Siapa disini yang punya cita-cita jadi Pilot? Ngacung! Selain masuk ke sekolah penerbang milik Kementerian Perhubungan, seperti PPI Curug atau API Banyuwangi yang banyak kali peminatnya, kalian juga bisa masuk ke AAU singkatan dari Akademi Angkatan Udara. Tapi, tentu Pilot lulusan dari kampus ini akan lebih fokus berlatih menerbangkan pesawat untuk perang dan keamanan dan bukan pesawat komersil.
Ingin tahu informasi lengkapnya? Yuk simak pembahasan berikut:
Mengenal Sejarah AAU
AAU atau Akademi Angkatan Udara adalah sekolah kedinasan militer yang berada di bawah naungan TNI Angkatan Udara. Meskipun secara resmi sekolah ini didirikan pada tanggal 26 Juli 1965, namun cikal bakal AAU sudah ada sejak Komodor Udara Suryadi Suryadarma mencanangkan pendirian Akademi Angkatan Udara (AAU) di Yogyakarta pada Desember 1945.
Akademi Angkatan Udara (AAU) terus berevolusi seiring dengan perkembangan zaman. Termasuk diantaranya adalah bergabung menjadi AKABRI pada tahun 1965, mengadopsi sistem satuan kredit semester (SKS), dan pada akhirnya pada tahun 2013, mengadopsi gelar kesarjanaan yang mana lulusan kampus ini tidak hanya akan menjadi Perwira TNI AU dengan pangkat Letnan Dua, tetapi juga memiliki gelar Sarjana Pertahanan (S.TR. (Han)).
Sama seperti sekolah kedinasan militer lainnya, AAU juga menerapkan sistem pendidikan 1+3, yaitu 1 tahun pendidikan dasar kemiliteran di Magelang dan 3 tahun pendidikan lanjutan Angkatan Udara di Kalasan, Yogyakarta. Selama masa ini, taruna dan taruni AU tidak perlu membayar biaya pendidikan dan biaya hidup (gratis) dan bahkan akan mendapatkan gaji atau uang saku sesuai dengan pangkat (tingkatan) mereka.
Fakultas dan Jurusan di AAU
Akademi Angkatan Udara menawarkan 3 jurusan, yang semuanya sudah mendapatkan akreditasi unggul dari BAN-PT, yaitu:
- Teknik Aeronautika Pertahanan.Â
- Teknik Elektronika Pertahanan.Â
- Teknik Manajemen Industri Pertahanan.Â
Pemilihan salah satu dari ketiga jurusan di atas akan mengantarkan kamu untuk masuk ke-3 korps dasar di TNI AU setelah lulus, yaitu Korps Teknik (Aeronautika), Korps Elektro (Elektronika) dan Administrasi (Manajemen Industri). Setelah lulus, taruna AAU akan mendapatkan kursus Bahasa Inggris selama 3 bulan sebelum kemudian bisa masuk ke korps-korps lain sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
Syarat dan Cara Masuk AAU
Syarat masuk AAU
Berikut ini beberapa syarat masuk AAU:
- Warga Negara Indonesia (WNI);
- Usia minimal 17 tahun 9 bulan dan maksimal 22 tahun pada saat tahun pendaftaran;
- Sehat jasmani dan rohani;
- Tidak kehilangan hak untuk menjadi seorang prajurit;
- Tidak pernah terlibat aksi kriminalitas yang tercatat oleh Polri;
- Bukan anggota aktif TNI/POLRI dan PNS;
- Lulusan SMA Jurusan IPA atau lulusan SMK Jurusan Avionics, Powerplant, atau Airflame.
- Belum pernah menikah dan sanggup untuk tidak menikah selama masa pendidikan;
- Tinggi badan minimal 165 CM (Pria) dan 157 (Wanita);
- Bersedia menandatangani surat ikatan dinas selama 2 tahun;
- Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI.Â
Adapun beberapa dokumen yang sebaiknya kamu siapkan sejak dini, seperti:
- Salinan KTP dan Kartu Keluarga;
- Pas foto dengan latar belakang merah baik itu berwarna maupun hitam putih;
- Ijazah SMA/MA sederajat;
- Kartu BPJS, dan;
- SKCK yang masih aktif.Â
Adapun format berbagai surat keterangan dan pernyataan bersedia belum menikah atau bersedia ditempatkan di berbagai daerah di Indonesia umumnya akan diterbitkan bersamaan dengan proses pembukaan pendaftaran taruna dan taruni AAU.
Proses pendaftaran taruna AAU
Berikut ini beberapa langkah pendaftaran taruna AAU:
- Registrasi akun baru di https://diajurit.tni-au.mil.id/home#persyaratan saat proses pendaftaran di buka;
- Setelah mendapatkan email verifikasi, masuk kembali ke https://diajurit.tni-au.mil.id/home dan masukkan email serta password kamu;
- Isi biodata dan unggah berbagai dokumen yang dibutuhkan;
- Cetak kartu pendaftaran kamu;
- Serahkan kartu pendaftaran dan dokumen-dokumen prasyarat lainnya ke Lapangan Udara (LANUD) terdekat rumah kamu untuk proses daftar ulang.Â
Tahapan tes AAU
Untuk masuk AAU sebagai seorang taruna, kamu harus melewati berbagai tahapan tes sebagai berikut:
- Seleksi Administrasi;
- Tes Akademik, yang terdiri dari Matematika, Fisika, Kimia dan Bahasa Inggris;
- Tes Kesehatan;
- Tes Psikologi;
- Tes Mental Ideologi;
- Tes Kesamaptaan Jasmani;
Sama seperti tes masuk perguruan tinggi kedinasan militer lainnya, kamu harus melewati tes-tes di atas tidak hanya sekali, tapi dua kali yaitu di fase daerah dan fase pusat. Seleksi pusat ini dilaksanakan di Yogyakarta. Oleh karena itu, kamu harus mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari mulai dari persiapan fisik sampai belajar akademik.
Proses seleksi sekolah tinggi militer yang banyak dan panjang inilah yang membuat biaya kursus kedinasan militer seringkali besar bahkan hingga puluhan juta rupiah. Padahal, ikut les kedinasan mahal seperti ini tidak menjamin kamu bisa lolos masuk kedinasan militer maupun umum. Ada juga yang masih percaya mitos kalau lulus seleksi kedinasan militer itu harus membayar sekian juta. Hal ini mitos ya teman-teman. Sekarang ini seleksi kedinasan militer sudah benar-benar transparan kok.
Yuk, Belajar Bareng Skuling!
Nah, jika kamu tertarik masuk ke sekolah kedinasan umum maupun militer seperti AKMIL, AAU atau AAL, kamu bisa menggunakan Skuling. Di Skuling sudah ada latihan soal UTBK , tryout UTBK online, tryout gratis kedinasan dan seleksi mandiri. Berbeda dengan les kedinasan offline, biaya langganan aplikasi Skuling hanya Rp59.000 per bulan, sehingga cocok buatmu yang ingin masuk kedinasan tapi enggan mengeluarkan biaya besar untuk les offline.Â
Sederhananya, aplikasi ini bisa kamu gunakan untuk belajar masuk sekolah kedinasan maupun PTN umum. Tapi, tentu saja untuk aspek seleksi kedinasan lainnya, baik itu administrasi, psikologis maupun fisik, kamu harus mempersiapkannya secara mandiri.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk download aplikasi Skuling!

