Stuck saat mengerjakan skripsi adalah hal yang lumrah. Jangankan menulis skripsi, mahasiswa doktoral saja bisa membutuhkan waktu 6 sampai 7 bulan “hanya” untuk mencari judul.
Banyak mahasiswa yang mentok saat mengerjakan skripsi karena burnout skripsi. Hal ini bisa terjadi entah karena topik dan metode penelitian skripsi-nya yang kelewat sulit, sakit, masalah keluarga, atau karena kamu memiliki kesibukan lain selain belajar.
Tapi, stuck saat mengerjakan skripsi bukan berarti itu adalah waktunya berhenti. Berikut ini beberapa tips mengatasi stuck atau mentok saat mengerjakan skripsi.
Cara Mengatasi Stuck Saat Mengerjakan Skripsi
1. Istirahat dan refreshing
Tips mengerjakan skripsi saat stuck yang pertama adalah melakukan istirahat dan refreshing. Beri waktu jeda barang seminggu atau dua minggu untuk istirahat sementara waktu, supaya kamu bisa mulai mengerjakan skripsi dengan badan dan pikiran yang lebih fresh lagi.
Selama istirahat ini, kamu bisa mengerjakan hal-hal yang kamu sukai, seperti pergi ke pantai, nongkrong bareng temen atau sekadar main games. Pokoknya lakukan apapun yang bisa membuat otak dan fisik kamu segar kembali.
2. Konsultasi dengan dosen pembimbing
Stuck skripsi juga bisa disebabkan karena masalah topik dan metode skripsi yang terlalu sulit atau masalah keluarga. Misalnya, baru putus dari pacar, atau melakukan penelitian lapangan yang membutuhkan metode penelitian khusus.
Nah, untuk mengatasi hal ini, kamu bisa konsultasi dengan dosen pembimbing skripsi (DPS). Tidak usah malu atau takut, dosen pembimbing skripsi memang tugasnya adalah membantu kamu menyelesaikan tugas akhir S1 ini. Termasuk diantaranya apabila ada masalah keluarga yang bisa mengancam penyelesaian kuliah kamu.
Lalu bagaimana kalau dosen pembimbing skripsi susah dihubungi dan atau sering ke luar daerah/ luar negeri? Pertama, kamu bisa mengajukan bimbingan online. Kalau masih susah juga, segera hubungi Kaprodi untuk mengajukan penggantian dosen pembimbing skripsi.
3. Konsultasi dengan psikolog
Tidak dapat dipungkiri kalau konsultasi dengan dosen pembimbing skripsi seringkali tidak berujung dengan solusi, khususnya jika kamu mengalami kelelahan mental. Sebagai gantinya, kamu bisa menghubungi psikolog di klinik yang disediakan oleh pihak kampus atau ke psikolog puskesmas.
Konsultasi dengan psikolog bisa jadi tidak secara langsung membuatmu menemukan solusi atas permasalahan skripsi kamu. Akan tetapi, langkah ini berguna untuk membantumu menjernihkan jiwa dan pikiran, sehingga lebih terbuka lagi dengan ide-ide dan teori-teori baru.
4. Brainstorming dengan teman
Tips yang ke-4 untuk mengatasi stuck dalam menulis skripsi adalah dengan melakukan brainstorming, khususnya dengan teman kamu. Karena, orang lain dapat memberikan pendapat, pandangan atau masukan lain yang bisa jadi tidak kamu ketahui sebelumnya.
Selain dengan teman, kamu juga bisa memanfaatkan teknologi seperti Chat GPT untuk brainstorming. Tapi ingat, Chat GPT atau AI lainnya hanya boleh digunakan untuk brainstorming dan bukan untuk menulis skripsi secara keseluruhan. Pasalnya, jawaban yang diberikan oleh Chat GPT hanya berdasarkan probabilitas dari jawaban-jawaban yang sudah ada sebelumnya, selain itu, jawaban dari GPT juga sangat tergantung dengan prompt yang kamu masukkan. Jadi, jawaban-jawaban yang ia berikan perlu dicek ulang kebenarannya.
5. Cari inspirasi tambahan
Di era teknologi seperti saat ini, ada banyak sumber inspirasi skripsi yang bisa kamu gunakan untuk merefresh pemahamanmu mengenai suatu masalah (topik). Berikut ini beberapa tools yang bisa kamu pakai untuk cari inspirasi skripsi di internet:
- YouTube. Kini, banyak dosen atau sesama mahasiswa yang membagikan tips dan trik mengerjakan skripsi di YouTube mereka.
- Google Scholar. Sumber ini bisa kamu pakai untuk mencari inspirasi dalam bentuk buku atau jurnal penelitian.
- Open Knowledge Maps. Seringkali, mahasiswa S1 nggak punya akses yang memadai untuk membaca jurnal internasional atau tidak punya waktu untuk membaca seluruh jurnal yang ia butuhkan. Nah, platform ini berguna untuk mengetahui pola penelitian dari jurnal-jurnal tersebut. Jadi, kamu bisa langsung memilih jurnal tertentu yang bisa kamu akses dan sesuai dengan topik yang dibahas.
- Connected papers. Mirip dengan open knowledge map, website ini juga berguna untuk kamu yang ingin cari inspirasi dari jurnal-jurnal yang sesuai dengan penelitian kamu.
6. Pindah lokasi belajar
Salah satu cara yang paling mudah mengatasi stuck saat mengerjakan skripsi atau karya tulis ilmiah lainnya adalah pindah lokasi belajar alias cari suasana baru. Perpustakaan memang lokasi yang paling ideal untuk mengerjakan skripsi, tapi bukan berarti kamu harus terus menerus belajar di satu perpustakaan saja. Beda dengan SMA, dalam dunia perkuliahan, satu kampus bisa memiliki lebih dari beberapa perpustakaan sekaligus.
Pertama, kamu bisa pindah belajar dari satu perpustakaan ke perpustakaan lain. Sekedar pindah dari perpustakaan fakultas ke perpustakaan universitas juga bisa membantu. Selain itu, kamu juga bisa cafe hopping. Cari cafe yang memiliki fasilitas dan suasana mendukung untuk belajar, seperti Wifi lancar dan musik yang tidak terlalu kencang.
Sukses mengerjakan skripsi dengan baik nggak hanya akan mengantarkan kamu untuk lulus kuliah S1. Banyak mahasiswa yang menggunakan skripsinya untuk kemudian diterbitkan di jurnal nasional maupun internasional, diikutkan ke acara konferensi ilmiah dan berbagai program menarik lainnya. Program-program seperti ini cocok untuk “dikoleksi”, khususnya jika di masa depan kamu ingin menjadi guru, dosen atau peneliti.
Yuk, Belajar Bareng Skuling!
Mikirin skripsi bisa belakangan. Sekarang, mikirin TKA dan UTBK dulu.
Siapkan TKA dan UTBK-SNBT kamu bersama website belajar UTBK Skuling! Kerjakan latihan soal UTBK, tryout gratis TKA sampai latihan soal seleksi mandiri dan kedinasan hanya di satu aplikasi saja. Karena dengan Skuling, apapun tantangannya, kamu pasti bisa!

