Table of Contents

Tips Belajar

Apa Itu Teks Editorial? Simak Pengertian, Jenis, Struktur, dan Contohnya!

Table of Contents

Teks editorial bisa dibilang teks yang tidak netral, mengapa demikian? Sebab teks ini mengandung pendapat atau sikap terhadap suatu isu. Jadi bisa subjektif namun tetap harus dibangun dengan fakta, data dan logika.

Mau tahu lebih lanjut mengenai teks editorial? Simak pengertian, jenis, struktiur dan contoh teks editorial selengkapnya dalam artikel ini!

Apa Itu Teks Editorial?

Teks editorial adalah tulisan opini yang biasanya diterbitkan di media massa, seperti surat kabar, majalah, atau portal berita. Teks editorial untuk membahas masalah atau informasi yang sedang menjadi perhatian publik. Editorial mewakili pandangan resmi redaksi, bukan penulis secara pribadi, sehingga bersifat mengajak pembaca untuk melihat suatu masalah dari sudut pandang tertentu.

Meskipun berbasis opini, teks editorial disusun dengan landasan fakta dan data yang relevan agar argumen yang disampaikan kuat dan kredibel. Umumnya, teks ini memiliki tujuan mempengaruhi opini publik, memberi penilaian terhadap suatu isu, atau mendorong perubahan kebijakan. 

Jenis-jenis Teks Editorial

Teks editorial sendiri memiliki beberapa jenis, supaya mudah membedakannya sebaiknya kamu mengetahui jenis-jenisnya berikut ini!

1. Editorial Penjelasan (Interpretative Editorial)

  • Bertujuan menjelaskan latar belakang, konteks, dan makna suatu peristiwa atau isu.
  • Biasanya menyajikan fakta secara detail agar pembaca memahami masalah secara utuh.

2. Editorial Argumentatif (Persuasive/Argumentative Editorial)

  • Mengajak pembaca untuk menyetujui atau mendukung sudut pandang tertentu.
  • Menggunakan data, logika, dan alasan kuat untuk membangun argumen.

3. Editorial Kritik (Critical Editorial)

  • Menyampaikan kritik terhadap kebijakan, tindakan, atau fenomena tertentu.
  • Disertai analisis dan saran perbaikan.

4. Editorial Pujian (Commendatory Editorial)

  • Memberikan apresiasi atau penghargaan terhadap keberhasilan, prestasi, atau kebijakan yang dinilai positif.

5. Editorial Prediksi (Predictive Editorial)

  • Memperkirakan dampak atau arah perkembangan suatu isu di masa depan.
  • Biasanya disertai penjelasan mengapa prediksi tersebut masuk akal.

6. Editorial Hiburan (Humorous Editorial)

  • Disampaikan dengan gaya ringan, humor, atau sindiran untuk menghibur sekaligus menyampaikan opini.

Ciri-ciri Teks Editorial

Teks editorial punya gaya dan fungsi yang khas, sehingga bisa dibedakan dari jenis teks lainnya. Salah satu cara mengenalinya adalah dengan memahami ciri-ciri yang dimilikinya berikut ini!

  1. Bersifat opiniatif – teks editorial pada umumnya bersifat opiniatif yaitu berisi pandangan atau pendapat penulis terhadap suatu isu.
  2. Topik aktual – membahas peristiwa atau masalah yang sedang hangat diperbincangkan.
  3. Disertai data dan fakta – meski memuat opini, tetap didukung informasi yang valid.
  4. Bertujuan mempengaruhi pembaca – mendorong pembaca untuk memiliki sudut pandang tertentu.
  5. Bahasa lugas dan persuasif – mudah dipahami dan mampu meyakinkan pembaca.
  6. Menggunakan bahasa yang baik dan benar – penulis editorial diharapkan memahami dan menerapkan hukum KPST sehingga teks tampak rapi, dan terstruktur. 

Struktur Teks Editorial

Agar bisa disebut sebagai teks editorial, sebuah teks harus memenuhi struktur tertentu. berikut struktur umum teks editorial!

1. Pernyataan pendapat (tesis)

Pertanyaan pendapat merupakan bagian pembuka yang memuat isu atau masalah yang akan dibahas. Bisanya penulis menyampaikan sikap atau pandangan umum terhadap isu tersebut.

Contoh: “Kenaikan harga BBM memicu reaksi keras masyarakat.”

2. Argumentasi

Pernyataan pendapat biasanya diikuti dengan argumentasi. Argumentasi sendiri biasanya berisi alasan, data, dan fakta yang mendukung pendapat penulis. Bagian ini bisa memuat kutipan, hasil riset, atau perbandingan.

Contoh: “Berdasarkan data BPS, kenaikan harga BBM berdampak pada inflasi sebesar X%.”

3. Penegasan ulang pendapat

Terakhir, adalah bagian penegasan ulang pendapat. Bagian ini merupakan bagian penutup yang menguatkan kembali sikap penulis. Umumnya, sering disertai ajakan, solusi, atau harapan.

Contoh: “Pemerintah harus mencari solusi yang tidak membebani rakyat.”

Unsur Kebahasaan Teks Editorial

Selain memahami struktur teks editorial, satu hal lagi yang harus kamu tahu soal teks satu ini. Ya, unsur kebahasaan atau kaidah kebahasaan. Berikut kaidah kebahasaan sebuah teks editorial!

