Saat kamu apply beasiswa atau mendaftar masuk perguruan tinggi di luar negeri, kamu pasti akan diminta untuk membuat essay, motivation letter atau personal statement. Membuat ketiga dokumen ini tidak jarang membutuhkan waktu berbulan-bulan karena seringkali, kandidat memiliki terlalu banyak hal yang perlu ditulis.
Motivation letter setiap orang juga pasti berbeda-beda, karena setiap orang tentu memiliki motivasi tersendiri untuk mendaftar beasiswa atau perguruan tinggi tertentu. Berikut ini hal-hal dasar yang wajib kamu ketahui saat menulis motivation letter.
Apa Itu Motivation Letter?
Sesuai dengan namanya, motivation letter adalah surat yang menjelaskan motivasi kamu mendaftar suatu beasiswa, perguruan tinggi atau mendaftar magang di sebuah perusahaan tertentu. Dalam surat ini, kamu wajib menjelaskan latar belakang kamu, motivasi kamu mendaftar beasiswa, sekolah atau perusahaan tersebut dan manfaatnya untuk diri kamu kedepannya.
Motivation letter hampir mirip dengan cover letter. Bedanya, surat yang pertama umumnya digunakan untuk mendaftar beasiswa, sementara surat yang kedua digunakan untuk mendaftar pekerjaan. Selain itu, cover letter umumnya menekankan kepada keterampilan dan pengalaman yang kamu miliki, sehingga kamu cocok masuk ke perusahaan tertentu, sementara motivation letter menekankan kepada latar belakang kamu dan dampak pendidikan atau pekerjaan yang akan kamu dapatkan kepada kehidupan kamu di masa depan.
Terkadang, pemberi beasiswa dalam negeri maupun luar negeri juga memisahkan antara esai dan motivation letter. Motivation letter fokus pada latar belakang diri, sementara esai atau esai kontribusi lebih berfokus pada kontribusi yang akan kamu berikan kepada Indonesia atau perguruan tinggi terkait setelah lulus.
Fungsi Motivation Letter
Fungsi motivation letter setidaknya ada dua, yaitu sebagai dokumen yang menjelaskan komponen-komponen yang kamu sampaikan dalam CV dan sebagai sumber bacaan untuk penguji saat tes wawancara nanti. Misalnya, ketika dalam CV kamu menyebutkan pengalaman sebagai Ketua OSIS, maka jelaskan lebih lanjut pengalamanmu tersebut di motivation letter.
Motivation letter juga berfungsi sebagai dokumen pendukung tes wawancara. Penguji akan membaca dokumen ini terlebih dahulu sebelum melontarkan berbagai pertanyaan kepadamu. Jadi, pastikan kamu menguasai isi dokumen ini sebelum melakukan tes wawancara.
Struktur Motivation Letter
Ada banyak pendekatan penulisan yang bisa diambil saat menulis sebuah motivation letter. Oleh karena itu, struktur penulisan dokumen ini juga bisa bermacam-macam sesuai dengan pendekatan yang diambil. Terlepas dari apapun pendekatan penulisan yang kamu pilih, pastikan kamu menuliskan dokumen ini secara jelas dan koheren (terdapat ketersambungan yang jelas antar paragraf).
1. Pembukaan
Kamu bisa mengawali motivation letter dengan kalimat yang catchy untuk menarik perhatian interviewer supaya mau membaca tulisan kamu dari awal sampai akhir. Contohnya “My name is Randy Kusuma Wijayanti. Growing up as an orphan does not stop me from dreaming big and living the fullest life”.
Kalimat pembukaan ini kemudian bisa dilanjutkan dengan menuliskan latar belakang serta pencapaian individu, pendidikan dan pekerjaan kamu. Misalnya “When I was a 5 years old girl, I was adopted by a pair of God-send parents who encouraged me to be the best I could. I was appointed as Ketua OSIS at SMA Nusa Bangsa in 2023 and admitted as the best graduate by 2024. However, only a few orphaned children have the good opportunity as me, therefore, I dream to provide the best education possible for children in need”.
2. Penjabaran masalah
Di bagian penjabaran masalah ini, kamu harus menceritakan masalah yang kamu temui dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana mendapatkan beasiswa atau kuliah di kampus tersebut bisa membantumu menyelesaikan masalah tersebut. Bagian ini kemudian bisa dibagi lagi menjadi 2 unsur yang lebih kecil, yaitu:
- Masalah yang ditemui dan hipotesis solusinya.
- Mengapa jurusan, perguruan tinggi dan atau pemberi beasiswa tersebut adalah instansi yang sesuai untuk membantumu menyelesaikan masalah tersebut. .
3. Kontribusi
Komponen ke-3 dari motivation letter adalah penjabaran mengenai rencana kontribusi kamu di masa depan. Biasanya, rencana kontribusi ini terbagi menjadi 3 yaitu kontribusi jangka pendek, jangka menengah (sekitar 3 tahun) dan jangka panjang (di atas 5 tahun).
Tapi, tidak jarang pemberi beasiswa atau perguruan tinggi meminta calon mahasiswa atau penerima beasiswa untuk membuat rencana kontribusi ini dalam essay terpisah. Jadi, pastikan kamu mengetahui ketentuan penulisan motivation letter dari masing-masing lembaga ya.
4. Kesimpulan atau penutup
Sama seperti hook di bagian pembukaan, kesimpulan atau penutup tidak perlu terlalu panjang. Cukup satu paragraf dengan tiga kalimat saja untuk menjelaskan mengapa kamu adalah kandidat yang tepat untuk diterima di perguruan tinggi tersebut atau menjadi awardee beasiswa tersebut.
