Berbeda dengan tahapan seleksi lainnya, tahapan tes administrasi seringkali dianggap remeh dan mudah oleh peserta seleksi. Padahal, gagal di tahap ini termasuk paling menyakitkan karena kamu sudah “kalah” sebelum berperang. Untuk lolos seleksi administrasi sekolah kedinasan itu juga perlu trik tersendiri. 

Berikut ini tips lolos administrasi sekolah kedinasan untuk kamu supaya kamu tidak kalah sebelum berperang!

1. Baca Syarat Dokumen Dengan Hati-Hati

Syarat berkas tes sekolah kedinasan itu berbeda-beda sesuai dengan kampus yang dituju. IPDN dan PKN STAN misalnya, memperbolehkan calon mahasiswa dengan usia di bawah 18 tahun untuk mendaftar dengan dua syarat dokumen yang berbeda: IPDN dengan menggunakan Kartu Identitas Anak (KIA), sementara STAN menggunakan Kartu Keluarga atau membuat Surat Pernyataan belum memiliki KTP. 

Cek syarat dokumen ini lebih penting lagi, apabila:

  • Kamu belum punya KTP;

  • Kamu belum punya Ijazah;

  • Kamu berasal dari Maluku atau Papua;

  • Kamu ingin mendaftar jalur afirmasi kewilayahan;

  • Kamu menempuh SMA atau sederajat di luar negeri;

Hal ini karena umumnya perbedaan syarat dokumen antar sekolah kedinasan terletak di faktor-faktor tersebut. 

2. Cek Syarat Nilai

Kamu masih bingung mau daftar PTN Kedinasan apa? Pilih saja PTN yang memberikan syarat nilai rapor yang sesuai dengan nilai rapor kamu. Misalnya, jika rata-rata rapor kamu 75,0 termasuk Bahasa Inggris dan Matematika, maka kamu bisa pilih IPDN atau Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia (Poltekimipas). Akan lebih baik lagi jika nilai rata-rata rapor kamu, termasuk nilai Matematika dan Bahasa Inggris, adalah 80, kamu bisa daftar IPDN, Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia (Poltekimipas) sekaligus STAN. 

Ingin masuk PTN Kedinasan tahun depan? Yuk siapkan kemampuan diri kamu mengerjakan latihan soal UTBK dan kedinasan yang ada di aplikasi Skuling! Skuling menghadirkan latihan soal dan tryout UTBK dan kedinasan yang lengkap untuk dikerjakan sendiri maupun bareng-bareng bersama teman. Jadi, cukup satu aplikasi saja untuk masuk ke perguruan tinggi impian, entah itu PTN Akademik maupun PTN Kedinasan.  

3. Siapkan Foto Formal dengan Latar Belakang Biru dan Merah

Dokumen pendaftaran sekolah kedinasan yang sering membuat peserta gagal di tahap administrasi adalah foto. Meskipun sederhana, beda PTN Kedinasan beda syarat latar belakang foto. Berikut ini detailnya:

  • PKN STAN : Foto formal latar belakang bisa biru atau merah, selama gambarnya jelas;

  • IPDN : Foto formal 4x6 latar belakang warna merah;

  • Poltekimipas:  Foto formal 4x6 latar belakang warna biru;

  • Poltekip:  Foto formal 4x6 latar belakang warna merah;

  • Poltek STIS: Foto formal latar belakang bisa biru atau merah, selama gambarnya jelas;

  • STMKG : Foto formal 4x6 latar belakang warna merah;

  • STIN : Foto seluruh badan dengan ukuran 3R (sekitar 8,9 x 12,7 cm) dengan posisi menghadap ke depan. Baju yang digunakan adalah atasan putih dan bawahan hitam. Laki-laki menggunakan latar belakang biru dan perempuan menggunakan latar belakang merah. Foto diunggah dalam format jpeg maupun pdf dengan nama foto3R. Selain foto pribadi peserta, STIN juga mempersyaratkan foto pribadi  orang tua. 

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, kecuali kalau kamu mau masuk STIN, sebaiknya kamu mempersiapkan foto ukuran 4x6 dengan latar belakang warna biru dan merah sekaligus. 

