Table of Contents

Tips Belajar

7 Strategi Jitu Meraih Skor Tinggi di Ujian IELTS

Table of Contents

International English Language Testing System atau IELTS adalah salah satu tes kemampuan Bahasa Inggris yang banyak diterima di berbagai negara di seluruh dunia. Dengan memiliki sertifikat kemampuan Bahasa Inggris ini, kamu bisa mendaftar program exchange, beasiswa, Work Holiday Visa (WHV) atau bahkan melamar kerja di luar negeri. 

Skor IELTS berkisar antara 1-9 dengan skor 4.5 umumnya cukup untuk melamar kerja di luar negeri dan skor 6-7 cukup untuk melamar beasiswa ke luar negeri (tergantung jurusan). Skor IELTS untuk LPDP misalnya, minimal 6.0 untuk beasiswa dalam negeri dan overall  6,5 untuk beasiswa luar negeri. Skor ielts 6.5 setara dengan TOEFL ITP 550-600 atau tingkat B2 dalam CEFR. 

Karena standar yang cukup tinggi inilah banyak orang yang berlomba-lomba belajar tes IELTS. Berikut ini 7 strategi jitu meraih skor tinggi di ujian IELTS:

7 Strategi Jitu Meraih Skor Tinggi di Ujian IELTS

1. Kenali skema tes IELTS

Meskipun komponen tes IELTS dan TOEF iBT sama, yaitu listening, reading, writing dan speaking, namun teknis pelaksanaannya cukup berbeda. Berikut ini beberapa perbedaan skema antara tes IELTS dan TOEFL iBT:

Listening test

Ada 40 pertanyaan yang harus kamu jawab dalam 30 menit di tes listening IELTS. Berikut ini 2 perbedaan listening test IELTS dan TOEFL:

  • Tidak jarang, kamu akan mendengarkan narrator tes IELTS mengucapkan angka atau kode. Selain itu, beberapa soal listening IELTS juga menuntut peserta untuk memahami peta. Tipe soal seperti ini tidak ada di listening test TOEFL.
  • Umumnya, listening test IELTS menggunakan Bahasa Inggris aksen British. Hal ini berbeda dengan TOEFL yang menggunakan aksen Amerika Serikat. 

Reading test 

Ada 40 pertanyaan yang harus kamu jawab dalam waktu 60 menit di subtest reading IELTS. Untungnya, test reading IELTS mirip dengan tes reading TOEFL. Hanya saja, dalam beberapa kasus, skema atau pola test reading IELTS lebih susah diidentifikasi dibandingkan TOEFL. 

Ide utama paragraf dalam tes TOEFL umumnya bisa mudah diidentifikasi di bagian awal atau akhir kalimat. Namun, paragraf dalam reading test IELTS tidak demikian. Kamu harus jeli membaca soal dan stimulus yang disediakan soal tersebut. 

Writing test

Perbedaan utama test IELTS dan TOEFL terletak di writing test. Writing test TOEFL terdiri dari soal pilihan ganda yang mengedepankan analisis grammar. Di sisi lain, writing test IELTS “hanya ada 2 soal yang berupa soal essay” yang harus kamu selesaikan dalam waktu 60 menit. 

Soal pertama terdiri dari 150 kata dan soal kedua terdiri dari 250 kata. Dalam 2 soal ini, kamu akan diminta untuk menganalisis data dan memberikan pendapat mengenai suatu fenomena. Dalam writing test IELTS, yang dinilai tidak hanya ketepatan penggunaan grammar, tetapi juga penggunaan kosa kata Bahasa Inggris yang advance (lexical resource) dan ketersambungan antar paragraf. 

Speaking test

Speaking test IELTS terdiri dari 3 tahap soal. Soal pertama membutuhkan jawaban paling pendek mengenai kehidupan sehari-hari. Pada soal kedua, kamu akan diberi topik tertentu oleh penguji dan tugas kamu adalah menjelaskan topik tersebut secara mandiri (monolog) selama 2 menit. Soal ketiga, kamu akan berdiskusi dengan penguji mengenai topik yang diberikan di soal ke-2. 

2. Mendengarkan konten audio dan video Bahasa Inggris

Strategi cara mendapatkan skor IELTS tinggi yang ke-2 adalah rajin-rajin mendengarkan konten audio dan video Bahasa Inggris, khususnya konten yang menggunakan Bahasa Inggris aksen British atau Australia, seperti vide-videonya Sir David Attenborough di National Geographic, tayangan-tayangan dari BBC, kanal-kanal berita Australia, atau kamu juga bisa juga mendengarkan konten-konten Mr. Keminggris, orang Banyuwangi yang terkenal bisa menirukan Bahasa Inggris aksen British.

Saat ini juga sudah banyak content creator di YouTube yang secara khusus memberikan “kursus IELTS online”. Berikut ini beberapa diantaranya:

Dengan mendengarkan berbagai konten video dan audio di atas, kamu nggak hanya akan terbiasa mendengarkan orang bercakap menggunakan Bahasa Inggris aksen Inggris, tetapi juga bisa mencatat kosakata-kosakata yang sekiranya masih asing di telinga kamu.

3. Memperbanyak kosakata

Salah satu komponen penilaian dalam tes IELTS adalah lexical resource atau kemampuan untuk menggunakan kosakata yang bervariatif dan akurat. Kata-kata yang dinilai dalam lexical resource ini bervariasi mulai dari idiom atau peribahasa sampai kata-kata biasa tapi jarang digunakan. Misalnya, idiom out of the hook atau kata-kata unik, seperti snooping, ditching dan lain sebagainya. 

