Table of Contents

Persiapan Kuliah

Sempat Dihapus, Benarkah Sistem Penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA akan Diadakan Kembali?

Table of Contents

Pada tahun ajaran 2025/2026 nanti, rencananya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Dikdasmen) akan menerapkan kembali sistem penjurusan yang dulu sempat dihapuskan oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim seiring dengan diterapkannya Kurikulum Merdeka. 

Tidak dapat dipungkiri kalau pemberlakuan sistem penjurusan ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat karena hal ini mengindikasikan tidak adanya kebijakan jangka panjang dalam pendidikan di Indonesia. Karena, setiap menteri atau presiden pasti membawa kebijakan baru. 

Tapi, kembali ke kebijakan lama seperti ini tidak selalu memiliki dampak buruk. Yuk simak selengkapnya!

Mengenal Sistem Penjurusan di SMA dan Macamnya

Sistem penjurusan di SMA adalah sistem yang menuntut siswa siswi SMA sederajat untuk memilih jurusan sesuai dengan minat dan bakatnya. Pengambilan jurusan ini umumnya mulai diterapkan ketika siswa tersebut masuk ke kelas 11, mengingat ia selama kelas 10 sudah “menjajal” nyaris semua mata pelajaran. 

Selama kelas-11 dan 12, siswa tersebut kemudian akan dibekali dengan mata pelajaran sesuai jurusan seiring dengan mata pelajaran wajib, seperti Bahasa Indonesia, Matematika dan Bahasa Inggris. Hal ini memungkinkan mereka untuk lebih fokus belajar pada mata pelajaran yang ingin dikuasai. 

Secara umum, penjurusan di SMA terbagi menjadi 3, yaitu:

1. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

Di Jurusan ini, kamu akan mempelajari berbagai mata pelajaran terkait dengan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), seperti Biologi, Kimia dan Fisika. Umumnya, sekolah menunjang siswa yang mengambil jurusan ini dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti laboratorium dan mata pelajaran praktikum. 

2. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

Ketika mengambil jurusan IPS, kamu tidak akan belajar Biologi, tetapi akan belajar Ekonomi, Akuntansi, Sejarah, Geografi dan Sosiologi. Selain itu, biasanya, materi Matematika yang akan kamu pelajari juga tidak sampai level Trigonometri, tetapi cukup sampai materi-materi Matematika yang masih terkait dengan ilmu sosial, seperti Limit, Derivatif, Integral dan Matriks. 

3. Bahasa

Meskipun tidak sebanyak jurusan IPA dan IPS, namun banyak juga sekolah yang membuka jurusan Bahasa. Sesuai dengan namanya, di jurusan ini, kamu akan lebih fokus mempelajari berbagai bahasa. Tidak hanya Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, beberapa sekolah juga menyediakan mata pelajaran Bahasa Jepang, Bahasa Korea dan Bahasa Arab untuk siswa siswi yang mengambil jurusan ini. 

Selain 3 bidang di atas, banyak Madrasah Aliyah baik negeri maupun swasta juga membuka jurusan keagamaan (MAK). Di jurusan ini, kamu bisa mempelajari pelajaran-pelajaran terkait agama dengan lebih dalam, seperti pelajaran Bahasa Arab, Tafsir Hadits, Ilmu Al-Quran dan lain sebagainya. 

Sistem penjurusan ini rencananya akan diterapkan kembali pada tahun ajaran 2025/2026, seiring dengan kembali ditetapkannya Ujian Nasional sebagai salah satu kriteria kelulusan SMA.

Tujuan Penjurusan di SMA

Tidak dapat dipungkiri kalau sistem penjurusan di SMA memiliki beberapa kekurangan, seperti siswa jadi lebih terbatas dalam memilih mata pelajaran yang ia sukai, dan adanya stigma kalau siswa siswi jurusan IPA lebih pintar dibandingkan dengan siswa siswi yang masuk jurusan IPS atau Bahasa. Akan tetapi, penerapan sistem penjurusan di SMA ini juga memiliki beberapa tujuan praktis, diantaranya:

1. Mempermudah siswa dalam memilih pendidikan dan jalur karir

Anak SMA memang masih remaja dan bisa jadi nggak tahu juga kedepannya mau sekolah dimana atau bekerja di bidang apa. Tapi, dengan sistem penjurusan ini, setidaknya mereka bisa memiliki sedikit gambaran mengenai potensi studi lanjutan dan pekerjaan yang akan mereka tempuh. 

Misalnya, dengan mengambil jurusan IPS, setidaknya kamu tahu kalau kamu kemungkinan besar tidak akan masuk jurusan kedokteran atau teknik atau bekerja di bidang tersebut. Hal ini bukan berarti kamu nggak bisa masuk jurusan tersebut sama sekali, tetapi lebih ke “kalau kamu ingin lintas jurusan ke jurusan saintek saat kuliah, kamu harus belajar dari 0 lagi setelah lulus SMA dan harus bisa mengejar ketinggalan dari teman-teman kamu”. 

