Table of Contents

Persiapan Kuliah

Profil STIS: Info Kampus, Syarat Masuk, Jurusan, dan Tahapan Tes

Table of Contents

Kalau kamu pintar matematika, kamu bisa masuk banyak kampus ternama di Indonesia. Salah satunya adalah Politeknik Statistika STIS. Dengan masuk kampus yang satu ini, dijamin, kamu bisa langsung jadi PNS setelah lulus!

Mengenal Sejarah STIS

Politeknik Statistika STIS adalah perguruan tinggi kedinasan di bawah Badan Pusat Statistik (BPS). Didirikan pada tanggal 11 Agustus 1958, awalnya sekolah kedinasan ini bernama Akademi Ilmu Statistik (AIS). Lalu, pada tahun 1964, BPS mendirikan Perguruan Tinggi Ilmu Statistik (PTIS) dengan bantuan PBB dan UNDP. 

Karena Indonesia sempat keluar dari PBB pada tahun 1965, pendidikan di PTIS kemudian berhenti, meskipun pendidikan di AIS masih jalan. Baru pada tahun 1997 dan 1998, AIS dan PTIS bertransformasi menjadi STIS singkatan dari Sekolah Tinggi Ilmu Statistik. Status STIS kemudian berubah dari Sekolah Tinggi menjadi Politeknik bersama kampus kedinasan lainnya pada tahun 2018. Tapi, karena nama STIS sudah melekat di benak masyarakat, maka nama STIS tetap dipertahankan, sehingga politeknik baru ini bernama Politeknik Statistika STIS. 

Lulusan STIS kerja apa? Lulusan kampus ini akan bekerja sebagai tenaga ahli statistik di Badan Pusat Statistik (BPS) maupun di kementerian dan lembaga lain yang sudah bekerjasama dengan BPS. Maka dari itu, tidak heran jika STIS adalah salah satu dari perguruan tinggi kedinasan yang paling banyak diminati, selain STAN.

Fakultas dan Jurusan di STIS

STIS menawarkan 3 program studi yang semuanya terkait dengan statistik. Berikut ini informasi mengenai program studi yang ada di kampus ini, akreditasinya dan daya tampungnya pada SPMB STIS 2025:

  1. D3 Statistika. Jurusan ini bertujuan untuk mencetak ahli madya di bidang statistika. Untuk lulus dari jurusan ini, kamu harus menyelesaikan 111 SKS dalam waktu 6 semester (3 tahun). D3 Statistika STIS sudah mendapatkan akreditasi Unggul dari LAMSAMA dan menampung sekitar 90 orang mahasiswa baru pada tahun 2025;
  2. D4 Statistika. Berbeda dengan lulusan D3 Statistik di atas yang berfokus pada pengambilan dan pengolahan data di lapangan, lulusan D4 Statistika STIS diharapkan mampu menjadi ahli statistik yang mampu membuat, mengolah dan melaporkan data serta memastikan kualitas data tersebut. Sama seperti program studi dengan jenjang sarjana terapan lainnya, lama studi jurusan ini juga 4 tahun dan memiliki skripsi sebagai tugas akhir. Pada tahun 2025 ini, D4 Statistika STIS sudah mengantongi akreditasi unggul dari LAMSAMA dan menampung 175 mahasiswa baru. 
  3. D4 Komputasi Statistik. Kamu suka matematika dan komputer sekaligus? Maka salah satu jurusan yang bisa kamu pilih adalah jurusan D4 Komputasi Statistik STIS. Di jurusan ini, kamu akan diajari cara mengembangkan sistem teknologi informasi dan komunikasi yang dapat membantu pengumpulan, pengolahan dan pelaporan data statistik di Indonesia. Pada tahun 2025 ini, D4 Komputasi Statistika STIS sudah mengantongi akreditasi unggul dari LAMSAMA dan menampung 135 mahasiswa baru. 

Secara total, jumlah mahasiswa baru yang diterima di STIS pada tahun 2025 ada sekitar 400 orang mahasiswa. 400 orang mahasiswa ini diterima melalui 3 jalur, yaitu jalur reguler, jalur pembibitan dan jalur afirmasi. Dalam kamus STIS, jalur reguler adalah jalur untuk kamu yang baru lulus SMA/MA sederajat, sementara jalur pembibitan adalah jalur untuk ASN Pemerintah Daerah yang ingin sekolah lagi. Di sisi lain, jalur afirmasi adalah untuk kamu yang berasal dari Provinsi Papua dan Papua Barat. 

