Table of Contents

Dunia Perkuliahan

Mitos dan Fakta Kuliah Jurusan Psikologi, Ternyata Begini Loh!

Table of Contents

Salah satu stigma yang dihadapi oleh anak Psikologi adalah stigma kalau “Anak Psikologi bisa membaca pikiran dan atau melihat hantu.” Stigma ini salah ya teman-teman. Karena anak Psikologi belum tentu punya kemampuan melihat hantu (indigo) dan memiliki kemampuan membaca pikiran. 

Dilansir dari Ensiklopedia Britannica, Psikologi adalah ilmu yang mempelajari kondisi mental, proses mental dan perilaku manusia secara scientific. Oleh karena itu, untuk “membaca pikiran dan perilaku”  manusia, anak Psikologi juga perlu membutuhkan proses dan metodologi penelitian, tidak seperti peramal atau pembaca kartu tarot. 

Selain stigma tersebut, ada banyak lagi mitos-mitos yang berkutat seputar anak Psikologi dan hal-hal yang mereka pelajari. Apa saja mitos-mitos tersebut? Yuk ketahui selengkapnya:

Mitos dan Fakta Kuliah Jurusan Psikologi

Tidak ada Matematika di Psikologi

Banyak calon mahasiswa yang salah masuk ke Jurusan Psikologi hanya karena anggapan bahwa di jurusan ini tidak ada mata pelajaran matematika. Faktanya, di Jurusan Psikologi juga ada mata pelajaran Matematika dan Statistika. Sebab, dua mata pelajaran ini tetap dibutuhkan untuk menyusun dan menganalisis skripsi. 

Tapi, kamu nggak perlu khawatir. Tingkat Matematika yang diajarkan di jurusan ini tidak sesusah Jurusan Matematika murni, Jurusan Pendidikan Matematika dan atau jurusan lain yang membutuhkan analisis kuantitatif yang lebih kuat. 

Jurusan Psikologi hanya untuk Anak IPS

Eits! Siapa bilang? Kuliah Psikologi terbuka untuk calon mahasiswa yang berasal dari Jurusan IPS atau IPA sekaligus. Bahkan, anak SMK sekalipun bisa masuk ke program studi ini, tentunya asalkan dia lolos SNBP, UTBK-SNBT atau seleksi mandiri perguruan tinggi. 

Tapi tentunya, karena Psikologi bisa dipilih oleh anak dari berbagai jurusan ini, Jurusan Psikologi jadi termasuk jurusan paling ketat di kluster Sosiohumaniora. Di UI misalnya, diperkirakan dari hampir 1.900 pendaftar Jurusan Psikologi tahun 2023 melalui SNBP dan SNBT, hanya ada sekitar 100-an mahasiswa yang diterima. Ini artinya, peluang lolos masuk ke jurusan ini di UI “hanya” sekitar 4% alias dari 100 orang pendaftar hanya akan ada 4 orang yang diterima. 

Nah, agar jalur masuk kamu ke jurusan ini lebih mulus dari jalan tol, gunakan aplikasi latihan soal UTBK Skuling untuk belajar! Karena, di website belajar UTBK ini, kini sudah ada kumpulan soal TKA, UTBK-SNBT, berbagai paket tryout gratis dan bahkan seleksi mandiri perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Jadi, satu aplikasi saja untuk semua jalur masuk PTN. 

Lulusan Jurusan Psikologi akan menjadi Psikiater

Psikolog dan Psikiater adalah dua profesi yang mirip tapi berbeda. Perbedaan paling mencolok dari dua profesi ini adalah Psikiater boleh memberikan resep obat dan mengawasi pasien selama mengkonsumsi obat tersebut, sementara Psikolog tidak. Psikolog membantu mengatasi masalah pasiennya dengan memberikan jasa konseling dan terapi. Kiranya masalah pasien tersebut ternyata lebih kompleks, maka Psikolog bisa memberikan rujukan berobat ke Psikiater tertentu. 