2. Siswa mempelajari lebih sedikit pelajaran

Belajar 15-20 mata pelajaran yang berbeda setiap minggunya itu melelahkan, bro. Apalagi jika kamu harus mengerjakan mata pelajaran yang nggak disuka, double kill deh. Dengan mengambil jurusan tertentu sejak di SMA, siswa akan mempelajari lebih sedikit mata pelajaran. 

Setidaknya dengan mengambil jurusan IPS, kamu nggak perlu belajar fisika atau kimia dan dengan mengambil jurusan IPA, kamu nggak perlu berkutat dengan duit palsu dalam angka-angka akuntansi. 

3. Mempermudah proses seleksi perguruan tinggi

Di satu sisi, kurikulum merdeka memungkinkan siswa untuk mengambil berbagai mata pelajaran yang disukai dan mengambil jurusan apapun yang ia inginkan. Tapi, di sisi lain, kurikulum ini membuat input mahasiswa baru di perguruan tinggi seringkali tidak sesuai dengan harapan. 

Misalnya, dalam kurikulum merdeka, siswa SMA yang selama kuliah dominan mengambil mata pelajaran Biologi dan Ekonomi bisa mengambil jurusan kedokteran. Padahal, jurusan kedokteran ini membutuhkan mahasiswa yang kuat tidak hanya di Biologi, tetapi juga Fisika dan Kimia. Akibatnya, di semester pertama atau kedua, mahasiswa baru tadi akan ketinggalan dari teman-teman lainnya dan harus belajar Fisika dan Kimia dari 0. 

4. Mempermudah alokasi sumberdaya sekolah

Dalam sistem kurikulum merdeka, demand untuk guru suatu mata pelajaran tertentu tidak pasti karena ditentukan dengan banyaknya jumlah siswa yang ingin mengambil mata pelajaran tersebut. Misalnya, dalam tahun 2024 semester 1 ada 60 siswa kelas 11 yang ingin belajar Bahasa Inggris, sehingga dibutuhkan 2 guru untuk mengajar mata pelajaran tersebut. Tapi nyatanya pada tahun 2025 semester 2 hanya ada 35 siswa kelas 11 yang ingin mengambil mata pelajaran ini, sehingga kebutuhan guru harus diatur ulang. 

Hal ini juga berlaku pada masalah fasilitas fisik, seperti ruang kelas dan laboratorium. Tidak semua sekolah mendukung ada dua kelas atau lebih terjadi secara bersamaan jika permintaan terhadap suatu mata pelajaran cukup banyak. 

Penerapan kembali sistem penjurusan di SMA mencegah hal ini terjadi, karena sistem ini memungkinkan demand untuk mata pelajaran menjadi tetap atau konstan. Misalnya, ada 80 siswa jurusan IPS, maka permintaan untuk kelas akuntansi tetap akan 2 kelas, kecuali jika pada tahun ajaran berikutnya, ada perubahan permintaan yang signifikan. Misalnya, jumlah anak kelas 10 yang ingin masuk IPS berkurang menjadi 20 sisa saja.

Alasan Sistem Penjurusan di SMA Sempat Dihapus

Menurut beberapa sumber, penghapusan sistem penjurusan di SMA disebabkan karena dua hal yaitu sistem penjurusan yang membatasi siswa untuk eksplorasi mata pelajaran dan skill baru, serta adanya dikotomi kalau siswa jurusan IPA lebih pandai dibandingkan dengan siswa jurusan lain. 

Misalnya, dengan tanpa sistem penjurusan, siswa yang ingin kuliah di jurusan teknik bisa mengambil mata pelajaran fisika dan kimia dengan tanpa perlu mengambil pelajaran biologi. Sebaliknya, siswa yang ingin kuliah kedokteran bisa mengambil biologi tanpa belajar fisika. 

Benarkah Sistem Penjurusan di SMA Akan Diadakan Kembali?

Peraturan dan penerapan sistem ini masih digodog kembali oleh pemerintah. Namun, terlepas dari ada atau tidaknya sistem penjurusan ini, kamu wajib lebih hati-hati saat menentukan jurusan atau mata pelajaran yang ingin diambil. 

Pastikan kamu memilih sekolah, mata pelajaran yang sesuai dengan minat bakat kamu ya. Bahkan kalau perlu, segera konsultasi dengan orang tua maupun guru BK jika kamu masih kebingungan menentukan pilihan.

Yuk, Temukan Informasi Menarik Seputar Persiapan Kuliah Lainnya  di Skuling!

Jurusan apapun yang kamu pilih saat SMA tidak akan menjadi masalah kalau selama SNBT dan seleksi mandiri, kamu bisa membuktikan kepada kampus impianmu kalau kamu memang layak masuk ke jurusan tertentu. Tingkatkan kelayakan dan kemungkinan kamu masuk ke PTN impian dengan belajar menggunakan website belajar UTBK Skuling!

Kerjakan latihan soal UTBK-nya dan selesaikan tryout gratisnya dengan baik, supaya kamu bisa masuk jurusan apapun saat kuliah nanti. Kuy, kerjakan!