Tapi, penggunaan idiom dan kata-kata unik seperti ini juga harus tepat sesuai dengan konteks. Bukan tidak mungkin, penggunaan idiom yang tidak tepat justru akan mengurangi nilai kamu di writing skill atau speaking skill

Cara utama untuk memperbanyak kosakata Bahasa Inggris adalah dengan banyak membaca. Entah itu membaca subtitle, konten-konten Bahasa Inggris atau bahkan membaca jurnal ilmiah. Catat kata-kata yang belum kamu ketahui artinya, lalu cari maknanya di kampus. Kemudian, hafalkan dan coba gunakan kata-kata tersebut. 

4. Rajin mengerjakan soal tes

Sama seperti tes atau ujian lainnya, salah satu cara untuk memperbaiki skor IELTS kamu adalah dengan rajin mengerjakan soal tes di platform yang dilengkapi dengan pewaktu (timer). Tujuannya adalah supaya kamu bisa lebih akrab lagi dengan tipe-tipe soal IELTS dan cara pengerjaannya. 

Berikut ini rekomendasi platform yang bisa kamu gunakan untuk berlatih mengerjakan soal IELTS:

  • IELTS Online Test. Di platform ini, kamu bisa mengerjakan soal-soal listening, reading dan writing secara gratis. Hanya saja, skor yang akan langsung keluar hanya skor listening dan reading, sementara untuk mengetahui skor writing dan speaking, kamu harus membayar sejumlah biaya untuk koreksi dan penguji. 
  • IELTSpresso. Platform ini menyediakan layanan IELTS Simulation test berbayar sekitar Rp200.000 sampai Rp300.000 untuk sekali tes. Biaya ini sudah mencakup biaya soal, koreksi dan jasa penguji untuk writing dan speaking

Kamu juga bisa belajar menggunakan buku-buku latihan soal IELTS resmi. Buku-buku resmi, seperti IELTS Cambridge umumnya dilengkapi dengan pembahasan dan CD untuk menunjang belajar listening dan speaking secara mandiri. Hanya saja, belajar menggunakan buku menuntut kamu untuk mengoreksi kesalahan secara mandiri.

Kalau kamu ingin mengevaluasi dan meningkatkan kemampuan reading saja, kamu bisa mengerjakan latihan soal UTBK Bahasa Inggris di Skuling. Hal ini karena soal-soal Bahasa Inggris UTBK di Skuling kurang lebih mirip dengan soal reading TOEFL maupun IELTS (setara CEFR B2). 

5. Praktek speaking mandiri

Untuk speaking test, kadang hafal grammar dan tahu skema tes IELTS saja tidak cukup. Kamu perlu percaya diri di depan penguji supaya bisa ngomong lancar dan menyampaikan jawaban dengan struktur yang baik. 

Nah, oleh karena itu, kamu perlu praktek speaking mandiri. Selain bisa minta tolong teman untuk berpura-pura menjadi penguji, kamu juga bisa praktek mandiri dengan cara berbicara sendiri di depan cermin. 

Salah satu rekomendasi sumber belajar soal speaking test yang bisa kamu gunakan adalah buku latihan soal dari Kiran Makkar, seorang ahli Bahasa Inggris asal India. Kamu bisa melatih kemampuan speaking kamu dengan menjawab daftar soal yang ada di buku tersebut.

6. Praktek writing mandiri

Sama seperti speaking, coba hilangkan rasa takut kamu belajar menulis dalam Bahasa Inggris dengan lebih banyak praktek dan praktek. Kini, ada banyak cara loh untuk praktek writing dalam Bahasa Inggris, mulai dari menulis diary Bahasa Inggris, sampai mencoba membuat caption media sosial menggunakan bahasa ini. 

Nggak usah takut dapat feedback negatif dari pembaca. Anggap saja feedback tersebut sebagai upaya pembaca untuk membantu kamu lebih mulus dalam menulis Bahasa Inggris. 

7. Ikut kursus

Belajar mandiri itu penting, tapi ikut kursus IELTS juga penting. Apalagi buat kamu yang tipe belajarnya perlu diawasin atau harus ada temannya. Dengan ikut kursus online, maupun offline, intensif atau tidak, kamu setidaknya sudah menciptakan lingkungan yang mendukung untuk pengembangan skill IELTS. 

Biaya kursus IELTS di Indonesia bervariasi tergantung program dan lembaga. Beberapa lembaga kursus Bahasa Inggris di Pare, Jawa Timur menawarkan kursus intensif IELTS selama 1 bulan dengan biaya sekitar Rp1.000.000 belum termasuk biaya asrama dan biaya hidup. Tapi, ada juga lembaga kursus yang mematok biaya sekitar Rp1.500.000 sampai Rp4.000.000 per orang per kelas. Pilih kursus yang sesuai dengan kebutuhan kamu. 

Yuk, Belajar Bareng Skuling!

Tingkatkan kemampuan Bahasa Inggris kamu setara tingkat B2 CEFR dengan mengerjakan latihan soal UTBK dan tryout UTBK online di Skuling! Ingat, belajar Bahasa Inggris dan berbagai bahasa lainnya itu tidak instan. Akses Skuling sekarang juga dan tingkatkan kemampuanmu membaca dan menulis dalam Bahasa Inggris sejak dini. Karena dengan Skuling, kamu pasti bisa!