  1. Kalimat opini → untuk menyampaikan pandangan penulis.

Contoh: “Kebijakan ini kurang tepat bagi kondisi ekonomi saat ini.”

  1. Kalimat fakta → untuk memperkuat argumentasi.

Contoh: “BPS mencatat inflasi sebesar 3,2% pada bulan lalu.”

  1. Kata emotif atau persuasif → untuk mempengaruhi pembaca.

Contoh: “Ironisnya, kebijakan ini justru merugikan rakyat kecil.”

  1. Konjungsi kausalitas (sebab-akibat) → misalnya: karena, sebab, akibatnya.
  2. Konjungsi argumentatif (menjelaskan alasan) → misalnya: oleh karena itu, dengan demikian, maka.
  3. Kata kerja mental → misalnya: menganggap, menilai, meyakini.

Contoh Teks Editorial

Kamu tentu sudah memiliki gambaran mengenai teks editorial. Supaya lebih kuat gambaran yang kamu punya, kamu bisa perhatikan contoh teks editorial yang satu ini!

Pemerintah dan Tantangan Menekan Harga Pangan

Kenaikan harga pangan yang terjadi belakangan ini menjadi perhatian serius. Pemerintah sebagai pengendali kebijakan ekonomi perlu mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga demi mencegah beban berlebihan pada masyarakat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi bahan pokok mencapai 4,1% pada bulan lalu, dipicu kenaikan harga beras, cabai, dan minyak goreng. Kondisi ini diperparah oleh distribusi yang tidak merata dan ketergantungan impor pada komoditas tertentu.

Pemerintah sebenarnya telah menggelar operasi pasar, tetapi langkah ini bersifat jangka pendek. Kebijakan jangka panjang seperti memperkuat produksi dalam negeri, memperbaiki rantai pasok, dan meminimalkan ketergantungan impor harus segera dijalankan. Dengan demikian, kestabilan harga dapat tercapai tanpa mengorbankan petani lokal.

Pemerintah perlu segera bertindak, tidak hanya meredam gejolak harga, tetapi juga membangun sistem pangan yang mandiri dan berkelanjutan. Tanpa langkah serius, rakyat akan terus menjadi korban fluktuasi pasar yang tidak terkendali.

Teks di atas merupakan contoh teks editorial. Tips mengerjakan soal literasi bahasa Indonesia termasuk teks editorial agar lebih mudah mengidentifikasinya kamu bisa gunakan tabel berikut ini: 

StrukturContoh CuplikanUnsur Kebahasaan
Tesis“Pemerintah… perlu mengambil langkah strategis…”Kalimat opini, kata kerja mental (perlu), kata persuasif (strategis)
Argumentasi“Data BPS menunjukkan inflasi… 4,1%”Kalimat fakta, konjungsi kausalitas (dipicu, diperparah), konjungsi argumentatif (dengan demikian)
Penegasan Ulang“Pemerintah perlu segera bertindak…”Kalimat persuasif, kata emotif (segera), kata kerja mental (bertindak)

Temukan Informasi Dunia Perkuliahan Lainnya di Skuling!

Buat kamu yang sedang duduk di bangku SMA, apalagi yang lagi serius mempersiapkan diri untuk UTBK atau mencari peluang beasiswa, menguasai materi Bahasa Indonesia secara mendalam itu penting banget. Mulai dari pemahaman teks editorial, struktur penulisannya, sampai kaidah kebahasaannya semuanya berperan dalam meningkatkan kemampuan literasi yang nantinya sangat berguna di ujian maupun di dunia akademik.

Kalau kamu mau belajar lengkap tentang materi-materi ini, kamu bisa mengunjungi blog Skuling yang membahas berbagai topik pelajaran SMA, strategi UTBK, hingga tips mendapatkan beasiswa. Semua pembahasannya dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami dan disertai contoh yang relevan dengan soal-soal ujian.

Nah, kalau bicara tentang belajar di Skuling.id, ada banyak fitur yang bisa kamu manfaatkan. Untuk layanan gratis melalui website belajar UTBK satu ini, kamu bisa melakukan tryout UTBK online kapan dan dimana saja sesuai dengan mood belajarmu. Tersedia ribuan soal yang selalu upgrade dan mirip dengan soal asli, bisa bantu kamu naikkan jam terbang mengerjakan latihan soal UTBK. 

Sementara itu, untuk layanan berbayar melalui Skuling Pro, kamu akan mendapatkan akses ke Skuling Tryout yang menyajikan simulasi UTBK lengkap dengan pembahasan dan nilai, Skuling Battle untuk menguji kecepatan dan ketepatan menjawab soal melawan pengguna lain, serta Campus Success Probability yang membantu mengecek peluang masuk jurusan atau kampus impian berdasarkan hasil tryout

Dengan memanfaatkan layanan tryout gratisnya, kamu bisa mulai belajar tanpa biaya, dan jika ingin latihan yang lebih intens serta terarah, kamu tinggal melakukan upgrade ke Skuling Pro untuk mengakses fitur premium. Jadi, selain membantu memahami teks editorial, Skuling juga mempersiapkan kamu secara menyeluruh untuk menghadapi ujian masuk perguruan tinggi impianmu. Yuk, mulai belajar sekarang di Skuling dan wujudkan target akademikmu!