Setiap orang memiliki kecenderungan gaya belajar yang berbeda. Ada orang yang lebih cepat paham kalau sebuah konsep dijelaskan secara keras oleh guru di kelas (auditory), ada orang yang melihat grafik saja langsung paham (visual learner), tapi ada juga orang yang perlu menggambar grafik terlebih dahulu secara langsung baru bisa paham (kinestetik). Ada juga yang campuran atau memiliki semua gaya belajar tapi dengan kecenderungan yang berbeda tergantung mata pelajaran.
Mengetahui gaya belajar yang efektif ini penting untuk menentukan strategi pembelajaran yang cepat dan efektif, khususnya jika kamu akan segera mengikuti tes masuk perguruan tinggi tertentu. Misalnya, individu dengan gaya belajar auditori bisa lebih efektif menghafal dengan teknik mnemonik atau jembatan keledai dibandingkan dengan individu visual learner. Sebaliknya, visual learner akan lebih cepat menangkap materi belajar jika menggunakan gambar.
Berikut ini 5 tips cara menentukan gaya belajar yang cocok untuk diri kamu sendiri:
Cara Menemukan Gaya Belajar yang Paling Cocok untuk Diri Sendiri
1. Refleksi pengalaman diri
Tips menentukan gaya belajar yang pertama adalah dengan merefleksikan pengalaman belajar kamu selama ini. Tentukan untuk satu mata pelajaran tertentu, apakah kamu lebih mudah paham jika dijelaskan di kelas saja (auditory), perlu penjelasan lanjutan via visual (visual learner) atau perlu pengalaman langsung (kinestetik)?
Jika sudah diidentifikasi, jangan lupa untuk dicatat. Sebab, seseorang bisa jadi memiliki gaya belajar kombinasi tergantung topik. Misalnya, untuk Akuntansi, kamu perlu praktik langsung (kinestetik), sementara untuk mata pelajaran Sejarah, didongengi saja sudah langsung ingat (auditory). Gaya belajar yang paling banyak muncul di akhir masa refleksi merupakan learning style kamu yang paling dominan.
2. Lakukan uji coba
Cara menentukan gaya belajar yang lainnya adalah dengan melakukan uji coba kepada diri sendiri selama beberapa waktu. Cara ini cocok untuk kamu yang kesulitan mengingat-ingat gaya belajar yang cocok berdasarkan metode refleksi di atas.
Uji coba ini seperti apa sih? Gampang! Misalnya, saat mengikuti kelas matematika, lakukan evaluasi apakah di mata pelajaran ini kamu bisa langsung paham dari penjelasan guru di kelas (auditory), perlu ada gambaran langsung (visual learner) atau perlu praktik langsung? Catat dan simpan jawaban tersebut. Di jam mata pelajaran matematika selanjutnya, lakukan hal yang sama dan cocokkan dari hasil sebelumnya.
Lakukan uji coba ini di setiap mata pelajaran untuk mengetahui learning style apa yang paling cocok untuk kamu di mata pelajaran tersebut.
3. Ikut kuis online
Saat ini sudah banyak kuis online yang bisa membantu kamu menentukan gaya belajar yang sesuai. Dalam kuis-kuis online ini, kamu akan diminta untuk menjawab pertanyaan singkat dengan jawaban yang sesuai dengan pengalaman kamu selama ini. Hasil dari kuis online ini akan dikirim via email atau akan kamu dapatkan secara langsung.
Salah satu kuis atau questionnaire yang bisa kamu isi untuk mengetahui learning style kamu adalah VARK Questionnaire. Di akhir sesi pengisian kuesioner, kamu tidak hanya akan mendapatkan hasilnya, tapi juga bisa mengetahui strategi belajar yang bisa dibangun berdasarkan hasil tersebut.
Akan tetapi, pastikan kamu mengisi kuis online yang disediakan oleh lembaga-lembaga berintegritas ya. Sebab, di awal atau di akhir kuis kamu akan diminta untuk memasukkan data diri, sehingga integritas lembaga penyelenggara tes menjadi sangat penting untuk menjaga kerahasiaan data diri kamu.
4. Meminta bantuan teman
Teman bisa menjadi partner belajar sekaligus orang yang membantu kamu untuk mengidentifikasi learning style yang kamu banget. Hal ini karena mereka bisa melihat hal-hal detail yang bisa jadi kamu lewatkan saat uji coba. Selain itu, mereka juga bisa memberikan kritik dan saran yang sesuai dengan kebutuhan kamu. Sebaliknya, kamu juga bisa membantu dia menemukan gaya belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.
Carilah teman yang suportif, yaitu teman yang bisa membantu dan mendukung proses belajar kamu dengan tulus. Teman yang seperti ini tidak hanya harus dijaga ketika kamu masih SMA, tetapi juga bisa menjadi teman seumur hidup.
5. Meminta bantuan tenaga profesional
Jika kamu tinggal di perkotaan, maka tak ada salahnya kamu meminta bantuan tenaga psikolog pendidikan profesional. Tujuannya adalah supaya kamu bisa mengetahui learning style kamu secara lebih akurat.
Biasanya, jasa psikolog pendidikan profesional tidak hanya menyediakan jasa untuk mengetahui gaya belajar siswa, tetapi juga menyediakan tes dan konsultasi pendidikan yang lengkap, seperti tes IQ, tes kepribadian, tes minat bakat dan lain sebagainya. Tentunya, tes-tes ini dibangun sesuai dengan teori dan kaidah psikologi yang berlaku, jadi lebih kredibel dibandingkan kuis-kuis psikologi online biasa.
Kamu bisa menemukan jasa psikolog pendidikan ini di penyedia jasa psikolog profesional terdekat atau unit konsultasi psikologi di perguruan tinggi-perguruan tinggi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Perlu diingat kalau pengelompokan sistem gaya belajar ini bersifat inklusif dan fluid. Inklusif dalam artian, seseorang bisa memiliki dua atau tiga gaya belajar sekaligus dengan satu learning style yang lebih dominan. Fluid dalam artian gaya belajar kamu bisa berubah-ubah seiring waktu dan bertambahnya pengalaman hidup kamu.
Yuk, Belajar Bareng Skuling!
Semua individu memiliki kesempatan yang sama untuk masuk ke perguruan tinggi negeri impian mereka terlepas dari apapun gaya belajar mereka. Selama lolos masuk tes PTN, entah itu UTBK atau seleksi mandiri, individu-individu ini berhak atas fasilitas yang sama.
Tingkatkan kemampuanmu menjawab soal-soal UTBK dan seleksi mandiri bersama Skuling! Dapatkan dan kerjakan latihan soal UTBK dan tryout UTBK online di Skuling dimanapun dan kapanpun! Karena Skuling, belajar tes masuk PTN jadi lebih praktis dan mudah!

