Ada banyak keputusan besar yang harus dibuat saat kamu berusia 18 tahun atau saat lulus SMA sederajat. Tidak jarang, keputusan-keputusan ini akan mengubah jalan hidup kamu di masa depan. Termasuk di antara keputusan penting tersebut adalah memilih kerja atau kuliah terlebih dahulu.
Opsi ini sering kali muncul, khususnya jika kamu tidak memiliki biaya yang memadai untuk kuliah atau berasal dari SMK. Hal ini mengingat bahwasannya lulusan SMK memang dibekali dengan ilmu-ilmu praktis yang menunjang kerja.
Berikut ini beberapa plus minus kuliah atau kerja dulu untuk kamu yang baru lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK):
Plus dan Minus Lulus SMK Langsung Kerja
Kelebihan
1. Menerapkan ilmu yang didapatkan
Salah satu kelebihan dari lulus SMK langsung bekerja adalah kamu bisa langsung menerapkan ilmu yang kamu dapatkan selama sekolah, sehingga ilmu itu tidak hilang dan bahkan akan bertambah. Misalnya, kamu menempuh pendidikan di SMK jurusan Administrasi Perkantoran. Kamu bisa menerapkan ilmu tersebut dengan bekerja sebagai sekretaris di sebuah UMKM.
2. Mendapatkan relasi di sektor industri
Relasi di sektor industri adalah relasi penting yang kamu butuhkan bahkan setelah lulus kuliah nanti. Bekerja sama dengan sektor industri tidak hanya dapat membantu kamu mendapatkan pekerjaan lebih cepat setelah lulus kuliah, tetapi juga beliau dapat membantumu mendapatkan beasiswa. Hal ini mengingat bahwasannya rekomendasi dari pemimpin perusahaan seringkali dibutuhkan untuk mendukung aplikasi beasiswa.
3. Mendapatkan pengalaman kerja untuk dimasukkan ke dalam CV
Pengalaman bekerja yang kamu dapatkan saat gap year kuliah juga bisa kamu masukkan dalam pengalaman kerja di CV, begitu pula referensi dari employer kamu sebelumnya. Hal ini khususnya jika pekerjaan kamu selama gap year selaras dengan jurusan kuliah yang diambil.
Misalnya, saat SMK, kamu masuk jurusan akuntansi, lalu bekerja sebagai akuntan perusahaan. Setelah itu, saat kuliah mengambil S1 Akuntansi. Maka, perusahaan akan tetap mempertimbangkan pengalaman kerja kamu sebelum kuliah sebagai pertimbangan tambahan.
4. Mendapatkan uang secara mandiri
Tidak dapat dipungkiri kalau keuntungan utama dari kerja dulu baru kuliah setelah lulus SMK adalah kamu bisa memiliki uang sendiri. Uang ini bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan atau ditabung untuk memenuhi biaya yang dibutuhkan untuk mempersiapkan perkuliahan, termasuk langganan Skuling Pro, beli buku latihan UTBK, daftar UTBK, bayar seleksi mandiri dan lain sebagainya.
Kekurangan
1. Pilihan kerja terbatas
Banyak orang yang berpendapat kalau kuliah itu nggak penting dengan argumen ijazah S1 tidak menjamin pekerjaan dengan gaji yang layak. Namun sayangnya, di Indonesia ini, banyak perusahaan yang masih mempersyaratkan karyawannya untuk lulus S1 dulu, meskipun pada dasarnya, pekerjaan yang tersedia di perusahaan tersebut sebenarnya bisa diisi anak SMA atau SMK saja.
Ini artinya, peluang pekerjaan dan jenjang karir untuk lulusan SMA dan SMK cukup terbatas. Biasanya, lulusan SMK atau SMA yang memutuskan untuk langsung kerja, akan bekerja di sektor informal, menjadi karyawan pabrik atau bekerja di UMKM tertentu.
