Pernah nggak kamu menghadapi materi yang susah diingat, tapi tetap harus menghafalnya karena merupakan materi ujian esok hari? Tenang, kini kamu bisa pakai teknik belajar yang akan memudahkan yaitu teknik mnemonik.
Bagaimana sih cara menerapkan teknik mnemonik? Simak penjelasan selengkapnya mulai dari pengertian, cara menerapkan dan contoh penerapannya berikut ini!
Apa Itu Teknik Mnemonik?
Teknik mnemonik adalah strategi atau metode untuk membantu seseorang mengingat informasi dengan cara membuat asosiasi khusus, seperti singkatan, gambar, cerita, rima, atau urutan tertentu.
Tujuannya supaya informasi yang awalnya rumit jadi lebih mudah diingat oleh otak. Kalau biasanya kita menghafal dengan cara mengulang-ulang, mnemonik menawarkan jalan pintas dengan mengubah informasi menjadi sesuatu yang lebih sederhana, unik, bahkan lucu.
Cara Menerapkan Teknik Mnemonik untuk Belajar
Menerapkan teknik mnemonik bukanlah hal yang sulit, teknik ini bisa dikreasikan menjadi banyak variasi agar kamu semangat dan ambis belajar. Simak deh cara menerapkan teknik mnemonik untuk belajar berikut ini!
1. Tentukan materi yang sulit diingat
Cara menerapkan teknik mnemonik untuk belajar yang pertama adalah menentukan materi yang suli diingat. Misalnya, kamu lagi stuck menghafalkan tabel periodik atau rumus fisika. Nah, sebagai langkah awal, siapkan dulu materinya.
2. Pilih jenis mnemonik yang cocok
Setelah materi yang sulit diingat sudah disiapkan, langkah selanjutnya adalah memilih jenis mnemonik yang cocok. Mnemonik memiliki jenis yang beragam bisa disesuaikan dengan gaya belajarmu. Beberapa di antaranya beserta contoh, simak berikut!
1. Akronim (Singkatan)
- Mengambil huruf awal dari beberapa kata untuk membentuk singkatan baru.
- Contoh teknik mnemonik akronim: Unsur golongan VIIA (F, Cl, Br, I, At) diingat dengan “Fulan Cinta Berat Itu Asli.”
2. Akrostik (Kalimat Singkat)
- Membuat kalimat dari huruf pertama setiap kata supaya urutannya mudah diingat.
- Contoh teknik mnemonik akrostik: Taksonomi makhluk hidup (Kingdom, Phylum, Class, Order, Family, Genus, Species) → “Kupu Putih Cantik Orang Fisika Gampang Sekali.”
3. Rima atau Lagu
- Mengubah informasi jadi sajak atau lagu supaya gampang diingat.
- Contoh teknik mnemonikRumus luas lingkaran (L = πr²) → dibuat jadi rima:
“Lingkaran luasnya, phi kali jari-jari kuadrat adanya.”
4. Chunking (Mengelompokkan)
- Membagi informasi panjang jadi kelompok kecil agar lebih mudah diserap.
- Contoh teknik mnemonik chucking: Perkalian 9 → hasilnya diingat berurutan: 09, 18, 27, 36, 45, 54, 63, 72, 81, 90.
5. Metode Loci (Memory Palace)
- Menghubungkan informasi dengan lokasi yang familiar, seperti rumah atau sekolah.
- Contoh teknik mnemonik metode loci: Bayangkan rumahmu. Di ruang tamu ada Soekarno (proklamasi), di dapur ada Soeharto (orde baru), di kamar ada Habibie (reformasi). Dengan begitu, urutan presiden Indonesia lebih gampang diingat.
6.Visualisasi atau Asosiasi Gambar
- Membuat bayangan visual yang unik, lucu, atau aneh agar melekat di memori.
- Contoh teknik mnemonik visualisasi: Mitokondria (power house of the cell) → bayangkan baterai raksasa dalam sel.
7. Cerita (Storytelling)
- Mengubah informasi jadi alur cerita sederhana.
- Contoh teknik mnemonik mengubah informasi jadi alur cerita: Hukum Newton diingat dengan cerita: anak malas (hukum I: benda diam tetap diam), anak rajin (hukum II: gaya = massa × percepatan), balas pukulan teman (hukum III: aksi-reaksi).
3. Buat asosiasi unik atau lucu
Kalau jenis mnemonik sudah kamu tentukan, saatnya buat asosiasi unik atau lucu sesuai gayamu sendiri. Semakin aneh, kocak, atau dekat dengan kehidupan sehari-hari, biasanya semakin gampang nempel di otak.
4. Gunakan imajinasi visual
Kalau sudah membuat asosiasi unik dan lucu, langkah selanjutnya adalah gunakan imajinasi visual. Bayangkan informasi itu dalam bentuk gambar nyata di kepala, karena otak lebih mudah mengingat gambar dibanding teks. Misalnya, perkalian 9 divisualisasikan seperti angka 9 yang turun tangga sambil meninggalkan jejak hasil perkalian, taksonomi biologi bisa dibayangkan sebagai kucing putih cantik yang lagi olahraga di gym, unsur Natrium (Na) divisualisasikan dengan sepiring nasi super asin, atau proklamasi kemerdekaan divisualisasikan Soekarno berbicara dengan mikrofon raksasa.
5. Ulangi secara berkala
Setelah membuat asosiasi unik dan divisualisasikan dalam pikiran, langkah berikutnya adalah ulangi secara berkala agar informasi tidak mudah hilang. Ingatan yang jarang dilatih biasanya cepat pudar, sehingga penting untuk meluangkan waktu mengulang mnemonik secara rutin, misalnya dengan mengucapkan akronim, membayangkan visualisasi, atau menuliskannya kembali. Pengulangan singkat namun konsisten akan membuat otak semakin terbiasa, sehingga informasi terasa otomatis muncul saat dibutuhkan, baik dalam ulangan, ujian, maupun diskusi di kelas.
6. Terapkan ke soal tau diskusi
Terakhir, kamu bisa menerapkan ingatanmu itu untuk mengerjakan soal-soal berkaitan dengan materi yang sulit diingat atau diskusi bersama teman. Kedua kegiatan tersebut membantu ingatanmu untuk terus mempertahakan hafalan yang kamu punya. Ini juga bisa jadi media evaluasi pembelajaran apakah teknik mnemonik ini sesuai dengan gaya belajarmu.
Belajar Lebih Seru Bareng Skuling!
Kalau mau menerapkan hasil belajar mnemonik tapi bingung cari soalnya, bisa coba latihan di Skuling, website belajar UTBK. Ada ribuan soal gratis yang bisa langsung diakses . Jadi, hafalan pakai teknik mnemonik bisa langsung dites lewat soal nyata. Nah, kalau mau naik level, ada juga Skuling Pro dengan fitur yang lebih canggih untuk bikin belajar semakin terarah.
Oh iya, kalau mau cari lebih banyak informasi soal teknik belajar, tips belajar UTBK, cara mendapatkan kampus impian sampai beasiswa baik dalam maupun luar negeri bisa di blog Skuling. Ikuti terus blognya sebab disana akan banyak informasi yang up to date. Tunggu apalagi? Yuk bergabung ke Skuling dan belajar lebih ambis!

