Ada momen yang rasanya berbeda ketika bertemu seseorang di kampus yang dulu hanya bisa ia bayangkan. Kali ini, kami merasakannya saat berkunjung ke Universitas Indonesia dan bertemu SkulChamps yang kini menjalani hari-harinya sebagai mahasiswa.
Kami datang untuk mendengar cerita mereka. Bagaimana dulu mereka belajar? Jalur masuk apa yang mereka tempuh? Dan bagaimana rasanya ketika akhirnya tahu bahwa mereka diterima?
Jawabannya tidak seragam. Ada yang masuk lewat SNBP, ada yang menempuh UTBK. Beberapa sempat mencoba lebih dari satu jalur sebelum menemukan tempatnya. Dalam pertemuan ini, kami juga berkumpul dengan SkulChamps yang kini kuliah di Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II. Tujuan kampus dan jalurnya boleh berbeda, tetapi ada pengalaman yang mereka kenal bersama: masa ketika mereka masih berusaha dan belum tahu hasil akhirnya.
Sebelum menjadi mahasiswa UI, mereka juga pernah ragu
Dari luar, cerita masuk kampus sering terdengar singkat: belajar, ikut seleksi, lalu diterima. Padahal ada banyak hari di tengahnya yang tidak masuk ke cerita pendek itu.
Ada materi yang belum paham meski sudah dibaca berulang kali. Ada hasil latihan yang membuat lega, lalu hasil berikutnya yang bikin bertanya-tanya lagi. Ada saat ketika teman lain terlihat sudah siap, sementara kita masih mencari cara belajar yang cocok.
Mendengar SkulChamps bercerita mengingatkan kami bahwa jaket kuning yang mereka pakai hari ini tidak menghapus masa-masa tersebut. Mereka pernah berada di posisi siswa yang sedang menatap kampus tujuan dari jauh. Waktu itu, mereka pun belum bisa memastikan akan diterima.
Mungkin di situlah cerita mereka terasa dekat. Kalau kamu sedang mempersiapkan diri masuk UI dan masih sering ragu, kamu tidak harus menunggu rasa yakin datang dulu untuk mulai belajar.
Apa yang membuat UI layak diperjuangkan?
Bagi banyak calon mahasiswa, Universitas Indonesia punya daya tarik yang lebih besar daripada nama kampusnya. UI memiliki kampus di Depok dan Salemba, dengan pilihan bidang studi yang luas. Kampus Depok juga dikenal lewat ruang hijaunya, danau, serta kehidupan kampus yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai disiplin.
Saat berjalan di lingkungan kampus dan mendengar cerita SkulChamps tentang kuliah, tujuan yang tadinya terasa jauh jadi lebih mudah dibayangkan. Kamu mulai memikirkan hal-hal yang lebih nyata: jurusan apa yang ingin dipelajari, kegiatan seperti apa yang ingin dicoba, dan siapa dirimu beberapa tahun dari sekarang.
Pertanyaan itu penting. Ingin masuk UI bisa menjadi awal yang kuat, tetapi mengetahui alasanmu ingin kuliah di sana akan membantumu bertahan selama proses persiapan. Coba kenali program studi yang menarik buatmu, cari tahu apa yang dipelajari, lalu bayangkan apakah kamu ingin menjalani kesehariannya. Daftar program studi dan informasi penerimaan bisa kamu telusuri melalui laman resmi Penerimaan UI.
Jarak antara kamu dan kampus tujuan diisi oleh hal-hal kecil
Setelah mendengar cerita alumni, mudah untuk pulang dengan semangat besar. Yang lebih sulit adalah menjaga semangat itu ketika besok kembali berhadapan dengan soal yang belum bisa dikerjakan.
Karena itu, persiapan tidak perlu dimulai dengan janji untuk menguasai semuanya sekaligus. Mulailah dengan melihat kondisimu sekarang. Materi apa yang paling sering membuatmu berhenti? Saat latihan, apakah kamu kesulitan memahami konsep, membaca soal, atau mengatur waktu? Kalau mentok, ke mana kamu bisa bertanya?
Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan kecil itu memberimu langkah berikutnya. Satu topik dipahami. Satu kesalahan dibahas sampai jelas. Satu sesi belajar diselesaikan meski hari itu kamu sedang tidak terlalu bersemangat. Kemajuan seperti ini mungkin tidak selalu terasa dramatis, tetapi dari situlah persiapan yang sungguh-sungguh terbentuk.
Suatu hari, kamu bisa berada di sisi lain cerita ini
Bagian paling menyenangkan dari reuni ini adalah melihat SkulChamps bercerita tentang kampus yang sekarang menjadi bagian dari keseharian mereka. Dulu mereka mencari tahu bagaimana caranya bisa masuk. Hari ini, mereka bisa menunjukkan tempat mereka kuliah dan menceritakan perjalanan menuju ke sana.
Kami membayangkan ada siswa yang membaca cerita ini sambil masih menimbang: Apa aku punya kesempatan masuk UI?
Kamu belum tahu jawabannya hari ini. SkulChamps yang kami temui pun dulu tidak tahu. Namun kamu bisa memberi dirimu kesempatan yang lebih baik dengan mulai mengenali tujuanmu, memahami bagian yang perlu dilatih, dan terus belajar dari satu sesi ke sesi berikutnya.
Siapa tahu, di Skuling Reunion Journey berikutnya, giliran kamu yang menyambut kami dengan jaket kuning dan cerita perjuanganmu sendiri.
SkulChamps, janji ya ketemu di UI? 💛