2. Peluang masuk kuliah yang “lebih” terbatas
Ketika kamu memutuskan untuk kerja dulu baru kuliah, maka, kamu nggak bisa masuk kuliah lewat jalur SNBP. Kalaupun kamu ingin masuk lewat jalur SNBT, maksimal kamu hanya bisa gap year selama 2 tahun (SNBT 2025 bisa diikuti lulusan 2023, begitu pun seterusnya). Sama seperti SNBT, seringkali seleksi mandiri juga memiliki batasan usia tertentu.
Kamu memang bisa masuk kuliah melalui jalur rekognisi pembelajaran lampau (RPL), sebuah program yang didesain untuk menerima mahasiswa yang memiliki pengalaman kerja. Hanya saja, sayangnya tidak semua kampus negeri maupun swasta membuka program ini.
3. Tantangan usia
Anggap saja kamu kerja dulu selama 2 tahun lalu kuliah S1. Ini artinya, ketika kamu berusia 20 tahun, teman-teman sekelas kamu masih berusia 18 tahun. Bagi sebagian orang, tentu hal ini akan menjadi tantangan interaksi sosial tersendiri.
Hal ini juga berlaku ketika kamu lulus kuliah. Jika kamu lulus tepat waktu, kamu akan berusia 24 tahun, sementara teman-teman kamu berusia 22 tahun. Dalam budaya ageism di Indonesia yang masih kental ini, banyak perusahaan yang cenderung memilih karyawan dengan usia yang lebih muda.
Plus dan Minus Lulus SMK Kuliah Dulu
Kelebihan
1. Peluang masuk lebih besar
Ketika memutuskan langsung kuliah setelah lulus SMK, kamu bisa masuk ke jalur apapun yang kamu mau, khususnya jika kamu termasuk siswa eligible di sekolah. Kamu bisa masuk melalui jalur SNBP, SNBT, dan berbagai jalur seleksi mandiri. Akibatnya, peluang kamu masuk kampus impian bersama teman-teman seangkatan atau seusia jadi lebih besar.
2. Bisa kuliah sambil kerja
Kelebihan langsung kuliah setelah lulus SMK yang kedua adalah kamu bisa kuliah sambil kerja, entah itu bekerja part time atau full time sambil mengambil kelas karyawan. Khusus untuk bekerja part time, pendapatan yang kamu peroleh bisa jadi tidak banyak, namun biasanya cukup untuk membantu membayar uang kuliah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
3. Peluang kerja lebih luas
Salah satu alasan mengapa kuliah itu penting adalah karena peluang kerja lulusan jenjang S1 maupun D3 cenderung lebih luas dibandingkan dengan pekerjaan lulus SMK. Misalnya, dengan lulus S1 kamu bisa mendaftar berbagai posisi (bidang) local staff atau pegawai setempat di perwakilan Indonesia di luar negeri, sementara lowongan untuk lulusan SMA atau SMK biasanya terbatas pada juru masak, tenaga keamanan dan pengemudi (driver).
Dengan lulus S1, kamu juga berpeluang untuk bekerja di sektor pendidikan (guru atau dosen) dan mendapatkan peluang kerja di luar negeri yang lebih bagus, seperti sebagai tenaga Work Holiday Visa (WHV) di Australia.
Kekurangan
Tantangan kuliah dulu baru kerja setelah lulus SMK antara lain:
1. Biaya kuliah yang kurang terjangkau
Tidak dapat dipungkiri kalau biaya pendidikan tinggi di Indonesia kurang terjangkau, khususnya untuk calon mahasiswa yang berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah. Untuk mengatasi hal ini, setidaknya ada empat opsi yang bisa kamu lakukan, yaitu:
- Mencari beasiswa. Kamu bisa mendaftar beasiswa khusus untuk calon mahasiswa dari kalangan kurang mampu, seperti Beasiswa KIP-K, beasiswa targeted untuk prestasi dan kalangan tertentu, seperti Beasiswa BIB maupun beasiswa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan mitra universitas.
- Mendaftar kuliah melalui jalur afirmasi. Beberapa perguruan tinggi negeri membuka seleksi mandiri jalur afirmasi khusus untuk calon mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu dan daerah 3T (Tertinggal, Terluar, Terdepan). Biasanya, mahasiswa yang lolos melalui jalur ini tidak perlu membayar IPI dan lebih diprioritaskan untuk mendapatkan beasiswa KIP-K apabila kuota penerima beasiswa KIP-K di kampus tersebut ada sisa.
