijaksana ya!

Yuk, Belajar Bareng Skuling!

Tips-tips membuat judul skripsi di atas juga berguna loh untuk kamu yang ingin menulis essay beasiswa, ikut lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan lain sebagainya. Sertifikat lomba-lomba seperti ini bisa kamu gunakan sebagai dokumen pendukung di SNBP atau SNBT UTBK nanti. Jangan lupa juga kerjakan latihan soal UTBK di Skuling dan share hasil tryout UTBK online kamu ke teman-teman kamu, supaya kalian bisa belajar bersama. Karena, belajar bersama teman di Skuling itu asyik loh!