Jalur pendidikan kedua profesi ini juga berbeda. Untuk menjadi Psikolog, kamu harus mengambil S1 Psikologi, S2 Psikologi dan Program Profesi Psikolog. Di sisi lain, untuk menjadi seorang Psikiater, kamu perlu mengambil S1 Pendidikan Dokter atau Kedokteran, lanjut koas dan internship, untuk kemudian mengambil Pendidikan Spesialis Kejiwaan. 

Prospek kerja lulusan Psikologi sempit

Meskipun tidak bisa bekerja sebagai Psikiater, namun bukan berarti peluang kerja lulusan Jurusan Psikologi sempit. Selain bisa menjadi Psikolog Profesional, kamu juga bisa menjadi Dosen dan peneliti di bidang Psikologi, Guru BK, trainer di bidang sumber daya manusia, Konsultan Pernikahan dan bahkan staff maupun manager HRD jika kamu mengambil peminatan Psikologi Industri. 

Bahkan, profesi sebagai Psikolog itu sendiri ada berbagai jenis. Kamu bisa menjadi Psikolog Anak, Psikolog Forensik atau Kriminal (seperti profiler), Psikolog Klinis, Psikolog Pendidikan dan lain sebagainya. Tentunya, peminatan ini akan kamu dapatkan di Program Profesi Psikologi. 

Anak Psikologi bisa mengobati dirinya sendiri

Sama seperti dokter, mahasiswa atau lulusan Jurusan Psikologi juga tidak bisa mengobati dirinya sendiri. Bahkan, banyak yang merasa bahwa kuliah Psikologi adalah kuliah untuk menggali dan mengobati luka diri sendiri. Maka dari itu, tidak heran jika mahasiswa Psikologi banyak yang berkonsultasi ke Psikolog profesional atau ke dosen mereka sendiri. 

Bukan tidak mungkin pula, seorang Psikolog akan merasa kewalahan dan kelelahan saat menghadapi pasien sulit. Jika kamu sudah menonton series Netflix “Adolescence” tentunya, kamu bisa mengamati betapa kelelahannya tokoh Psikolog bernama Byrony di film tersebut setelah menangani Jamie, sang tokoh utama. 

Jurusan Psikologi didominasi oleh perempuan

Meskipun pada dasarnya baik laki-laki maupun perempuan boleh saja masuk jurusan ini, namun tidak dapat dipungkiri kalau faktanya, Jurusan Psikologi banyak didominasi oleh perempuan. Di UI misalnya, pada tahun 2024, hanya 259 mahasiswa laki-laki dari 1.259 mahasiswa yang ada di jurusan ini. 

Menurut Wicaksono dalam artikelnya yang diterbitkan oleh Mojok.co (2020), hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti materi psikologi yang cukup abstrak, potensi kerja yang kurang menantang untuk laki-laki dan faktor kalau perempuan lebih sensitif.

Anak Psikologi adalah teman curhat yang baik

Stigma terakhir yang sering diasosiasikan dengan anak Psikologi adalah stigma bahwa anak Psikologi adalah teman curhat yang baik. Stigma ini pada dasarnya wajar-wajar saja, mengingat mahasiswa Psikologi memang diajari dan dilatih untuk bersikap menghadapi masalah kehidupan orang lain. 

Tapi, bukan berarti semua anak Psikologi bisa bersikap seperti itu. Bisa jadi, ada juga mahasiswa Psikologi yang kurang bisa berempati dan atau sedang lelah untuk menanggapi masalah teman-temannya. 

Yuk, Belajar Bareng Skuling!

Kamu ingin jadi seorang Psikolog? Atau ingin jadi Psikiater? No worries! Skuling will be there for you!

Siapkan diri kamu sedini mungkin untuk masuk ke kampus Psikologi terbaik di Indonesia bersama Skuling. Kerjakan tryout UTBK online di Skuling dan dapatkan manfaatnya! Karena dengan Skuling, kamu pasti bisa!