Table of Contents

Tips Belajar

Mengenal Teknik Kaizen untuk Mengatasi Rasa Malas dan Cara Menerapkannya

Table of Contents

Dalam hal produktivitas, Jepang memang dikenal sebagai salah satu negara terbaik. Sempat hancur pasca Perang Dunia ke-2, Negeri Matahari Terbit ini bangkit dan jaya kembali dalam waktu yang relatif cepat. Hal ini karena banyak hal, termasuk diantaranya masyarakat Jepang yang menerapkan nilai dan teknik Kaizen dalam berbagai aspek kehidupan mereka. 

Apa Itu Teknik Kaizen?

Teknik kaizen adalah teknik untuk menghilangkan rasa malas dan meningkatkan produktivitas melalui perubahan-perubahan kecil yang dilakukan secara terus menerus. 

Sejarah kaizen berawal pada pasca Perang Dunia ke-2 yang mana untuk membangun kembali sektor manufaktur di Jepang, ahli dari Amerika Serikat menyarankan pengembangan produktivitas melalui perubahan-perubahan kecil yang berkelanjutan. Meskipun demikian, kini teknik ini tidak hanya diterapkan di sektor manufaktur, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. 

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering memiliki mimpi besar dan sadar bahwa untuk mencapai mimpi besar tersebut, kita harus melalui proses yang lumayan susah. Karena sadar terhadap susahnya proses yang harus dilalui tersebut dan takut merasa tidak nyaman atau tidak maksimal, kita jadi sering menunda-nunda pekerjaan (procrastination).

Teknik kaizen adalah salah satu cara untuk mengatasi permasalahan ini. Filosofi dibalik teknik ini adalah lakukan perbaikan dulu walau kecil dan sedikit, yang penting konsisten. Misalnya, kamu ingin lolos ITB melalui jalur UTBK. Alih-alih takut duluan karena ITB terkenal sulit, kamu bisa mengerjakan 1 atau 2 paket latihan soal UTBK di Skuling setiap hari.  Baru setelah dua atau tiga bulan menjelang UTBK, kamu mempersiapkan diri dengan lebih matang. 

Cara Menerapkan Teknik Kaizen untuk Mengatasi Rasa Malas

Dilansir dari laman EBSCO, sebuah perusahaan publikasi jurnal ilmiah, penerapan teknik kaizen berkutat pada konsep PDCA yaitu Plan, Do, Check, dan Act.  Dalam kehidupan sehari-hari, hal ini bisa diterapkan dengan berbagai cara, seperti:

1. Buat SMART Goals

SMART Goals adalah goals atau target yang memiliki 5 komponen, yaitu:

  • Specific: Buat target kamu se-detail mungkin. 
  • Measurable: Buat target yang bisa diukur dengan angka. 
  • Achievable: Buat target yang bisa dicapai sesuai dengan kondisi kamu selama ini. 
  • Realistic: Buat target yang realistik. 
  • Time-bound: Target harus memiliki tenggat waktu pelaksanaan dan evaluasi. 

Contoh SMART Goals untuk mengerjakan skripsi:

Setiap hari dalam waktu dua bulan harus membaca dan meringkas 2 jurnal ilmiah ke dalam tabel penelitian. Dengan demikian, ada 50 paper pada akhir bulan pertama yang bisa dijadikan bahan penulisan literature review pada awal bulan ke-2. 

2. Lakukan dengan disiplin

Setelah proses perencanaan dengan SMART Goals, lakukan rencana kamu dengan disiplin. Misalnya, kalau dalam satu hari belum baca 2 jurnal ilmiah, kamu nggak  pulang dari kampus atau kalau belum mengerjakan 2 paket latihan soal UTBK di Skuling kamu belum tidur. 

Tidak dapat dipungkiri kalau seringkali sikap disiplin itu susah diterapkan, apalagi kalau nggak ada reward atau punishment yang terlihat. Nah, untuk mengatasi hal ini, jangan lupa seminggu sekali kasih diri kamu self-reward apabila kamu berhasil membaca 2 jurnal ilmiah atau mengerjakan 2 paket Skuling Freestyle setiap hari di minggu tersebut.

3. Lakukan evaluasi berkala

Komponen ke-3 dari teknik Kaizen adalah check alias evaluasi. Evaluasi disini tidak hanya evaluasi hasil, tapi juga evaluasi cara dan rencana. Contoh, kalau ternyata SMART Goals di atas ternyata susah untuk ditepati karena kampus kamu nggak punya akses jurnal ilmiah yang banyak, maka nggak masalah juga kalau target baca 2 jurnal ilmiah dikurangi menjadi 1 jurnal ilmiah saja. 

Pada saat evaluasi ini, jangan lupa pikirkan juga alasan mengapa target yang kamu buat tidak tercapai (root cause), supaya bisa kamu perbaiki. Misalnya, pada akhir minggu ke-3 mengerjakan tryout UTBK online di Skuling, skor kamu nggak naik-naik juga. Maka, ketahui subtes UTBK apa yang menjadi kelemahan kamu dan pahami kembali materi-materi terkait subtes tersebut. 

4. Beraksi sesuai hasil evaluasi

Langkah selanjutnya adalah dengan beraksi sesuai dengan hasil evaluasi tersebut. Misalnya, dengan memperbaiki SMART Goals kamu atau mempelajari materi UTBK yang sekiranya belum kamu pahami. Kemudian, lakukan lagi langkah 1-4 ini secara terus menerus sampai tes UTBK atau sampai skripsi kamu selesai. 

Meskipun prosesnya cukup panjang dan bisa jadi juga hasil yang didapatkan tak sesuai dengan harapan, namun setidaknya, dengan menggunakan teknik kaizen ini, kamu bisa mengatasi rasa malas dan berbangga diri atas uji coba proses yang kamu lakukan. 

5. Ciptakan lingkungan yang suportif

Penerapan teknik kaizen dalam kehidupan sehari-hari tentunya akan lebih efektif kalau kamu punya lingkungan yang mendukung. Oleh karena itu, ciptakan lingkungan yang suportif terhadap target yang kamu inginkan. Misalnya, dengan berlangganan Skuling Pro,, kamu bisa bergabung dan belajar bersama siswa lainnya di seluruh Indonesia yang juga ingin lolos UTBK atau ingin lolos seleksi mandiri di perguruan tinggi negeri yang sama. Jadi, kalian bisa saling mengingatkan kalau ada yang malas belajar. 

Dikit-dikit lama-lama jadi bukit, meskipun sedikit demi sedikit yakinlah kalau impianmu akan tercapai. Yang penting, kamu mau berusaha dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena usaha tanpa doa adalah kesombongan dan doa tanpa usaha adalah omong kosong. 

Yuk, Belajar Bareng Skuling!

Langkahkan kakimu menuju PTN Impian dengan belajar bersama Skuling Pro! Hanya dengan Rp59.000 per bulan, kamu bisa mendapatkan paket latihan soal UTBK, tryout gratis, dan seleksi mandiri PTN terbaru dan akses ke grup siswa Skuling di seluruh Indonesia. Kapan lagi kan, dapat teman baru sebelum masuk kuliah? Download aplikasi Skuling di sini!