4. Pastikan Ukuran dan Format Berkas Sesuai

Hal yang tak kalah penting lagi dalam mempersiapkan berkas tes sekolah kedinasan adalah pastikan ukuran dan format berkas sesuai dengan  permintaan instansi terkait. Berikut ini beberapa rinciannya:

  • Format dokumen : PDF atau JPG (umum), JPEG (STIN); 

  • Ukuran dokumen: 500 KB (dokumen kecil, seperti Ijazah), 1000 KB (dokumen cukup besar, seperti rapor), 2000 KB (dokumen hasil penggabungan dari beberapa dokumen lainnya). Kalau ukuran berkas yang kamu siapkan lebih besar, kamu bisa melakukan compress pdf atau jpg secara online di situs yang aman. Tapi, setelah di-compress, jangan lupa pastikan kejelasannya. 

  • Penamaan dokumen: Selain STIN, tidak ada format penamaan dokumen secara khusus. Namun, pastikan kamu memberikan nama dokumen-dokumen tersebut dengan nama yang formal dan mudah diidentifikasi. Contohnya, “Aliya Salsabilla Rais_Ijazah SMA” atau “Aliya Salsabilla Rais_Surat Pernyataan Bebas Narkoba”. 

Selain ketiga ketentuan di atas, pastikan semua hasil pindaian (scan) berkas tes terlihat jelas dan tidak buram. Hal ini termasuk apabila di Ijazah kamu terdapat nomor seri khusus. Tujuannya adalah supaya panitera seleksi dapat dengan mudah memeriksa keaslian dokumen-dokumen tersebut. 

5. Pastikan Keabsahan Syarat Kredensial

Penyebab lain peserta gagal di tahap administrasi adalah mereka kurang teliti terhadap syarat kredensial, seperti:

  1. Bisa tanda tangan basah/elektronik dan keabsahan tanda tangan digital tersebut. 

  2. Tinta yang digunakan dalam tanda tangan;

  3. Bisa pakai meterai 10.000 offline atau harus pakai e-meterai dan keabsahan e-meterai tersebut. 

Hal ini karena banyak peserta yang terburu-buru mendaftar di PTN Kedinasan favorite mereka yang menggunakan e-meterai dari platform yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, seperti membeli dari Shopee atau Tokopedia, atau membubuhkan tanda tangan elektronik palsu. Perlu diketahui bahwasannya e-meterai dan tanda tangan elektronik dari platform resmi yang sudah diawasi oleh Komdigi dapat dilihat riwayatnya, mulai dari dibeli oleh siapa dan digunakan kapan. Jadi, keasliannya dapat dipastikan. 

6. Simpan Semua Dokumen Di Tempat Aman

Berkas tes sekolah kedinasan adalah berkas-berkas penting yang harus dijaga keamanannya. Simpan soft file dokumen ini di folder khusus di aplikasi penyimpanan awan (cloud storage) yang dilengkapi dengan password supaya hanya kamu yang bisa mengakses dokumen-dokumen tersebut. Sebagai tambahan, hindari mengunduh berbagai dokumen ini dengan menggunakan wifi publik tanpa password untuk menghindari risiko peretasan dan penyadapan digital. 

7. Unggah Berkas Sesuai Tempatnya Lalu Cek Kembali

Banyak peserta seleksi sekolah kedinasan dan tes CPNS yang gagal di tahap administrasi karena kurang teliti dalam mengunggah berkas prasyarat dan kurang teliti dalam mengisi data diri ke dalam formulir. Oleh karena itu, sebelum klik “Submit”, pastikan seluruh data yang kamu masukkan sudah benar, tidak ada typo dan tidak ada data yang tidak sesuai dengan database pemerintah. 

Jangan tergesa-gesa, cek semua dokumen dan data diri dengan teliti baru pencet “Submit”. 

Yuk, Belajar Bareng Skuling!

Mau PKN STAN atau IPDN ya? Atau malah Poltek SSN? Apapun pilihannya, yuk gunkan Skuling aja! Di Skuling kini ada fitur campus success probability yang bisa membantu kamu memilih kampus dan program studi impian! Skuling kini juga punya teman bernama Impia.id yang siap membantu kamu mempelajari materi-materi tes SKD dan SKB Kedinasan serta CPNS dengan lebih komprehensif. Yuk tunggu apa lagi! Unduh Skuling kamu sekarang juga!