Cara Membuat Motivation Letter
1. Ketahui lembaga yang dituju
Langkah pertama untuk menyusun motivation letter adalah mengetahui pihak yang akan membaca dokumen tersebut, visi misinya dan hal-hal lain yang berkaitan dengannya supaya motivation letter kamu terasa lebih tepat sasaran. Contohnya, jika kamu membuat motivation letter untuk masuk ke UGM, maka ketahui visi misi UGM dan bagaimana visi misi tersebut cocok dengan cerita hidup kamu.
Hal ini juga penting untuk mengetahui karakteristik motivation letter yang diminta oleh pihak tersebut. Sebab, ada lembaga yang memperbolehkan motivation letter sepanjang 2.000 kata, tapi ada juga yang hanya memberikan batasan maksimal 500 kata dalam Bahasa Indonesia.
2. Tentukan hal-hal yang ingin dimasukkan
Salah satu tantangan dalam menyusun motivation letter adalah seringkali ada banyak cerita atau hal yang ingin dimasukkan dalam esai tersebut. Ingat, masukkan pengalaman dan pencapaian yang relevan dengan bidang studi yang kamu tuju atau posisi yang kamu inginkan saja dalam esai tersebut.
Untuk mempermudah kamu memilih pengalaman atau kelebihan yang ingin dimasukkan, kamu bisa menggunakan beberapa cara berikut:
- 5W+1 H (What, When, Why, Who, Where and How). Tentukan 5W+1H dari masing-masing pengalaman dan kelebihan. Khususnya, tentukan mengapa dan bagaimana pengalaman tersebut sesuai dengan narasi motivation letter yang ingin dibangun.
- STAR (Situation, Task, Action, Result). Ada nggak, pengalaman kamu yang bisa dijabarkan dengan framework STAR dan apakah pengalaman itu sesuai dengan bidang studi yang dituju?
- Brainstorming. Ajaklah satu atau dua teman terdekat kamu untuk membantu memikirkan hal-hal apa saja yang bisa kamu masukkan dalam motivation letter. Sebab, biasanya orang lain akan membawa perspektif dan ide yang berbeda dalam hidup kita.
3. Buat kerangka karangan (Outline)
Sama seperti kelas mengarang dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dulu, kamu juga bisa memulai pembuatan motivation letter dengan membuat kerangka karangan (outline). Kerangka karangan ini dapat membantu kamu membuat paragraf yang kohesif dan koheren serta bisa menjadi guideline jika kamu ingin melanjutkan penulisan motivation letter di kemudian hari.
Kamu bisa menggunakan kerangka di atas. Tapi ingat, setiap orang memiliki motivasi sendiri-sendiri yang juga hanya akan bisa disampaikan menggunakan cara yang berbeda.
4. Perkuat argumen dengan data
Meskipun motivation letter bukan karya tulis ilmiah, tapi data dan fakta, serta rujukan ilmiah tetap dibutuhkan untuk memperkuat argumen dalam dokumen ini. Data ini bisa kamu ambil dari database resmi, seperti data dari BPS atau dari karya tulis ilmiah (jurnal, buku dan lain sebagainya). Untuk merujuk ke karya-karya tersebut, kamu tetap perlu mencantumkan sitasi (in-text citation) meskipun tidak perlu membuat daftar pustaka.
5. Proofread
Proofreading atau meneliti kembali adalah salah satu langkah penting dalam membuat motivation letter. Proses ini akan membantu kamu meminimalisir adanya error baik dalam hal penulisan (typo) maupun dalam membangun narasi.
Selain bisa melakukannya sendiri, kamu juga bisa meminta teman kamu, tenaga proofreader profesional maupun aplikasi proofreading untuk membantumu dalam hal ini.
Contoh Motivation Letter
Berikut ini contoh singkat penulisan motivation letter beasiswa:
My name is Randy Kusuma Wijayanti. Growing up as an orphan does not stop me from dreaming big and living the fullest life. When I was a 5 years old girl, I was adopted by a pair of God-send parents who encouraged me to be the best I could. I was appointed as Ketua OSIS at SMA Nusa Bangsa in 2023 and admitted as the best graduate by 2024. However, only a few orphaned children have the good opportunity as me, therefore, I dream to provide the best education possible for children in need.
According to the Armita et all., (2016), Indonesia is among countries with the highest number of orphaned children in the world with 1.6 of 100 children admitted into the foster care system. Moreover, higher numbers of children in the foster care system are often associated with lower years in the overall education enrollment (Yasin and Janis, 2018). I believe that my vision to establish good quality education for students in need is aligned with the company mission to develop “Better Education for All”.
Aside from aligning mission, Jayaprana scholarship also provides “leadership development and training” in which I regard as the benefit I need the most when I want to establish my own school in the future.
Surely to establish a school of my own, I need veritable monetary and non-monetary resources. Therefore, I plan to accumulate the resources needed directly after graduating from Jayaprana University as a teacher in SMA Nusa Bangsa. I also plan to join “the Jayaprana Social Volunteering program” to gain more experiences and build a network with various stakeholders in the education industry.
God has been kind to me for giving me loving parents when I needed it the most. I want to share kindness with the other orphaned children in Indonesia by developing a school for students in need. While it is a long way to go, I believe that receiving the Jayaprana scholarship for my higher education is the correct starting steps.
Ingat, contoh di atas adalah untuk melamar beasiswa. Format motivation letter magang atau organisasi tentu akan berbeda.
Yuk, Pantau Skuling untuk Informasi Seputar Perkuliahan Lainnya!
Nggak cuma latihan soal UTBK dan tryout UTBK Online! Kini, di Skuling juga ada latihan soal mandiri berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia! Download aplikasi Skuling sekarang juga dan dapatkan manfaatnya! Karena dengan Skuling, PTN impian tak lagi sekedar di angan!