- Memilih kampus yang membuka kelas karyawan. Seperti yang telah diungkapkan di atas, dengan masuk kelas karyawan, kamu bisa menyisihkan sebagian pendapatan untuk membayar uang kuliah.
- Memilih kampus yang menawarkan biaya kuliah terjangkau. Saat ini sudah banyak perguruan tinggi dalam bentuk universitas, politeknik atau sekolah tinggi yang menawarkan biaya kuliah yang cukup terjangkau. UIN Yogyakarta misalnya, menawarkan UKT paling rendah sebesar Rp2.400.000-Rp3.000.000 per semester. Ini artinya, untuk membayar biaya pendidikan di kampus ini, kamu bisa menabung Rp400.000 sampai Rp500.000 saja per bulan.
2. Pengalaman kerja relatif terbatas
Salah satu tantangan mengambil kuliah sebelum bekerja terlebih dahulu adalah pengalaman dan relasi kerja yang terbatas. Pasalnya, kuliah, khususnya jenjang S1, umumnya didesain untuk membahas teori dan minim praktek.
Kamu bisa menyiasati hal ini dengan memilih jurusan kuliah untuk anak SMK atau memilih kuliah jenjang D3 atau D4 (S1 Terapan) yang notabene proporsi teori dan praktek cukup seimbang. Akan tetapi, jangan lupa pastikan kurikulum kampus kamu terlebih dahulu sebelum memilih kampus pilihan ya.
3. Tidak menjamin kesuksesan
Sekali lagi, lulus kuliah D3 atau S1 tidak menjamin kamu akan sukses di masa depan. Banyak lulusan S1 yang harus menganggur terlebih dahulu selama beberapa bulan atau bahkan satu tahun sebelum mendapatkan pekerjaan pertama mereka. Ada juga yang mendapatkan pekerjaan namun di bidang yang jauh berbeda dibandingkan jalur pendidikan mereka. Banyak juga yang memilih untuk menjadi pengusaha.
Hal ini karena pada dasarnya, rezeki adalah hak prerogatif Tuhan. Pendidikan yang tinggi hanya salah satu cara untuk mendapatkan rezeki tersebut. Ada loh, orang yang tidak lulus S1 bahkan tidak lulus SMA atau SMK tapi sukses. Misalnya, pendiri Maspion Group, Bapak Alim Markus yang bahkan tidak lulus SMP saat mendirikan perusahaan tersebut. Beliau baru menempuh pendidikan di perguruan tinggi pada tahun 1990, puluhan tahun setelah perusahaan tersebut berdiri.
Lulus SMK Lebih Baik Langsung Kerja atau Kuliah Dulu?
Terdapat setidaknya dua hal yang harus dipertimbangkan saat menyusun rencana setelah lulus SMK. Dua hal tersebut adalah cita-cita dan kesiapan finansial kamu. Jika cita-cita kamu membutuhkan lulusan S1 tapi kondisi keuanganmu masih belum siap, maka kamu bisa gap year dan bekerja dulu sambil mempersiapkan kuliah S1.
Lain hal nya jika cita-cita kamu memang tidak membutuhkan kuliah D3 maupun S1, maka bisa jadi kamu tidak perlu mengambil pendidikan tinggi. Jadi, pastikan terlebih dahulu apa cita-cita kamu, apa tujuan kamu berkuliah sebelum mengambil keputusan penting ini ya.
Yuk, Temukan Informasi Menarik Seputar Persiapan Kuliah Lainnya di Skuling!
Build your competitive advantages with Skuling! Materi dan latihan soal UTBK yang tersedia di website belajar UTBK Skuling lengkap. Saking lengkapnya, dengan mengerjakan tryout gratis di aplikasi ini, chance kamu untuk lulus UTBK dan seleksi mandiri akan sama besarnya dengan lulusan sekolah favorit! Jadi, tunggu apalagi! Siapkan diri kamu masuk PTN dengan menggunakan Skuling Pro! Yuk, di Skulingin aja!

