Jurusan Agroteknologi
Jurusan ini tentang cara menanam tanaman pangan dan perkebunan dengan teknologi supaya hasilnya banyak, sehat, dan berkelanjutan.
Cocok buatmu?
Ambil Agroteknologi kalau kamu…
suka berkebun dan melihat tanaman tumbuh
peduli pada ketahanan pangan Indonesia
tertarik pada teknologi seperti drone atau hidroponik
senang bekerja di luar ruangan
Kurang cocok kalau kamu tidak tertarik pada tanaman dan kerja lapangan
Belajar apa
Yang kamu pelajari di Agroteknologi
Kamu belajar tanah, tanaman, hama dan penyakit, serta teknologi budidaya, dengan banyak praktikum di laboratorium, kebun percobaan, dan lapangan.
Tahun 1
- Biologi
- Kimia Dasar
- Dasar-Dasar Agronomi
- Pengantar Ilmu Tanah
Tahun 2
- Fisiologi Tumbuhan
- Dasar Perlindungan Tanaman
- Genetika Tanaman
- Kesuburan Tanah
Tahun 3
- Teknologi Budidaya Tanaman
- Pemuliaan Tanaman
- Pengendalian Hama Terpadu
- Pertanian Presisi
Tahun 4
- Teknologi Benih
- Praktik Kerja Lapangan
- Seminar
- Skripsi
Contoh mata kuliah umum, bukan kurikulum resmi kampus tertentu.
Skill yang kamu dapat
Mitos
Kuliah pertanian berarti jadi petani.
Fakta
Lulusan bekerja di perkebunan, perusahaan benih dan pupuk, riset, dan startup agritech.
Mitos
Agroteknologi tidak butuh sains.
Fakta
Ada kimia tanah, biologi tanaman, dan statistik untuk percobaan.
Prospek karir
Lulusannya kerja di mana?
Kisaran gaji per bulan dari iklan lowongan di JobStreet (25–75% tengah, semua level pengalaman, data November 2026). Lulusan baru biasanya mulai di bagian bawah kisaran.
-
Agronomist
Perkebunan, agro industriRp 4,2–5,4 jt / bulan
-
Asisten Kebun
Perkebunan sawit, karetRp 4,2–5,4 jt / bulan
Acuan: peran serupa di JobStreet, Agronomist -
Researcher
Lembaga riset pertanianRp 6–7,1 jt / bulan
-
Penyuluh Pertanian
PemerintahanRp 3,1–3,9 jt / bulan
Acuan: peran serupa di JobStreet, Field Officer -
Wirausaha Pertanian
Usaha sendiriData gaji belum tersedia
Langkah berikutnya
Mau masuk Agroteknologi? Cek dulu skormu.
Tryout gratis Skuling pakai penilaian IRT, mirip UTBK aslinya.
Kampus & skor
Kampus yang punya Agroteknologi
Kuota, peminat, dan keketatan dari SNPMB (jalur SNBT). Skor minimum dari data tryout Skuling 2026; zona aman = skor minimum + margin. Skor adalah estimasi, bukan passing grade resmi.
Cek peluang
Seberapa dekat kamu ke kursi impian?
Masukkan skor tryout terakhirmu, pilih kampus, dan lihat jaraknya ke zona aman.
Agroteknologi · Universitas Diponegoro
Peluangmu saat ini
Isi skor tryout terakhirmu untuk melihat label peluang dan berapa poin lagi menuju zona aman.
Estimasi dari data tryout Skuling, bukan passing grade resmi.
Jurusan serupa
Pilihan lain yang mirip
Dari blog Skuling
Baca lebih lanjut soal Agroteknologi
Kejar Mimpi Masuk PTN dengan Skuling.
Mulai dari subtes yang paling menentukan buat Agroteknologi. Cuma 5 soal, gratis, langsung ada pembahasannya.
Latihan 5 soal gratis
Pertanyaan soal Agroteknologi
Apa bedanya Agroteknologi dan Agroekoteknologi?
Pada dasarnya bidang yang sama dengan penamaan berbeda di tiap kampus.
Apa bedanya Agroteknologi dan Agribisnis?
Agroteknologi fokus teknik budidaya, Agribisnis fokus ekonomi dan bisnis pertanian.
Berapa skor UTBK untuk masuk Agroteknologi?
Tergantung kampusnya. Berdasarkan data tryout Skuling 2026, skor minimum Agroteknologi berkisar 399 sampai 665, dengan median 550. Yang tertinggi di UNDIP (665), yang terendah di UHO (399). Angka ini estimasi, bukan passing grade resmi.
Berapa gaji lulusan Agroteknologi?
Gaji awal lulusan Agroteknologi diperkirakan sekitar Rp 4,2–6 jt per bulan, dihitung dari kisaran bawah gaji di iklan lowongan JobStreet untuk profesi seperti Agronomist, Asisten Kebun, Researcher. Angka sebenarnya bergantung pada kota, perusahaan, dan pengalaman.
Kampus mana saja yang punya jurusan Agroteknologi?
Ada 47 kampus di data Skuling, antara lain UNDIP, UNS, UNSIL, UPN Veteran Jatim, UNEJ, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, dan lainnya. Lihat tabel di halaman ini untuk daftar lengkap.
Agroteknologi di kampus mana yang paling ketat?
Berdasarkan data SNPMB 2025 jalur SNBT, yang paling ketat adalah UNS (6,7%, 801 peminat), USU (8,4%, 1.147 peminat), UNDIP (8,6%, 787 peminat). Keketatan = daya tampung ÷ jumlah peminat.