Fasilitas STIS

Kampus STIS hanya terletak di Jl. Otto Iskandardinata No.64C 1, RT.1/RW.4, Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur. Kampus ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti:

  • Masjid Kampus. Politeknik STIS dilengkapi dengan satu masjid kampus dua lantai. Di masjid ini, kamu bisa mengikuti berbagai program keagamaan yang diselenggarakan oleh pihak kampus;
  • 3 Gedung perkuliahan. Didalamnya termasuk ruang dosen, laboratorium komputer, ruang rektor, ruang rapat, ruang UKM dan staff dan lain sebagainya;
  • Auditorium dengan kapasitas 1.200 orang mahasiswa;
  • Laboratorium Komputer;
  • Perpustakaan;
  • Kantin dan Kopma. STIS tidak dilengkapi dengan fasilitas asrama sebagaimana kampus kedinasan lainnya. Tapi, kamu bisa membeli makanan dan kebutuhan sehari-hari lainnya di Kantin dan Kopma kampus ini. 
  • Poliklinik. 

Karena tidak ada asrama, jadi mahasiswa STIS umumnya mencari kos-kosan di sekitar kampus dan pergi ke kampus dengan jalan kaki atau menggunakan sepeda dan sepeda motor. Kedua kendaraan ini kemudian bisa diparkirkan di basement gedung kampus STIS.

Selain tidak ada asrama, mahasiswa STIS juga harus mencari atau masak makanan sendiri. Fakta STIS ini berbeda dengan beberapa kampus kedinasan lain yang sudah disediakan asrama dan makan 3 kali sehari (ada yang gratis tapi ada juga yang bayar terpisah). 

Cara dan Syarat Masuk STIS

Syarat umum

  1. Sehat jasmani dan rohani;
  2. Bebas narkoba;
  3. Tidak buta warna total maupun parsial. Pendaftar dengan mata minus diperbolehkan asalkan tidak lebih dari minus 6;
  4. Lulusan SMA/MA/SMK semua jurusan;
  5. Nilai Matematika dan Bahasa Inggris minimal 80,00;
  6. Usia minimal 16 dan maksimal 22 per 1 September tahun berjalan;
  7. Belum menikah dan bersedia untuk tidak menikah sebelum diangkat menjadi PNS;
  8. Belum pernah menjadi mahasiswa STIS;
  9. Tidak sedang menjalani ikatan dinas dengan instansi lain;
  10. Menandatangani Surat Perjanjian Ikatan Dinas (SPID) jika lulus seleksi;
  11. Setelah lulus, mahasiswa bersedia ditempatkan di wilayah penempatan yang dipilih saat pendaftaran sampai setidaknya 7 tahun masa kerja, kecuali jika ada kebutuhan organisasi. 

Syarat khusus afirmasi

Berasal dari Papua atau keturunan suku asli Papua dengan dibuktikan Surat Keterangan Orang Asli Papua dari Majelis Rakyat Papua setempat.

    Syarat dokumen

    • Pas Foto;
    • Kartu Identitas, bisa berupa KTP atau KIA;
    • Kartu Keluarga (KK);
    • Akta Kelahiran;
    • Ijazah / Rapor Kelas 12 Semester Ganjil untuk siswa kelas 12;
    • Surat Keterangan Orang Asli Papua untuk pendaftar jalur afirmasi;

    Tahapan Tes STIS

    Sama seperti sekolah kedinasan lainnya, tahapan seleksi di STIS terdiri dari Tes SKD yang diselenggarakan oleh BKN masing-masing provinsi dan Seleksi Lanjutan yang diselenggarakan oleh pihak kampus. Adapun seleksi lanjutan yang diselenggarakan oleh STIS antara lain:

    1. Seleksi Lanjutan 1 : Tes Matematika;
    2. Seleksi Lanjutan 2 : Tes Psikotes dan Wawancara;
    3. Seleksi Lanjutan 3 : Tes Kesehatan dan Kebugaran. 
    4. Pantukhir. 

    Yuk, Belajar Bareng Skuling!

    STIS juga terbuka buat kamu yang masih kelas 12 loh! Persiapkan kemampuanmu masuk ke sekolah kedinasan yang satu ini bersama Skuling! Kerjakan latihan soal UTBK online Matematika dan Bahasa Inggrisnya dan kerjakan tryout gratis kedinasannya, supaya kamu siap menghadapi seleksi akademik sekolah kedinasan ini. Yuk buat akun kamu di website belajar UTBK Skuling sekarang juga!