Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) adalah salah satu program unggulan Kemendikti Saintek yang wajib kamu coba selama berkuliah di perguruan tinggi. Tidak hanya berpeluang untuk mendapatkan pendanaan riset, dan memulai modal bisnis, kamu juga berpeluang untuk melatih kemampuan kerjasama tim, berpikir kritis, dan jika lolos PIMNAS, berpeluang untuk berinteraksi dengan mahasiswa perguruan tinggi lain dari seluruh Indonesia.
Tapi, lolos PKM bukan hal yang mudah. Berikut ini beberapa strategi yang bisa kamu coba untuk lolos pendanaan PKM:
Strategi Ampuh Lolos Pendanaan PKM
1. Pahami pedoman PKM Terbaru
Tips lolos PKM yang pertama adalah dengan memahami pedoman PKM yang baru. Hal ini karena kebijakan penyelenggaraan PKM tahun ini bisa jadi akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Contohnya, sebelum tahun 2021, jenis PKM hanya ada 7 bidang (PKM 5 bidang, PKM Artikel Ilmiah dan PKM Gagasan Tertulis). Namun, saat ini sudah ada 10 jenis PKM yang bisa kamu pilih sesuai dengan spesifikasi luaran yang kamu inginkan.
2. Membaca banyak penelitian terbaru
Tidak hanya untuk PKM jenis riset atau artikel ilmiah saja, kamu wajib membaca banyak penelitian ilmiah terbaru, terlepas dari apapun jenis PKM yang akan kamu ikuti. Hal ini memiliki dua tujuan utama, yaitu (1) mencari ide penelitian, bisnis atau produk IPTEK baru, (2) membangun proposal PKM dengan menggunakan argumen dan data yang valid.
Sebab, pada dasarnya, PKM bertujuan supaya mahasiswa dapat membangun daya pikir kritis dan menulis karya ilmiah yang baik.
3. Bangun tim yang kompeten
PKM adalah salah satu kesempatan untuk membangun dan menjalin komunikasi dengan mahasiswa dari jurusan dan fakultas lain. Tapi, jangan asal pilih anggota grup, karena proses PKM cukup lama yaitu dari 6 bulan sampai 8 bulan, sehingga kamu butuh anggota tim yang solid.
Berikut ini beberapa kriteria yang bisa kamu pertimbangkan saat memilih anggota grup PKM:
- Skill. Contohnya, memilih mahasiswa akuntansi untuk mengurus bagian keuangan di PKM-K;
- Visi dan misi. Khususnya jika kamu memilih anggota tim yang kaya ide;
- Work ethic. Amati etika kerja calon teman grup kamu, apakah dia sering mangkir dari tanggung jawab atau tidak?
Tidak hanya dari teman dekat, kamu juga bisa memilih anggota tim berdasarkan dari rekomendasi teman kamu lainnya. Misal, kamu butuh mahasiswa kehutanan, karena penelitian kamu terkait dengan ekosistem hutan. Maka, kamu bisa bertanya ke grup PKM Universitas jika ada mahasiswa kehutanan yang tertarik untuk gabung dengan tim kamu.
Setelah menemukan anggota tim yang sesuai, jangan lupa untuk melakukan bonding terlebih dahulu sebelum mulai mengerjakan proposal. Tujuan bonding adalah untuk menyelaraskan visi misi dan memperkuat komunikasi.
4. Pilih ide PKM yang inovatif tapi tetap doable
Ide judul PKM yang baik memang sebaiknya kreatif, inovatif dan memiliki unsur kebaruan. Tapi, ingat juga kalau proyek PKM ini hanya berlangsung selama 6-8 bulan dengan jumlah dana yang cukup terbatas, sehingga pastikan ide-ide yang kamu kerjakan tetap realistis dan bisa dieksekusi (doable) dalam jangka waktu tersebut.
Contohnya, kamu ingin mengikuti PKM-K dengan ide bisnis “Inovasi Susu Nabati Untuk Penanganan Diabetes”. Selain harus mempertimbangkan komposisi tim dan dosen, kamu juga harus memastikan kalau laboratorium kampus kamu memiliki alat-alat yang memadai untuk membuat susu nabati khusus ini.
5. Cari dosen pembimbing yang sesuai
Tips lolos PKM yang ke-4 adalah cari dosen pembimbing yang pas. Sesuai dengan namanya, dosen pembimbing ini bertugas untuk membimbing kamu selama proses PKM.Jadi, kalau kamu sudah punya ide judul, pilihlah dosen pembimbing yang memiliki keahlian sesuai dengan judul tersebut.
Misalnya, kamu ingin mengangkat penerapan ekonomi sirkular di level desa. Maka, pilihlah dosen yang meneliti di bidang tersebut atau memiliki desa binaan yang menerapkan ekonomi sirkular. Tapi ingat, pastikan dosen tersebut mudah ditemui!
6. Melakukan persiapan dari jauh-jauh hari
Kalau kamu ingin lolos PKM dan PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional), maka sebaiknya kamu sudah mencari ide, potensi tim dan dosen pembimbing dari jauh-jauh hari. Hal ini karena umumnya, durasi pendaftaran PKM cukup singkat, sementara mencari teman grup, dosen pembimbing dan menulis dan revisi proposal pasti membutuhkan waktu lama. Belum lagi membuat surat menyurat untuk kebutuhan administrasi.
Jadi, persiapkan diri kamu setidaknya satu atau dua bulan sebelum proses pendaftaran dibuka. Pertama, ikuti terlebih dahulu akun PKM Center kampus kamu, sebab di PKM Center ini, kamu bisa mendapatkan informasi kapan pembukaan PKM gelombang terbaru, menjaring anggota tim yang sesuai. Biasanya, PKM Center juga menyelenggarakan forum-forum pelatihan yang beneficial untuk persiapan PKM maupun PIMNAS.
Yuk, Belajar Bareng Skuling!
Kegiatan pengembangan mahasiswa di kampus itu ada banyak. Apalagi jika kamu bisa masuk PTN terkemuka, kamu berpeluang untuk bisa mengikuti event di dalam maupun di luar negeri. Jadi, kalau ingin ikut acara-acara seperti ini dengan gratis, pastikan kamu masuk PTN dulu! Download Skuling dan kerjakan latihan soal UTBK dan tryout UTBK online di dalamnya dan pastikan satu tiket emas di PTN! Karena dengan Skuling, kamu bisa raih impianmu!

